Klip Ini Menjelaskan Mengapa Status Non-Sekuritas Resmi XRP Sudah Lama Ditunggu-tunggu

@media only screen and (min-width: 0px) and (min-height: 0px) { div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:320px;height:100px;} } @media only screen and (min-width: 728px) and (min-height: 0px) { div[id^=“wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5”]{width:728px;height:90px;} }

Peneliti kripto SMQKE menarik perhatian pada sudut pandang hukum terkait klasifikasi XRP, membagikan cuplikan dari pertemuan Zoom yang menjelaskan mengapa status aset tersebut sebagai non-sekuritas, menurut pandangannya, dianggap sah.

Postingan ini menyoroti argumen hukum mendasar: tidak adanya kontrak antara pembeli XRP dan Ripple. Berdasarkan diskusi dalam video yang dibagikan, perbedaan ini menentukan apakah sebuah transaksi memenuhi syarat sebagai sekuritas menurut kerangka hukum yang berlaku.

Dalam cuplikan tersebut, salah satu pembicara membandingkan sekuritas tradisional dengan aset digital dengan menyebutkan bahwa transaksi sekuritas biasanya melibatkan penerimaan dokumen atau perjanjian resmi.

Pembicara kemudian mempertanyakan apakah pembeli mata uang digital menerima instrumen kontrak yang sepadan. Peserta lain secara langsung menjawab bahwa pembeli XRP di bursa tidak menerima kontrak dan tidak membuat perjanjian yang memberatkan Ripple.

Pembicara selanjutnya mengembangkan argumen dengan mempertanyakan bagaimana “kontrak investasi” bisa ada tanpa adanya kontrak dasar. Pernyataan ini menegaskan interpretasi hukum bahwa tanpa ketentuan yang dapat ditegakkan antara pembeli dan penerbit, karakteristik utama dari sekuritas mungkin tidak terpenuhi.

Fokus pada Klasifikasi Hukum dan Implikasi Pasar

Postingan SMQKE menempatkan penalaran ini sebagai faktor utama di balik pengakuan XRP sebagai non-sekuritas. Penekanan tetap pada struktur hukum transaksi, bukan pada ekosistem yang lebih luas atau kinerja pasar dari aset tersebut. Dengan membagikan cuplikan ini, peneliti memperkuat posisi bahwa pemegang XRP tidak memperoleh hak, klaim, atau harapan yang terkait dengan Ripple melalui pembelian mereka.

Diskusi ini sejalan dengan pertimbangan regulasi yang lebih luas mengenai apakah aset digital memenuhi kriteria kontrak investasi. Tidak adanya hubungan kontrak langsung menjadi poin berulang dalam argumen yang mendukung klasifikasi XRP di luar definisi sekuritas tradisional.

Perdebatan Berkelanjutan tentang Definisi Regulasi

Postingan SMQKE di X berkontribusi pada diskursus yang sedang berlangsung mengenai bagaimana aset digital diklasifikasikan di bawah hukum keuangan. Cuplikan yang dibagikan menekankan prinsip-prinsip hukum kontrak, khususnya kebutuhan akan perjanjian yang menciptakan kewajiban antara pihak-pihak.

Meskipun video ini berfokus pada XRP, implikasi yang lebih luas menyangkut bagaimana regulator dan pengadilan dapat menilai aset serupa. Perbedaan antara komoditas dan sekuritas terus membentuk pendekatan regulasi, dengan pelaku pasar memantau secara ketat bagaimana definisi ini berkembang.

Disclaimer: Konten ini dimaksudkan untuk memberi informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pendapat yang disampaikan dalam artikel ini mungkin mencerminkan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca disarankan melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya menjadi risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian keuangan apa pun.

XRP0,77%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan