'Salam Tulus': Surat PM Modi kepada Warga UP, Uttarakhand, Bihar tentang Chaitra Navratri dan Tahun Baru

( MENAFN- IANS ) New Delhi, 19 Maret (IANS) Perdana Menteri Narendra Modi pada hari Kamis menulis surat kepada rakyat Uttar Pradesh, Uttarakhand, Madhya Pradesh, Chhattisgarh, Bihar, Jharkhand, Himachal Pradesh, dan Delhi dalam rangka merayakan kesempatan suci Chaitra Navratri dan Tahun Baru, menandai awal Yugabda 5128 dan Vikram Samvat 2083.

Dalam surat yang ditujukan kepada warga negara, Perdana Menteri menyampaikan salamnya, menyatakan, “Saudara warga negara, dalam kesempatan suci dan penuh berkah Tahun Baru dan Chaitra Navratri ini, saya mengucapkan salam hangat kepada Anda dan keluarga Anda.”

Menyoroti pentingnya hari tersebut, beliau berkata, “Hari suci Chaitra Shukla Pratipada ini merupakan titik referensi penting dalam sistem penanggalan kuno dan ilmiah kita. Hari ini, kita memulai tahun Yugabda baru 5128 dan tahun Vikram Samvat baru 2083. Kalender tradisional ini menjadi bukti kekayaan budaya kita yang hidup dan dinamis selama ribuan tahun.”

Menekankan esensi spiritual dari festival tersebut, Perdana Menteri mencatat bahwa Chaitra Navratri dirayakan selama sembilan hari dan menawarkan kesempatan untuk pengabdian dan disiplin diri.

“Selama sembilan hari ke depan, kita juga merayakan Chaitra Navratri. Festival ini memberi kita kesempatan tidak hanya untuk pengabdian dan spiritualitas, tetapi juga untuk pengorbanan dan pengendalian diri. Banyak umat berdoa melepaskan makanan, kenyamanan, dan kemudahan, berjalan di jalan pengendalian dan disiplin,” tambah PM Modi.

Menggambarkan makna budaya dan filosofis Navratri, beliau berkata, “Navratri juga merupakan festival yang didedikasikan untuk pemujaan sembilan bentuk berbeda dari Maa Shakti. Ini mencerminkan filosofi Upanishad tentang ‘is’, yang memungkinkan kita melihat Tuhan dalam berbagai bentuk. Pandangan ini yang menjadikan India sebagai ‘Ibu Demokrasi’ dan menjadikan ‘Persatuan dalam Keberagaman’ sebagai ethos alami kita.”

Perdana Menteri selanjutnya mengatakan, “Selama sembilan hari Navratri ini, saya berdoa kepada Maa Adi Shakti untuk kesejahteraan semua warga negara.”

Festival dimulai dengan Ghatasthapana, juga dikenal sebagai Kalash Sthapana, menandai awal sembilan hari pemujaan Dewi Durga. Hari kesembilan, yang dirayakan sebagai Ram Navami, menandai kelahiran Lord Rama dan berakhirnya perayaan.

Sejarah perayaan Navratri dapat ditelusuri dari mitologi agama Hindu. Salah satu cerita mitologis paling populer yang diceritakan selama perayaan Navratri adalah kisah kemenangan Dewi Durga atas raja iblis Mahishasura. Menurut cerita mitologis tersebut, Mahishasura memohon anugerah agar dirinya menjadi hampir tak terkalahkan. Ia mulai menakuti surga dan bumi. Para dewa memutuskan untuk menciptakan dewa yang kuat bernama Dewi Durga.

Dewi ini kuat dan memiliki energi ilahi. Ia berperang sengit melawan Mahishasura selama sembilan malam. Pada hari kesepuluh, ia mengalahkan Mahishasura. Ini menandai kemenangan kebaikan atas kejahatan. Inilah alasan perayaan Navratri. Dengan demikian, perayaan Navratri dapat dilihat sebagai perayaan keberanian, kebenaran, dan kekuatan energi ilahi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan