Pelajaran Eid: Pengeluaran Cerdas Dan Keseimbangan Untuk Anak-Anak

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN- The Peninsula) The Peninsula

Doha, Qatar: Saat keluarga merayakan Idul Fitri dan anak-anak menerima “Eidiya” tradisional mereka, para ahli mendorong orang tua untuk mengubah momen merayakan ini menjadi kesempatan mengajarkan keterampilan hidup yang berharga, terutama tanggung jawab keuangan dan kebiasaan sehat.

Salha Abdullah Al-Hitmi, seorang ahli dari Pusat Pemberdayaan dan Perawatan Lansia (Ehsan), menekankan pentingnya membimbing anak-anak untuk berpikir lebih dari sekadar pengeluaran langsung.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Al Rayan TV, dia mengimbau keluarga untuk menanamkan budaya menabung dan berinvestasi sejak dini, dengan langkah-langkah praktis seperti memberikan anak-anak celengan atau bahkan membuka rekening bank atas nama mereka.

Al-Hitmi menjelaskan bahwa mendorong anak-anak untuk menabung uang Eid mereka dapat membantu mereka membangun kesadaran keuangan seiring waktu. Dengan mengumpulkan tabungan secara bertahap, anak-anak dapat belajar nilai uang dan mengembangkan rasa mandiri saat mereka bertambah dewasa.

Baca Juga

Transportasi umum menunjukkan ketahanan di tengah krisis Masyarakat ramai ke museum di hari kedua Idul Fitri Keluarga beralih ke mal di tengah pembatasan perayaan Id di luar ruangan

Dia mencatat bahwa meskipun diperbolehkan bagi anak-anak untuk menghabiskan sebagian Eidiya mereka untuk camilan kecil atau mainan, fokus utama harus tetap pada membangun kebiasaan menabung untuk masa depan.

Dia juga menyoroti bahwa pendidikan keuangan sejak dini dapat membentuk perilaku jangka panjang anak, membantu mereka membuat keputusan yang bijak di kemudian hari. Mengajarkan anak-anak bagaimana membagi uang mereka antara menabung dan berbelanja juga dapat memperkenalkan mereka pada keterampilan penganggaran dasar secara sederhana dan praktis.

Sementara itu, ahli gizi Ghada Al-Mousawi menyoroti kekhawatiran lain selama perayaan Id: asupan gula anak-anak. Dia menunjukkan bahwa Id adalah acara istimewa yang hanya datang sekali atau dua kali setahun, dan ketat berlebihan mungkin tidak diperlukan.

Al-Mousawi menekankan pentingnya keseimbangan, menyarankan orang tua untuk membiarkan anak-anak menikmati manisan dan camilan favorit mereka, tetapi dalam batas yang wajar. Dia menyarankan menetapkan pedoman sederhana, seperti membatasi jumlah makanan manis yang dikonsumsi dalam sehari, daripada melarang secara total.

Dia menambahkan bahwa moderasi adalah pendekatan paling efektif, karena anak-anak cenderung mengonsumsi manisan tanpa memperhatikan batasan. Memberikan mereka kebebasan yang terkendali membantu mencegah kelebihan konsumsi sekaligus memastikan mereka menikmati semangat perayaan tanpa merusak kesehatan mereka.

Selain itu, dia mendorong orang tua untuk menawarkan alternatif yang lebih sehat bersamaan dengan camilan tradisional dan mempromosikan aktivitas fisik selama liburan, membantu anak-anak menjaga kesejahteraan secara keseluruhan sambil tetap menikmati suasana.

Kedua ahli sepakat bahwa Id adalah momen berharga untuk mengajarkan, baik dalam mengelola uang dengan bijak maupun berlatih moderasi. Dengan menemukan keseimbangan yang tepat, orang tua dapat membantu anak-anak merayakan dengan bahagia sekaligus membangun kebiasaan yang akan menguntungkan mereka dalam jangka panjang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan