Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apakah Pernyataan Trump yang Melemah Secara Bertahap Akan Memicu Pemulihan Pasar? Analis Peringatkan: Jangan Mudah Percaya
Presiden AS Donald Trump mengirim cuitan di Truth Social pada hari Jumat mengisyaratkan akan secara bertahap mengakhiri operasi militer di Timur Tengah. Menurut laporan CCTV, pemerintah AS telah memulai diskusi awal mengenai negosiasi damai dengan Iran. Hal ini memberi harapan rebound bagi beberapa investor.
Setelah Trump mengisyaratkan penurunan tingkat ketegangan secara bertahap pada hari Jumat, pasar saham AS menunjukkan pembelian yang kuat, ETF yang mengikuti indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq 100 semuanya melonjak secara signifikan pada sore hari. Pada hari Jumat, harga minyak Brent ditutup di $112 per barel, tetapi karena pengaruh pernyataan Trump, perdagangan minyak Brent setelah penutupan berlangsung sepi, dan harga kembali turun ke sekitar $108 per barel.
Beberapa analis memperkirakan bahwa pasar saham Asia pada hari Senin kemungkinan akan dibuka datar atau lebih tinggi, karena pernyataan Trump dapat menyebabkan harga minyak turun, mengurangi risiko inflasi global, dan membuat Federal Reserve mempertimbangkan kembali pemangkasan suku bunga. Harga logam mulia dan cryptocurrency juga diperkirakan akan naik.
Namun, ada juga analis yang berpendapat bahwa meskipun Trump secara terbuka menunjukkan kecenderungan untuk meredakan situasi, kekuatan militer AS di Timur Tengah justru diperkuat, yang mungkin berarti konflik jangka pendek sulit diselesaikan. Hal ini tetap menjadi ketidakpastian besar bagi pasar global.
Beberapa jam setelah Trump mengirim cuitan, Pentagon mengonfirmasi bahwa AS telah mengirim ribuan marinir tambahan ke kawasan Timur Tengah. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga menegaskan pada hari Sabtu bahwa operasi militer gabungan AS dan Israel akan secara signifikan memperkuat posisi mereka.
Kontradiksi
Richard N. Haass, mantan anggota Dewan Keamanan Nasional AS, menyatakan bahwa pernyataan dan tindakan Trump yang kontradiktif mungkin mencerminkan sikap baru terhadap Timur Tengah, yaitu meskipun AS merusak stabilitas, negara lain harus menanggung konsekuensinya.
Inti dari konflik AS-Iran terletak di Selat Hormuz. Sejak konflik pecah, selat ini ditutup, menyebabkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia terganggu, yang dengan cepat mendorong harga minyak dan gas naik.
Dalam cuitan Trump tentang penurunan tingkat ketegangan secara bertahap, dia menyebutkan bahwa penjagaan dan patroli di Selat Hormuz seharusnya dilakukan oleh negara-negara lain yang menggunakan selat tersebut jika diperlukan, dan AS tidak lagi akan bertanggung jawab atas hal ini.
Para analis berpendapat bahwa, mengingat Trump menekankan pentingnya mempertahankan tekanan militer sekaligus mendorong negara-negara utama pengonsumsi energi seperti Korea Selatan dan Jepang yang bergantung pada Selat Hormuz untuk memperluas pengaruh mereka di Iran, pernyataannya lebih mirip sinyal bahwa perang sedang memasuki titik balik, bukan sekadar gencatan senjata.
Istilah “penurunan tingkat ketegangan secara bertahap” saat ini lebih banyak diartikan oleh para ahli militer sebagai pergeseran dari peningkatan penuh ke intervensi terbatas, atau mempertahankan aksi utama melalui serangan udara, sambil mengurangi kemungkinan invasi darat.
Dari sudut pandang ini, pernyataan Trump tentang penurunan tingkat ketegangan tidak menjamin harga minyak akan kembali turun, karena dalam situasi konflik yang berlanjut, Selat Hormuz kemungkinan besar tidak akan kembali beroperasi secara normal. Para analis juga bersikap hati-hati, mengingat sikap Trump yang sering berubah dalam tiga minggu terakhir, mereka menyarankan investor agar tidak terlalu percaya begitu saja.
(Sumber: Caixin)