Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Perang Timur Tengah memicu "gelombang penghindaran risiko" di pasar forex, permintaan lindung nilai euro terhadap dolar mencapai rekor tertinggi 11 bulan
Mengapa AI · Trader menempatkan risiko ekstrem selama periode tenang?
Di balik ketenangan permukaan pasar valuta asing, arus bawah mengalir deras. Seiring ketegangan di Timur Tengah yang terus berlanjut, para trader memanfaatkan periode stabil ini untuk membeli opsi dengan probabilitas rendah secara besar-besaran, membangun pertahanan terhadap potensi fluktuasi nilai tukar ekstrem.
Permintaan opsi kupu-kupu adalah manifestasi paling langsung dari tren ini. Permintaan opsi kupu-kupu euro terhadap dolar AS mencapai level tertinggi dalam 11 bulan pada awal Maret, dan saat ini tetap di level hampir dua kali rata-rata tahunan, sementara yen terhadap dolar AS menunjukkan pola yang sama. Ini menunjukkan bahwa trader sedang bersiap menghadapi dua skenario yang sangat berbeda, yaitu kenaikan harga minyak hingga USD150 per barel atau penurunan harga minyak kembali ke USD70 setelah ketegangan mereda.
Sementara itu, taruhan arah dolar AS terus menguat. Kemiringan volatilitas dolar (indikator yang mengukur perbedaan permintaan opsi call dan put) baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam setahun, menunjukkan bahwa trader yang berorientasi arah semakin cenderung membeli dolar AS. Euro telah jatuh ke level terendah sejak Agustus, sementara indeks dolar AS mencapai titik tertinggi sejak awal Desember.
Arus Bawah di Balik Ketenangan
Dari data permukaan, suasana pasar valuta asing tampak cukup tenang. Implied volatility euro selama sebulan adalah 7,68%, jauh di bawah puncak tahunan dan sedikit di atas rata-rata satu tahun sebesar 7,09%.
Namun, pengamatan mendalam terhadap struktur pasar opsi menunjukkan gambaran yang sangat berbeda. Opsi kupu-kupu secara khusus digunakan untuk lindung nilai terhadap fluktuasi ekstrem nilai tukar, dan meningkatnya permintaan akan menunjukkan bahwa trader tidak puas hanya dengan lindung nilai terhadap fluktuasi biasa, melainkan juga menyiapkan diri untuk risiko tail event yang jarang terjadi namun berdampak besar.
Perbedaan ini—volatilitas keseluruhan yang tenang namun permintaan perlindungan tail yang tinggi—menggambarkan penilaian pasar yang kompleks terhadap situasi saat ini: Risiko perang belum hilang, tetapi dalam jangka pendek pasar belum memasuki mode panik penuh.
Ekspektasi Federal Reserve Menenangkan Volatilitas
Kestabilan volatilitas secara keseluruhan sebagian besar disebabkan oleh ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan Federal Reserve yang relatif stabil. Menurut Bloomberg, analis DANSKE Bank berpendapat bahwa lonjakan harga energi kali ini tidak akan secara substantif mengubah arah kebijakan Fed tahun ini.
Para analis juga menunjukkan bahwa membandingkan situasi saat ini dengan perang Rusia-Ukraina 2022 tidak tepat, karena efek spillover inflasi kali ini diperkirakan akan lebih terbatas. Penilaian ini secara tidak langsung menekan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan Fed harus mengambil langkah agresif, sehingga memberikan “jangkar” bagi volatilitas secara keseluruhan.
Meskipun permintaan perlindungan tail meningkat, posisi trader yang berorientasi arah semakin jelas, yaitu cenderung membeli dolar AS. Kemiringan volatilitas dolar terus meningkat dan mencapai level tertinggi dalam setahun, menguatkan tren ini.
Dampak awal dari konflik telah mendorong harga minyak mencapai USD100 per barel dan menguatkan dolar, sementara euro tertekan. Dalam situasi yang ketidakpastian ini, trader menempatkan perlindungan untuk skenario ekstrem dua arah melalui opsi kupu-kupu, sekaligus terus mengarahkan posisi mereka ke dolar AS, membentuk strategi “perlindungan + arah”.