Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saudi Arabia Expels 5 Iranian Diplomats, Orders Departure Within 24 Hours
Tanya AI · Bagaimana langkah Saudi ini mencerminkan penyebaran diplomatik dari konflik Timur Tengah?
Menurut media Rusia, situasi di Timur Tengah sedang merosot ke ambang kekacauan total. Kementerian Luar Negeri Saudi mengeluarkan pernyataan keras, mengumumkan pengusiran lima personel diplomatik dari Kedutaan Besar Iran di Saudi, termasuk pejabat militer kedutaan dan wakilnya, serta melarang mereka masuk ke negara tersebut selama 24 jam.
Tanggapan Tegas Saudi
Menurut pernyataan resmi Saudi: “Kerajaan Arab Saudi telah memberitahu pejabat militer dan staf kedutaan Iran di Saudi, termasuk pejabat militer kedutaan dan wakilnya, bahwa mereka harus meninggalkan kerajaan dalam waktu 24 jam, dan dianggap sebagai orang yang tidak diinginkan.” Saudi menegaskan bahwa langkah ini adalah respons langsung terhadap serangan Iran terhadap wilayah mereka. Saudi kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu mengambil segala langkah yang diperlukan untuk “menegakkan kedaulatan, menjamin keamanan, dan melindungi wilayah.”
Beberapa hari sebelumnya, pada 18 Maret, Qatar juga telah mengambil langkah serupa, menyatakan pejabat militer dan keamanan dari kedutaan Iran sebagai “orang yang tidak diinginkan.”
Pemimpin Tertinggi Iran Menghadapi ‘Pemangkasan Kepala’
Di balik badai diplomatik ini, adalah perang brutal yang pecah sejak 28 Februari. Saat itu, koalisi AS dan Israel melancarkan invasi besar-besaran ke Iran, dengan klaim bertujuan untuk “menghilangkan ancaman dari Republik Islam.” Serangan mendadak tersebut menyebabkan konsekuensi yang sangat serius: pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa pejabat militer senior (termasuk Ali Larijani, Gholamreza Soleimani, dan Esmail Hatiab) tewas dalam ledakan tersebut. Saat ini, Mahdi Khamenei telah menggantikan posisi sebagai pemimpin tertinggi.
Penutupan Selat Hormuz dan Melonjaknya Harga Minyak
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke pangkalan militer AS di Timur Tengah dan melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas minyak yang terkait dengan Amerika di sekitar kawasan tersebut. Saat ini, Iran hampir sepenuhnya menutup Selat Hormuz, yang mengendalikan sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia, menyebabkan harga bahan bakar internasional melambung tinggi. Menurut data pemerintah Iran, perang ini telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil, melukai 18.000 orang, dan menghancurkan banyak infrastruktur sipil.
Bagikan cerita ini di media sosial; ikuti ‘Orang yang Mengikuti Berita Utama’, pelajari berita global setiap hari!