Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Order Block adalah apa? Panduan lengkap untuk trader mengidentifikasi dan berdagang secara efektif di pasar crypto
Order block adalah sebuah konsep penting dalam analisis teknikal yang banyak digunakan trader crypto untuk mencari titik masuk yang optimal. Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan trading dan mengeksplorasi peluang keuntungan potensial, memahami apa itu order block akan membuka pandangan baru tentang pasar.
Memahami Order Block - Alat analisis Supply/Demand yang kuat
Order block (OB) adalah sebuah area harga yang terbentuk oleh candle terakhir sebelum harga bergerak tajam naik atau turun. Pada dasarnya, order block adalah versi lain dari area supply dan demand, tetapi pendekatannya lebih mudah dan lebih efektif.
Secara sederhana, order block adalah tempat di mana trader besar (smart money) mungkin telah menempatkan order, dan harga biasanya kembali ke area ini untuk “mengambil” order dari trader kecil sebelum melanjutkan tren utama. Inilah sebabnya mengapa order block menjadi alat yang sangat berguna untuk mencari titik entri untuk trading reversal (pembalikan arah) atau continuation (kelanjutan tren).
Dengan mengidentifikasi order block, Anda menemukan area harga yang memiliki pengaruh mendalam terhadap psikologi trader, sehingga membantu pengambilan keputusan trading yang lebih bijaksana.
Membedakan Bullish Order Block dan Bearish Order Block
Order block dibagi menjadi dua jenis utama, masing-masing melayani strategi trading yang berbeda.
Bullish Order Block (BuOB) adalah candle bearish terakhir yang muncul dekat level support, sebelum harga mulai naik tajam. Dalam tren naik, Anda perlu menentukan posisi BuOB secara tepat. Ciri-cirinya adalah candle bullish yang kuat setelah BuOB biasanya berbentuk Bullish Engulfing, yang berarti candle ini akan menutupi seluruh candle bearish sebelumnya.
Bearish Order Block (BeOB) sebaliknya, adalah candle bullish terakhir yang berada dekat level resistance, sebelum harga turun tajam. Dalam tren turun, BeOB adalah titik perhatian Anda. Demikian pula, candle bearish yang kuat setelahnya biasanya memiliki struktur Bearish Engulfing, yang menelan seluruh candle bullish sebelumnya.
Perbedaan utama antara keduanya menjadi dasar dalam membangun strategi trading yang sesuai—membeli saat harga kembali ke BuOB dalam tren naik, dan menjual saat harga menyentuh BeOB dalam tren turun.
Cara mengidentifikasi dan trading efektif dengan Order Block
Agar berhasil trading dengan order block, Anda harus mengikuti proses tertentu mulai dari identifikasi hingga penempatan order.
Langkah pertama adalah mengidentifikasi order block secara akurat. Cari candle dengan body besar (candle bearish untuk BuOB, candle bullish untuk BeOB) yang berada dekat level support/resistance penting. Area ini adalah tempat di mana smart money kemungkinan telah beraksi.
Setelah mengidentifikasi order block, tentukan titik entry yang tepat. Untuk BuOB, Anda bisa menempatkan order buy saat harga kembali ke area ini dengan volume transaksi yang meningkat. Untuk BeOB, sebaliknya, tempatkan order sell. Titik ini harus jelas dan terukur.
Selanjutnya, wajib menetapkan stop loss (SL). Stop loss harus ditempatkan tepat di luar area order block, di mana area tersebut akan ditembus. Ini membantu mengendalikan risiko jika pasar tidak bergerak sesuai prediksi. Take profit (TP) sebaiknya ditempatkan di level resistance/support berikutnya atau pada target harga yang masuk akal berdasarkan rasio risk/reward.
Kapan harus dan tidak harus trading dengan Order Block?
Pertanyaan ini menuntut pemahaman mendalam tentang struktur pasar (market structure). Order block hanya dapat dipercaya jika muncul dalam struktur pasar yang jelas.
Anda sebaiknya trading order block saat harga sedang dalam tren yang jelas (uptrend atau downtrend), dan order block terbentuk di titik-titik peralihan utama. Jika menggabungkan order block dengan alat analisis lain seperti Dow Theory untuk mengonfirmasi struktur, tingkat kepercayaannya akan meningkat secara signifikan.
Anda tidak disarankan trading order block di pasar sideways (berkonsolidasi), atau saat order block tidak jelas, candle tidak memiliki body yang cukup besar. Pada kondisi ini, order block mungkin hanya sinyal lemah dan tidak boleh terlalu diandalkan.
Kesimpulan
Order block adalah alat analisis yang sangat kuat dan mudah digunakan bagi trader yang ingin meningkatkan strategi mereka. Esensi dari order block adalah area supply/demand yang terbentuk berdasarkan keputusan trader besar, sehingga harga cenderung menghormati area ini.
Strategi dasar sangat sederhana: beli saat harga kembali ke Bullish Order Block dalam tren naik, dan jual saat harga mencapai Bearish Order Block dalam tren turun. Namun, yang terpenting adalah menggabungkan order block dengan struktur pasar dan teori lain seperti Dow Theory untuk membangun sistem trading yang kokoh.
Catatan: Informasi ini hanya bersifat referensi dan untuk tujuan edukasi. Ini bukan nasihat investasi. Setiap trader harus melakukan riset sendiri, berlatih di akun demo, dan mengelola risiko dengan hati-hati sebelum menerapkan order block dalam trading nyata. Pasar crypto sangat volatil, jadi selalu siapkan diri untuk kemungkinan yang tidak diinginkan.