Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ruzha Ignatova: Menghilangnya Ratu Kripto yang Menipu Dunia
Pada Oktober 2017, hilangnya misterius penipu Bulgaria-Jerman, Ruja Ignatova, menjadi salah satu kisah kriminal terbesar di bidang kejahatan keuangan. Wanita yang sebelumnya dianggap sebagai legenda dunia cryptocurrency ini menghilang begitu saja dari penerbangan dari Sofia ke Athena, meninggalkan skandal bernilai miliaran dolar dan pertanyaan yang belum terjawab bagi aparat penegak hukum dunia. Sejak saat itu, pencarian terhadap Ignatova terus berlanjut, namun keberadaannya tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah cryptocurrency modern.
Dari prestise ke kejahatan: bagaimana Ruja Ignatova melakukan penipuan terbesar
Ruja Ignatova lahir pada 30 Mei 1980 di Ruse, Bulgaria, dan sejak kecil bermigrasi ke Jerman. Ia meraih gelar doktor hukum internasional di Universitas Konstanz dan membangun citra publik sebagai konsultan sukses yang pernah bekerja di McKinsey. Namun, di balik penampilan respectable, tersembunyi seorang jenius kriminal yang siap melakukan penipuan tanpa batas.
Pada 2014, Ruja Ignatova mengumumkan peluncuran proyeknya—OneCoin. Ia memposisikan sebagai mata uang kripto revolusioner yang akan menggantikan Bitcoin dan menduduki puncak pasar cryptocurrency. Ini bukan sekadar ambisi—ini adalah awal dari salah satu skema Ponzi terbesar dalam sejarah kejahatan keuangan.
OneCoin: bagaimana dibangun kerajaan penipuan bernilai miliaran dolar
Penipu ini menarik investor dari lebih dari 100 negara, menjanjikan pendapatan astronomis dan meyakinkan bahwa mata uang tersebut didukung penuh oleh teknologi blockchain. Faktanya, OneCoin hanyalah fiksi—teknologi tersebut hanya ada di atas kertas, sementara pergerakan dana nyata mengikuti skema Ponzi klasik.
Skala kejahatan ini mengagetkan. Sumber resmi menyebutkan bahwa penipu mengumpulkan sekitar 4 miliar dolar dari korbannya, namun beberapa pakar memperkirakan kerugian hingga 12,9 miliar pound. Korbannya meliputi warga biasa hingga investor kaya, semuanya percaya pada janji-janji iklan dari ratu kripto ini.
Pada 2016, Ruja Ignatova mengucapkan sebuah kalimat yang menjadi simbol kepercayaan dirinya: “Dalam dua tahun, tidak akan ada yang bicara tentang Bitcoin.” Ucapan ini mencerminkan ambisinya sekaligus sikap sinis terhadap pengungkapan yang mulai terjadi.
Dalam pengejaran: bagaimana penegakan hukum internasional gagal menemukan penipu
Setelah menghilang, Ruja Ignatova menjadi buronan paling dicari di dunia. FBI memasukkannya ke dalam daftar sepuluh buronan paling dicari pada 2022 dan menawarkan hadiah sebesar 5 juta dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya. Europol juga memulai pencarian aktif, namun hadiah awal sebesar 4100 pound dianggap terlalu kecil dibandingkan skala kejahatan.
Namun, menemukan Ignatova sangat sulit. Analis menduga dia menggunakan paspor palsu dan mungkin telah menjalani operasi plastik. Jejak terakhir yang terkonfirmasi berakhir di bandara Athena, di mana dia terlihat dalam rekaman CCTV.
Pihak berwenang percaya bahwa Ignatova mungkin bersembunyi di negara-negara di mana jejaringnya paling berpengaruh—terutama di Rusia atau Yunani. Beberapa sumber menyebutkan adanya perlindungan tingkat tinggi dan pengawalan bersenjata, yang memungkinkannya tetap di luar jangkauan aparat. Ada juga dugaan mengkhawatirkan bahwa dia menjadi korban mafia Bulgaria dan dibunuh untuk menghilangkan saksi.
Warisan penipuan: bagaimana OneCoin terus merusak kehidupan
Meskipun skandal penipuan ini secara resmi diungkap, OneCoin secara mengerikan tetap eksis. Di negara-negara Afrika dan Amerika