Keruntuhan Pasar Kripto Dijelaskan: Mengapa Kripto Jatuh bersama BTC

Pasar cryptocurrency menghadapi periode koreksi yang signifikan, dan memahami mengapa cryptocurrency turun memerlukan analisis konvergensi faktor-faktor yang mempengaruhi sektor ini secara bersamaan. Pada akhir Februari, serangkaian peristiwa menciptakan badai sempurna yang memicu penjualan massal, mulai dari ketegangan perdagangan hingga likuidasi berantai. Mari kita ungkap alasan di balik penurunan ini.

Pemicu Makroekonomi di Balik Penurunan

Awal mula berasal dari lingkungan makroekonomi. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif global menjadi 15%, dari sebelumnya 10%, dengan alasan kekhawatiran terhadap neraca pembayaran. Pengumuman ini membangkitkan kembali kekhawatiran akan perang dagang yang akan datang dan memicu aksi pelarian investasi risiko secara langsung di seluruh ekonomi global.

Bitcoin, yang secara historis dipandang sebagai aset berisiko tinggi dalam ketidakpastian makroekonomi, bereaksi secara tiba-tiba. Dalam beberapa jam setelah pengumuman, BTC mengalami depresiasi dan turun di bawah angka psikologis $65.000, menjadi sekitar $64.200. Penurunan ini juga menarik aset kripto utama lainnya: Ethereum turun 5%, BNB melemah 3,7%, Solana turun 7%, dan XRP turun sekitar 4%. Kapitalisasi pasar kripto secara total menyusut sekitar 3,5%, mendekati $2,25 triliun.

Bagaimana Likuidasi Massal Mempercepat Penurunan

Apa yang dimulai sebagai reaksi terhadap berita berkembang menjadi sesuatu yang lebih parah: rangkaian likuidasi trader. Posisi yang sangat leverage yang biasanya berjalan baik dalam pasar bullish menjadi rentan saat terjadi pembalikan mendadak. Ketika harga BTC turun dengan cepat, banyak trader terpaksa melikuidasi posisi mereka secara bersamaan.

Angka-angkanya mengesankan. Sekitar $461 juta posisi dilikuidasi dalam satu hari, dengan lebih dari 134.000 trader kehilangan saldo mereka. Sebagian besar dari posisi ini adalah posisi long (bertaruh naik), yang berarti trader kehilangan uang saat harga turun. Hanya dalam empat jam, likuidasi Bitcoin mencapai $193 juta, dengan satu posisi sebesar $61,5 juta di platform HTX menjadi likuidasi terbesar secara individual.

Efek dari leverage ini menjadi penguat. Semakin besar posisi yang dipaksa ditutup, semakin besar pula penurunan harga, memicu lebih banyak likuidasi dalam siklus yang mempercepat pergerakan tersebut. Interest terbuka pada Bitcoin, yang mengukur total posisi leverage terbuka, turun dari puncaknya sebesar $38,3 miliar pada 2026 menjadi hanya $19,5 miliar — kurang dari setengahnya dalam beberapa hari.

Sentimen Pasar dalam Zona Ketakutan Ekstrem

Selain tekanan teknis, sentimen pasar mencapai tingkat panik. Platform analisis Santiment melaporkan bahwa sentimen negatif mencapai puncaknya dalam dua minggu terakhir, sebuah pencapaian yang mengesankan mengingat penurunan terjadi pada akhir malam hari Minggu di AS, biasanya periode yang tenang untuk media sosial dan aktivitas pasar kripto. Meski dalam waktu yang singkat, ketakutan ini sangat mendalam.

Indeks Ketakutan & Keserakahan, indikator yang banyak diikuti untuk mengukur sentimen di sektor ini, kini berada di zona “Ketakutan Ekstrem”. Indikator ini jarang mencapai level tersebut di luar peristiwa yang benar-benar mengganggu. Beberapa analis menunjukkan adanya masalah yang lebih dalam: Bitcoin kehilangan -49% dari puncaknya sebelumnya, menghapus lebih dari $1,21 triliun kapitalisasi pasar dalam 139 hari — pertama kalinya BTC mengalami penurunan sebesar itu tanpa mampu pulih secara signifikan.

Tanda-tanda Pemulihan Kemungkinan? Perspektif Teknis

Seiring pasar menyerap guncangan ini, muncul pertanyaan yang sah tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Secara historis, periode ketakutan ekstrem dan puncak likuidasi sering menandai dasar jangka pendek dalam siklus pasar sebelumnya. Ketika ritel masuk ke mode capitulation total, rebound teknikal sering terjadi, menciptakan peluang bagi pembeli yang lebih berani.

Harga Bitcoin, dalam perspektif, telah pulih sebagian dari titik terendah Februari. Harga saat ini mendekati $69.840, mencerminkan kenaikan hingga 8% dari titik terendah tersebut. Ini menunjukkan bahwa sebagian dari kepanikan awal mungkin mulai mereda. Namun, pasar secara umum tetap berhati-hati. Ethereum naik 0,46% dalam 24 jam, BNB +0,36%, Solana +0,94%, dan XRP +0,06% — pergerakan modest yang menunjukkan konsolidasi lebih dari kepercayaan yang diperbarui.

Mengapa cryptocurrency turun begitu parah? Jawabannya terletak pada konvergensi faktor: sensitivitas cryptocurrency terhadap perkembangan makroekonomi, peran pengganda leverage di sektor ini, dan volatilitas inheren dari kelas aset yang masih dalam tahap pembentukan. Langkah berikutnya kemungkinan akan bergantung pada apakah ketegangan tarif mereda dan apakah Bitcoin mampu memulihkan level support di $65.000–$66.000 dalam beberapa hari ke depan.

BTC0,33%
ETH0,27%
BNB-0,15%
SOL1,14%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan