Apa yang Mendorong Penurunan Berkelanjutan Pasar Cryptocurrency

Minggu-minggu terakhir menggambarkan gambaran suram bagi pasar kripto, karena aset digital menghadapi tekanan jual yang terus-menerus tanpa tanda-tanda mereda. Sementara investor sesekali berharap adanya rebound untuk memicu reli berkelanjutan, pasar cryptocurrency secara keseluruhan terus menurun, bahkan menarik token utama ke wilayah merah dalam-dalam. Ash Crypto baru-baru ini mengukur skala kerusakan: lebih dari $2 triliun nilai pasar kripto telah hilang dalam waktu hanya 140 hari.

Kerusakan meluas ke seluruh ekosistem. Bitcoin turun 50%, sementara Ethereum turun 62%. XRP turun 56%, BNB mundur 57%, dan Chainlink menurun 66%. Kerugian semakin besar di antara aset alternatif—Solana anjlok 68%, Cardano merosot 70%, Optimism runtuh 85%, dan banyak token dengan kapitalisasi kecil kehilangan hingga 90% nilainya. Angka-angka ini menjelaskan sentimen pesimis mendalam yang melanda komunitas kripto.

Break Support Penting Bitcoin Memicu Kelemahan Lebih Luas

Dinamika pasar berubah secara decisif ketika Bitcoin turun di bawah level $65.000 di tengah ketidakpastian tarif yang meningkat. Menurut analisis Supercube, ini adalah saat pasar memasuki mode risiko-tinggi. Pasar kripto beroperasi dengan Bitcoin sebagai jangkar utamanya—ketika BTC kehilangan level support kunci, altcoin jarang mampu bertahan sendiri. Ethereum dan token yang lebih kecil hampir pasti mengikuti bias arah Bitcoin yang lebih rendah.

Lingkungan makro yang lebih luas memperkuat tekanan ini. Rencana tarif baru yang diajukan Trump, dikombinasikan dengan putusan Mahkamah Agung terbaru, telah menambah volatilitas baru ke pasar ekuitas tradisional. Ketika investor institusional dan ritel menjadi berhati-hati di pasar saham, biasanya kripto menjadi kandidat utama untuk pengurangan portofolio. Gelombang penghindaran risiko ini menjaga Bitcoin dan aset digital lainnya tetap di bawah tekanan penurunan yang berkelanjutan.

Penjualan Token Skala Besar Perkuat Kecemasan Pasar

Ethereum menghadapi hambatan tambahan ketika Lookonchain mendeteksi aktivitas penjualan signifikan dari Vitalik Buterin. Co-founder Ethereum ini menjual 1.869 ETH—senilai sekitar $3,67 juta—dalam jangka waktu 48 jam. Preseden historis menambah kekhawatiran pasar: terakhir kali Buterin melakukan penjualan ETH besar sebanyak 6.958 token, harga Ethereum kemudian turun 22,7%. Sejak siklus penjualan terbaru ini dimulai, ETH sudah turun 5,7%.

Transaksi besar yang terlihat ini lebih penting dari yang mungkin disangka orang awam. Dalam pasar yang ditandai oleh sentimen rapuh, penjualan dari insider terkemuka berfungsi sebagai pemicu psikologis yang memperkuat kecemasan yang sudah ada. Ketika pemangku kepentingan utama tampak mengurangi eksposur mereka, peserta ritel dan institusi kecil sering mengartikan ini sebagai sinyal bearish dan mengikuti jejaknya. Efek spillover dari kelemahan Ethereum biasanya menyebar ke sektor altcoin yang lebih luas, menekan valuasi dari puluhan proyek secara bersamaan.

Risiko Sistemik Berkumpul: Investigasi, Unlock, dan Narasi Kompetitif

Ketidakpastian mendasar diperparah oleh perkembangan investigasi di sektor ini. ZachXBT baru-baru ini mengisyaratkan akan ada penyelidikan yang akan dirilis pada 26 Februari, menuduh bahwa karyawan dari salah satu bisnis paling menguntungkan di kripto terlibat dalam insider trading menggunakan data internal yang diprioritaskan. Polymarket telah meluncurkan pasar prediksi yang mencoba mengidentifikasi perusahaan target. Ketidakpastian regulasi dan hukum semacam ini jarang menciptakan kondisi yang mendukung aksi harga Bitcoin atau kripto yang berkelanjutan dan bullish.

Secara diam-diam, ada tekanan dari sisi pasokan lain: unlock token. Supercube mengidentifikasi $317 juta dalam jadwal unlock token untuk minggu terakhir Februari. Ketika token dilepaskan dari jadwal vesting, pasokan yang beredar langsung meningkat. Jika investor awal dan insider memutuskan keluar dari posisi mereka, pasokan tambahan ini menciptakan tekanan jual yang dapat menekan harga lebih rendah selama kondisi pasar yang sudah rapuh.

Rotasi modal mungkin merupakan hambatan jangka panjang yang paling mendalam. Saham IBM anjlok 13% setelah Anthropic mengungkapkan alat AI yang dirancang khusus untuk menargetkan sistem COBOL warisan, menunjukkan bagaimana narasi teknologi dapat mengalihkan perhatian investor dengan cepat. CZ mengamati bahwa Wall Street, yang sibuk dengan risiko kripto, sebenarnya harus fokus pada gangguan kecerdasan buatan. Dalam pasar modal modern, uang mengalir cepat antara tema yang bersaing. Modal yang sebelumnya dialokasikan untuk Bitcoin dan peluang terkait kripto kini bersaing ketat dengan narasi AI yang menarik imajinasi dan alokasi investor.

Keterkaitan dari tekanan-tekanan ini menciptakan siklus yang memperkuat diri sendiri. Bitcoin tetap menjadi pilar utama pasar—ketika BTC jatuh, altcoin biasanya mengalami penurunan yang lebih tajam. Gabungan ketidakpastian makro, penjualan ETH besar dari tokoh terkenal, penyelidikan insider trading yang sedang berlangsung, jadwal unlock token yang merilis pasokan, dan kompetisi langsung dari tema investasi berbasis AI, membuat kelemahan pasar kripto yang terus-menerus dapat dipahami dari berbagai perspektif analitis.

BTC0,39%
ETH-1,41%
XRP-0,96%
BNB-0,41%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan