Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pang Donglai 20,000 Yuan "Sky-High" Open Day: 10-Year Refund Commitment, Confidence or Gimmick?
Dalam bidang bisnis baru-baru ini muncul perdebatan hangat, dengan fokus pada acara “Hari Terbuka” yang diadakan oleh perusahaan ritel Pang Donglai. Acara ini dengan cepat menjadi pusat perhatian publik karena biaya kunjungan yang mencapai 20.000 yuan per orang dan janji pengembalian dana penuh dalam 10 tahun jika tidak puas.
Menurut pengumuman, Hari Terbuka ini tidak ditujukan untuk konsumen umum, melainkan khusus untuk perusahaan yang ingin mendalami pembelajaran. Setiap kunjungan dibatasi ketat maksimal 15 orang, dengan maksimal 3 orang dari perusahaan yang sama. Rute kunjungan mencakup kawasan inti seperti Industri Park Pang Donglai, Kota Malaikat, dan Times Square, bertujuan untuk menampilkan secara lengkap filosofi manajemen dan model bisnis mereka. Setelah membayar biaya 20.000 yuan, jika perusahaan merasa kunjungan tidak memenuhi harapan, mereka dapat mengajukan pengembalian dana penuh kapan saja dalam 10 tahun, sebuah ketentuan yang sangat jarang dalam kegiatan bisnis.
Pang Donglai menyatakan bahwa biaya kunjungan yang tinggi ini bertujuan untuk menyaring perusahaan yang benar-benar berminat belajar. Selama kunjungan, jika peserta sering bergerak, mengantuk, atau bermain ponsel dan tidak fokus, kunjungan akan segera dihentikan dan biaya dikembalikan, serta perusahaan tersebut dilarang mendaftar lagi. Pendekatan pengelolaan yang ketat ini menunjukkan kepercayaan diri terhadap pengalaman mereka sendiri dan juga menekankan pentingnya kualitas kunjungan.
Berbagai kalangan masyarakat merespons langkah ini secara beragam. Pendukung berpendapat bahwa biaya yang tinggi dan aturan yang ketat dapat secara efektif menyaring perusahaan yang hanya ingin ikut-ikutan tren, memastikan peserta benar-benar fokus mempelajari pengalaman manajemen. Sebaliknya, yang skeptis menyatakan bahwa model bisnis ini sangat bergantung pada konteks, dan bahkan membayar biaya tinggi pun belum tentu bisa meniru keberhasilannya. Ada juga yang bercanda bahwa janji pengembalian dana dalam 10 tahun mungkin kehilangan maknanya karena inflasi, dan ini lebih mirip strategi pemasaran.
Di balik kontroversi ini, tercermin peninjauan ulang terhadap nilai pengetahuan dalam dunia bisnis. Dengan menetapkan ambang tinggi, Pang Donglai tidak hanya menyaring peserta kunjungan tetapi juga secara tidak langsung meningkatkan nilai merek mereka sendiri. Bagi perusahaan yang benar-benar ingin bertransformasi, biaya ini mungkin dianggap sebagai investasi; sementara bagi pengamat, ini menjadi topik hangat dalam menilai biaya dan manfaat belajar bisnis. Apakah “kunjungan dengan harga selangit” ini inovasi atau sekadar gimmick pemasaran, mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya.