Biaya perjalanan ke tempat kerja menyebabkan ribuan jam hilang bagi karyawan, studi mengungkap dampaknya terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi.

Biaya Commuting Menghabiskan Waktu Ribu-Ribu Rupiah dan Mempengaruhi Keseimbangan Kerja-Hidup, Ungkap Studi

_Commuting memakan waktu dan biaya karyawan lebih dari $8.000 per tahun, menurut studi baru. _

Johner Images / Getty Images

Trina Paul

Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 04:52 WIB 2 menit membaca

Poin Utama

Bagi pekerja rata-rata, commuting mungkin bukan sekadar ketidaknyamanan—melainkan kehilangan waktu sekitar $8.100 setiap tahun.
Saat beberapa perusahaan besar memanggil pekerja kembali ke kantor penuh waktu, perdebatan terus berlanjut tentang dampak kebijakan kerja jarak jauh atau hybrid terhadap produktivitas, kolaborasi, dan kreativitas.

Berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk perjalanan harian? 15 menit? Sejam?

Waktu yang dihabiskan untuk commuting bisa terasa seperti waktu yang hilang, dan analisis oleh MyPerfectResume, sebuah situs pembuat resume, berusaha mengkuantifikasi nilainya.

Apa Artinya Ini Bagi Anda

Waktu yang dihabiskan untuk commuting secara diam-diam dapat mengikis penghasilan, terutama di area metro dengan biaya tinggi. Seiring dengan diperketatnya kebijakan kembali ke kantor, pekerja mungkin perlu menimbang waktu yang hilang terhadap gaji dan fleksibilitas.

Analisis ini mengandalkan data dari Biro Sensus dan Biro Statistik Tenaga Kerja. Dengan menentukan waktu rata-rata yang dihabiskan orang untuk commuting di area metro dan upah per jam rata-rata di area tersebut, analisis ini menghitung nilai dolar dari waktu commuting pekerja selama setahun.

Bagi pekerja rata-rata, waktu commuting mereka menimbulkan biaya sebesar $8.158 per tahun, dengan asumsi pekerja rata-rata mendapatkan $36,53 per jam dan melakukan commuting selama 223 jam per tahun.

Di area metro yang lebih mahal, biaya waktu dari commuting bahkan lebih tinggi.

Di area metro San Jose, California, waktu yang hilang karena commuting bernilai lebih dari $13.250 bagi pekerja rata-rata. Di area metro New York City, pekerja memiliki waktu commuting terlama, dengan 36 menit satu arah atau 300 jam per tahun, dengan biaya nilai waktu hampir $12.200.

Dalam setahun terakhir, banyak perusahaan besar— seperti JPMorgan, Amazon, dan Dell—telah mendorong pekerja untuk kembali ke kantor lima hari seminggu.

Penentang kebijakan hybrid dan kerja dari rumah, seperti CEO JPMorgan Jamie Dimon, berargumen bahwa kebijakan ini merugikan kreativitas dan produktivitas di kantor. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekerja secara jarak jauh mengurangi jumlah umpan balik yang diterima pekerja, yang bisa sangat merugikan pekerja muda.

Sebaliknya, akademisi seperti Nicholas Bloom, profesor ekonomi Stanford yang penelitiannya fokus pada kerja jarak jauh, menemukan bahwa pekerja dengan jadwal hybrid (tiga hari seminggu secara langsung) tidak kurang produktif dibandingkan mereka yang bekerja penuh di kantor dan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk berhenti.

Baca artikel asli di Investopedia

Syarat dan Kebijakan Privasi

Dasbor Privasi

Info Lebih Lanjut

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan