ATFX: Emas tarik-ulur bull-bear, sebelum keputusan Fed, bisakah level 5000 bertahan?

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Pasar emas saat ini berada dalam pola tarik-menarik antara bullish dan bearish yang khas: di satu sisi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus mendukung harga emas sebagai aset safe haven; di sisi lain, kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi, ditambah penguatan dolar dan imbal hasil obligasi AS, memberikan tekanan yang jelas pada emas. Di tengah berbagai faktor makro yang saling berinteraksi ini, pergerakan harga emas jangka pendek cenderung berfluktuasi di sekitar level kunci, bukan mengikuti tren satu arah.

Dari sisi fundamental, risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama yang mendukung emas. Baru-baru ini, konflik di Timur Tengah terus meningkat, dan sentimen safe haven di pasar tetap tinggi. Reuters dalam laporannya pada 17 Maret menyebutkan: “Ketegangan geopolitik dan keputusan bank sentral membuat investor berhati-hati, harga emas sedikit menguat” (Reuters, 17 Maret 2026). Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun dolar dan imbal hasil tidak mendukung, emas tetap memiliki daya tahan tertentu, mencerminkan bahwa permintaan safe haven belum surut.

Namun, berbeda dari sebelumnya, efek penguatan emas akibat konflik geopolitik kali ini tampak melemah. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga minyak yang bersamaan mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Dengan harga energi yang meningkat, kekhawatiran terhadap rebound inflasi semakin besar, sehingga mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Reuters dalam laporan lain menyatakan: “Kenaikan harga energi melemahkan ekspektasi penurunan suku bunga,” dan menyebabkan harga emas sempat turun ke sekitar $4993 (Reuters, 16 Maret 2026). Ini menunjukkan bahwa konflik saat ini menimbulkan konflik utama bagi emas: sentimen safe haven mendukung harga, tetapi ekspektasi inflasi justru menekan harga emas secara tidak langsung.

Sementara itu, dolar dan imbal hasil obligasi AS tetap menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Baru-baru ini, imbal hasil obligasi AS terus naik, meningkatkan biaya memegang emas sebagai aset tanpa bunga, sementara penguatan dolar semakin mengurangi daya tarik emas. Reuters menyebutkan: “Penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS memberi tekanan pada emas” (Reuters, 17 Maret 2026). Logika ini terbukti berulang dalam pergerakan pasar terkini—setiap kali harga emas mencoba rebound, seringkali tertahan oleh tekanan dari suku bunga dan dolar.

Dari sisi kebijakan, fokus pasar kini sepenuhnya beralih ke pengumuman keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan datang. Rapat FOMC minggu ini dipandang sebagai titik balik penting; meskipun secara umum pasar memperkirakan suku bunga akan tetap, investor lebih memperhatikan apakah dot plot dan pidato Powell akan memberi sinyal “menjaga suku bunga tinggi lebih lama.” Selain itu, Presiden AS Trump baru-baru ini secara terbuka menyerukan agar Federal Reserve “langsung menurunkan suku bunga,” bahkan menyarankan diadakannya rapat khusus (Reuters, 16 Maret 2026). Secara teori, pernyataan semacam ini seharusnya mendukung harga emas, tetapi pasar saat ini lebih fokus pada jalur inflasi nyata, sehingga pengaruhnya terhadap harga emas terbatas.

▲Grafik ATFX

Dari segi teknikal, emas saat ini berputar di sekitar level psikologis utama $5000. Sebelumnya, harga sempat turun dari level tinggi dan menemukan support di sekitar $4990, menunjukkan adanya minat beli di area tersebut. Namun, resistance di atas juga semakin jelas, dan dalam jangka pendek, momentum bullish belum cukup kuat untuk mendorong tren kenaikan yang signifikan. Oleh karena itu, struktur saat ini lebih mendekati “kisaran sideways,” bukan pembalikan tren.

Dalam konteks ini, pergerakan jangka pendek dapat dibagi menjadi dua skenario:

  1. Jika emas mampu bertahan di atas $5000 dan Federal Reserve memberi sinyal netral atau sedikit dovish, harga emas berpotensi rebound secara teknikal, dengan target jangka pendek di sekitar $5080 bahkan $5140. Rebound ini lebih merupakan pengisian posisi short dan rebalancing safe haven, bukan awal tren kenaikan baru.

  2. Sebaliknya, jika harga turun menembus $5000 dan dolar serta imbal hasil terus menguat, maka ruang penurunan lebih dalam terbuka, dengan support di kisaran $4850–$4900. Terutama dalam skenario Fed yang lebih hawkish, probabilitas jalur penurunan ini akan meningkat secara signifikan.

Secara keseluruhan, logika utama pasar emas saat ini adalah “hedging antara bullish dan bearish”: risiko geopolitik memberi dukungan di bawah, tetapi ekspektasi inflasi dan suku bunga membatasi potensi kenaikan. Sebelum keputusan Fed diumumkan, pasar cenderung tetap dalam pola sideways tanpa arah yang jelas.

Peringatan risiko: Pasar memiliki risiko, investasi harus dilakukan dengan hati-hati.

Sumber: ATFX

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan