Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Lana Rhoades Kekayaan: Skandal NFT CryptoSis
Kasus skandal pribadi Amerika Lana Rhoades dan proyek kripto-nya CryptoSis termasuk salah satu kasus pengambilan aset terbesar dalam industri NFT. Pada musim semi 2022, Rhoades meluncurkan koleksi digital yang menarik ribuan investor dan menimbulkan harapan finansial yang besar. Kisah dari inisiatif yang gagal ini menunjukkan risiko yang dihadapi investor di pasar kripto yang berkembang pesat.
Peluncuran CryptoSis: Janji Besar dan Tujuan Ambisius
Awal 2022, Lana Rhoades meluncurkan proyek CryptoSis. Koleksi ini terdiri dari total 6.069 token tidak-fungible yang dijual seharga 0,1 Ethereum (sekitar 260 dolar AS saat itu) per token. Transaksi ini mengumpulkan dana sebesar 1,6 juta dolar AS untuk proyek tersebut.
Rhoades memperkenalkan program pengembangan yang ambisius dan menjanjikan kepada pembeli bahwa aset mereka akan meningkat nilainya. Penawaran ini dibuat menarik dengan berbagai layanan tambahan: pemilik token CryptoSis mendapatkan akses ke konten personalisasi, prioritas dalam penjualan NFT di masa depan, dan barang virtual eksklusif untuk metaverse. Kombinasi aset digital dan manfaat praktis ini menarik berbagai investor kripto.
Penarikan Mendadak dan Aset yang Hilang
Namun, situasi berubah secara dramatis. Lana Rhoades memutuskan untuk menarik semua dana dari dompet startup dan meninggalkan proyek tersebut. Ia menyatakan bahwa keputusannya didasari oleh komentar negatif dan tidak sopan yang ia terima di obrolan komunitas. Meski ia merasa terganggu oleh kritik tersebut, ia menunjukkan sedikit keinginan untuk mencari kompromi dengan investor yang dirugikan.
Akibatnya, ratusan ribu dolar dari investasi pembeli NFT menjadi tidak dapat diakses. Rhoades secara konsisten menolak pengembalian dana maupun negosiasi dengan para investor yang kecewa.
Pelajaran untuk Pasar Kripto
Kasus ini menyoroti kelemahan struktural pasar NFT di tahap awal: kurangnya kewajiban hukum bagi pendiri proyek, mekanisme transparansi yang minim, dan rendahnya akuntabilitas dalam pengelolaan aset. Investor yang berinvestasi dalam proyek dari tokoh terkenal harus berhati-hati menilai risiko ini dan tidak terbuai oleh janji-janji atau reputasi pribadi. Kasus Lana Rhoades tetap menjadi peringatan penting tentang pentingnya due diligence dalam industri kripto.