Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jepang Memperkuat Jarak Strategis Pertahanan dari Cina dan Taiwan dengan Penempatan Rudal Baru
Menteri Pertahanan Jepang, Koizumi Shinjiro, mengonfirmasi penempatan sistem rudal anti-pesawat jarak menengah di pangkalan militer penting di Rantai Ryukyu. Berita ini, dilaporkan bersama oleh Global Times, Bloomberg, dan Fuji News Network pada 24 Maret, menandai peningkatan upaya pertahanan Jepang di kawasan Indo-Pasifik. Pangkalan tersebut, yang terletak di pulau Yonaguni, merupakan salah satu titik paling sensitif dalam strategi pertahanan Jepang karena kedekatannya secara geografis dengan ketegangan regional.
Jarak Krusial: 110 Kilometer antara Yonaguni dan Selat Taiwan
Letak geografis pangkalan ini menjadi penting secara strategis mengingat Yonaguni hanya berjarak 110 kilometer dari pantai Taiwan dan Republik Rakyat Tiongkok. Jarak ini bukan sekadar ukuran fisik, tetapi juga indikator kerentanan geografis Jepang di kawasan tersebut. Penempatan sistem rudal baru ini bertujuan mengisi kekosongan pertahanan di sektor kritis kepulauan Jepang ini, di mana jaraknya dari potensi faktor ketidakstabilan sangat dekat.
Konteks Strategi Pertahanan Jepang
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang secara bertahap meningkatkan investasi dalam kapasitas pertahanan sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan regional. Penempatan yang diumumkan ini merupakan evolusi dari kebijakan deterrence yang sudah mapan, di mana jarak dari perbatasan laut yang diperdebatkan semakin memainkan peran penting dalam perencanaan strategis. Pasukan Pertahanan Jepang menganggap penguatan Rantai Ryukyu sebagai prioritas utama untuk stabilitas regional.
Implikasi terhadap Keseimbangan Regional
Pengumuman dari Menteri Koizumi menegaskan tekad Jepang untuk mempertahankan posisi keamanan yang kokoh di kawasan, meskipun jarak antara infrastruktur militernya dan area ketegangan sangat dekat. Perkembangan ini merupakan bagian dari kerangka kerja pertahanan bersama antara sekutu Barat dan negara-negara Indo-Pasifik, yang bertujuan menjaga kebebasan navigasi dan stabilitas di Selat Taiwan. Keputusan untuk memperkuat pertahanan udara pada jarak yang sangat dekat dari titik-titik konflik potensial menunjukkan pentingnya aspek strategis yang Jepang berikan terhadap komponen ini dalam arsitektur keamanannya.