Pukulan Ganda Federal Reserve Akan Tiba dalam 2 Bulan dan Sebagian Besar Investor Belum Siap

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Tidak ada yang seharusnya terkejut dengan keputusan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve hari Rabu lalu untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini. Namun, Fed tetap memberi sinyal bahwa setidaknya satu pemotongan suku bunga bisa dilakukan nanti tahun ini.

Saya tidak akan bertaruh banyak bahwa pemotongan suku bunga tambahan itu akan terwujud. Federal Reserve bisa menghadapi tantangan ganda dalam dua bulan ke depan. Dan sebagian besar investor belum siap menghadapi hal tersebut.

Sumber gambar: Getty Images.

Kemungkinan Tantangan Ganda yang Akan Datang

Apa tantangan ganda yang mungkin akan terjadi ini? Dua laporan yang dirilis pada bulan Mei dapat menimbulkan dilema bagi Fed.

Pertama, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) dijadwalkan merilis laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan April pada 12 Mei 2026. Kemungkinan laporan ini akan menunjukkan inflasi yang meningkat semakin besar, karena blokade Iran yang berkepanjangan di Selat Hormuz telah mendorong harga minyak lebih tinggi. Konflik ini juga bisa mendorong harga banyak produk lain naik menjelang akhir April.

Kedua, Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) akan merilis laporan PDB kuartal pertama yang kedua pada 28 Mei 2026. Perkiraan awal PDB dari lembaga ini akan keluar pada 30 April. Sekali lagi, kenaikan biaya energi yang melambung bisa memperlambat pertumbuhan PDB.

Skema stagflasi ini adalah hal yang benar-benar tidak diinginkan oleh Fed. Inflasi yang lebih tinggi bisa mencegah Fed untuk memangkas suku bunga. Namun, Fed juga tidak akan mampu menaikkan suku bunga karena ekonomi yang lesu.

Apa yang harus dilakukan investor?

Ketika biaya meningkat dan pertumbuhan ekonomi melambat, margin keuntungan perusahaan cenderung menyusut. Saham pertumbuhan dengan valuasi tinggi paling rentan terhadap penjualan saat ini terjadi.

Di sisi lain, harga obligasi biasanya naik ketika ekonomi melambat. Namun, hasil obligasi biasanya meningkat saat inflasi meningkat. Karena harga obligasi dan hasilnya berkorelasi terbalik, stagflasi bisa menciptakan ketidakpastian di pasar obligasi.

Apa yang harus dilakukan investor? Pilihlah saham dengan sangat selektif. Cari perusahaan berkualitas yang biasanya bertahan baik selama periode turbulensi. Saham kesehatan defensif dan saham utilitas bisa menjadi pilihan yang baik.

Investor juga sebaiknya menghindari obligasi jangka panjang karena risiko bahwa Fed akan dipaksa menaikkan suku bunga, yang kemungkinan besar akan menyebabkan harga obligasi turun. Sekuritas yang dilindungi inflasi seperti TIPS dan Obligasi Tabungan Seri I (I-Bonds) bisa menjadi alternatif.

Bagaimana jika langsung beralih ke uang tunai? Masalah utama dari strategi ini adalah inflasi yang bisa mengikis daya beli uang Anda. Meski tantangan bagi investor cukup besar akibat tantangan ganda yang dihadapi Fed, tetap ada peluang investasi yang menarik.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan