Penilaian terbaru Goldman Sachs: didukung oleh "angin favorable" laba, S&P 500 diperkirakan akan naik hingga 7600 poin dalam satu tahun!

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Tanya AI · Mengapa Goldman Sachs menganggap industri teknologi sebagai pendorong utama pertumbuhan laba?

Cailian Press 16 Maret (Editor Huang Junzhi) Para ahli strategi Goldman Sachs terbaru menyatakan bahwa pasar saham AS masih memiliki ruang untuk naik, dan memperkirakan bahwa hingga akhir 2026, seiring ekspansi laba perusahaan dan pertumbuhan ekonomi yang tetap moderat, indeks S&P 500 berpotensi naik ke 7600 poin, yang berarti masih ada sekitar 15% ruang kenaikan.

Berdasarkan laporan terbaru Goldman Sachs, prediksi ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap prospek laba perusahaan dalam komponen indeks S&P 500. Bank ini memperkirakan bahwa laba per saham perusahaan dalam indeks S&P 500 akan meningkat menjadi sekitar 309 dolar pada 2026, dan selanjutnya naik menjadi sekitar 342 dolar pada 2027, yang berarti tingkat pertumbuhan tahunan masing-masing sekitar 12% dan 10%.

Prediksi ini menunjukkan bahwa meskipun suku bunga tetap tinggi dan kondisi keuangan sedikit mengencang, pasar tetap yakin bahwa kemampuan laba perusahaan akan terus berkembang.

Teknologi Tetap sebagai “Penggerak Utama”

Goldman Sachs menunjukkan bahwa perusahaan teknologi masih menjadi kekuatan utama dalam pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan yang terdaftar di AS.

Secara spesifik, bank ini memperkirakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, sektor teknologi informasi akan memberikan kontribusi terbesar terhadap kinerja laba indeks S&P 500, dengan laba per saham diperkirakan melonjak dari sekitar 70 dolar pada 2025 menjadi 92 dolar pada 2026, dan selanjutnya meningkat menjadi 109 dolar pada 2027.

Goldman Sachs juga memperkirakan bahwa sektor lain yang akan memberikan kontribusi signifikan meliputi keuangan, kesehatan, dan layanan komunikasi, meskipun tingkat pertumbuhan mereka diperkirakan lebih moderat.

Valuasi Masih Tinggi, Tapi Tidak “Ekstrem”

Meskipun pasar saham telah mengalami kenaikan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, Goldman Sachs berpendapat bahwa valuasi masih berada dalam kisaran historis. Analis bank ini menjelaskan bahwa rasio harga terhadap laba (PER) indeks S&P 500 saat ini sekitar 21 kali, mendekati rata-rata jangka panjang relatif terhadap distribusi historis indeks tersebut.

Laporan ini juga menyebutkan bahwa beberapa sektor tampaknya memiliki valuasi yang lebih tinggi dibandingkan sektor lain. Valuasi industri, utilitas, dan barang konsumsi esensial mendekati batas atas kisaran valuasi historis mereka, sementara valuasi sektor keuangan relatif lebih rendah dibandingkan tingkat historisnya.

Goldman Sachs menunjukkan bahwa perbedaan ini menunjukkan bahwa, seiring perubahan ekspektasi pertumbuhan, investor mungkin akan semakin melakukan rotasi antar sektor.

Masalah “Konsentrasi”

Laporan ini juga menyoroti tren meningkatnya “konsentrasi” di pasar saham AS. Berdasarkan perkiraan Goldman Sachs, sepuluh perusahaan terbesar menyumbang sekitar 39% dari nilai pasar indeks S&P 500, dan sekitar 31% dari laba perusahaan.

Bank ini menyatakan bahwa konsentrasi ini mencerminkan dominasi beberapa perusahaan teknologi yang dipimpin oleh perusahaan-perusahaan yang mendapatkan manfaat dari tren struktural seperti kecerdasan buatan, komputasi awan, dan infrastruktur digital.

Sementara itu, para ahli strategi juga menunjukkan bahwa kedalaman pasar masih relatif sempit, yang berarti jumlah saham yang mendorong kinerja indeks secara keseluruhan cukup terbatas.

Industri Energi “Memimpin”

Sejak awal tahun ini, di antara berbagai aset, kinerja investasi terkait energi paling menonjol. Harga minyak mentah melonjak sekitar 70%, dan saham energi secara keseluruhan naik hampir 30%, kenaikan ini tidak hanya jauh melampaui indeks acuan pasar saham yang lebih luas, tetapi juga secara signifikan mengungguli kelas aset utama lainnya.

Sementara itu, emas dan sektor barang konsumsi esensial juga menunjukkan tren kenaikan yang kuat, menjadi sorotan pasar. Sebaliknya, sektor teknologi dan saham pertumbuhan seperti barang konsumsi non-esensial menunjukkan kinerja yang relatif tertinggal setelah disesuaikan risiko.

Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan Tetap Stabil

Para ekonom Goldman Sachs memperkirakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, ekonomi AS akan melanjutkan ekspansi yang moderat.

Secara spesifik, bank ini memperkirakan pertumbuhan PDB riil sekitar 2,3% pada 2026, dan melambat menjadi sekitar 2,0% pada 2027, jalur ini secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar. Selain itu, Goldman Sachs juga memperkirakan bahwa hasil imbal obligasi pemerintah AS 10 tahun akan secara moderat menurun ke sekitar 4,1% dalam satu tahun ke depan.

Secara keseluruhan, Goldman Sachs menyimpulkan bahwa kombinasi kondisi ekonomi dan keuangan ini memiliki potensi untuk mendukung kenaikan berkelanjutan pasar saham.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan