Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Long dalam Cryptocurrency Trading: Analisis Lengkap Strategi Posisi Panjang
Trader cryptocurrency secara terus-menerus menggunakan kosakata khusus untuk menggambarkan strategi mereka. Di antara berbagai istilah ini, terdapat konsep “long” dan “short” — dua posisi yang berlawanan, yang menentukan pendekatan trader terhadap perdagangan. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci apa itu long, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa strategi ini tetap menjadi salah satu yang paling populer di pasar aset digital.
Dari mana asal istilah “long” dan “short”
Sejarah penggunaan kata-kata ini dalam perdagangan berasal dari abad ke-19. Referensi pertama yang tercatat tentang istilah ini ditemukan dalam edisi majalah Amerika The Merchant’s Magazine, and Commercial Review, yang diterbitkan antara Januari hingga Juni 1852.
Etymologi istilah ini terkait langsung dengan arti harfiahnya. Posisi yang mengantisipasi kenaikan harga sering disebut “long” (dari bahasa Inggris long — panjang), karena harga jarang naik secara instan. Posisi ini membutuhkan waktu dan kesabaran, dan biasanya dibuka untuk jangka waktu yang cukup lama. Sebaliknya, operasi yang berlawanan disebut “short” (dari bahasa Inggris short — pendek), karena untuk melakukannya membutuhkan waktu yang jauh lebih singkat — penurunan harga biasanya terjadi lebih cepat daripada kenaikannya.
Apa itu posisi long secara praktis
Long adalah strategi dasar di mana trader mengharapkan kenaikan nilai aset dan melakukan pembelian dengan tujuan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Mekanismenya sangat sederhana: Anda membeli aset pada harga saat ini dan menahannya sampai harga naik ke level yang diinginkan.
Contohnya, misalnya token dihargai 100 dolar, dan Anda yakin bahwa nilainya akan segera mencapai 150 dolar. Dalam hal ini, Anda cukup membeli token tersebut dan menunggu harga target tercapai. Keuntungan dihitung sebagai selisih antara harga jual dan harga beli — dalam contoh ini, 50 dolar.
Pendekatan ini secara intuitif dipahami oleh kebanyakan orang, karena mirip dengan pembelian aset di pasar spot. Trader memiliki aset nyata dan dapat menahannya selama yang diperlukan.
Short: taktik berlawanan
Jika long bertujuan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga, maka short bekerja sebaliknya — memungkinkan mendapatkan keuntungan dari penurunan harga. Untuk ini, trader meminjam aset dari platform perdagangan, langsung menjualnya pada harga saat ini, dan kemudian menunggu harga turun.
Contohnya: jika Anda yakin bahwa Bitcoin akan turun dari 61.000 menjadi 59.000 dolar, Anda dapat meminjam 1 BTC, menjualnya seharga 61.000 dolar, menunggu harga turun, dan membelinya kembali seharga 59.000 dolar. Selisih 2000 dolar (dikurangi biaya pinjaman) menjadi keuntungan Anda. Di bursa modern, semua operasi ini dilakukan secara otomatis dalam hitungan detik — pengguna cukup menekan tombol yang sesuai di antarmuka perdagangan.
Bull dan bear: kategori utama peserta pasar
Pasar cryptocurrency terbagi menjadi dua kelompok utama trader berdasarkan posisi pasar mereka. “Bull” adalah peserta yang membuka posisi long dan bertaruh pada kenaikan harga. Mereka mendorong peningkatan permintaan dan nilai aset. Nama ini berasal dari gambaran bahwa banteng “mengangkat” harga dengan tanduknya.
“Bear” adalah trader yang bermain untuk penurunan dan membuka posisi short. Mereka memberi tekanan pada nilai aset, membantu menurunkan harga. Metafora ini mengandaikan bahwa beruang “menekan” harga ke bawah dengan cakarnya.
Berdasarkan konsep ini, muncul istilah “pasar bullish” (periode kenaikan umum harga) dan “pasar bearish” (periode penurunan harga).
Perdagangan futures sebagai alat membuka posisi
Futures adalah instrumen derivatif yang memungkinkan mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga aset tanpa harus memilikinya secara langsung. Mereka memungkinkan membuka posisi long maupun short, yang tidak bisa dilakukan di pasar spot.
Dalam industri kripto, dua jenis kontrak futures paling umum digunakan:
Kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa — kontrak tanpa tanggal jatuh tempo tertentu, memungkinkan trader mempertahankan posisi tanpa batas waktu dan menutupnya kapan saja sesuai keinginan.
Kontrak settlement (tanpa pengiriman) — setelah posisi ditutup, trader hanya menerima selisih nilai antara saat membuka dan menutup posisi, bukan aset fisik.
Untuk membuka posisi long digunakan futures buy, dan untuk short digunakan futures sell. Penting: untuk mempertahankan posisi, trader membayar biaya pendanaan setiap jam — selisih antara harga di pasar spot dan futures.
Hedging: mengelola risiko melalui posisi berlawanan
Hedging adalah metode perlindungan modal dengan membuka posisi berlawanan. Trader dapat membeli beberapa Bitcoin (membuka long) dengan harapan harga akan naik, tetapi sekaligus menjual sebagian posisi (membuka short) sebagai perlindungan.
Contohnya: Anda membuka long 2 Bitcoin saat harga 30.000 dolar, sekaligus membuka short 1 Bitcoin sebagai perlindungan. Jika harga naik ke 40.000 dolar, keuntungan Anda adalah (2-1) × (40.000 – 30.000) = 10.000 dolar. Jika harga turun ke 25.000 dolar, kerugian Anda adalah (2-1) × (25.000 – 30.000) = 5.000 dolar.
Dengan demikian, hedging membantu mengurangi potensi kerugian setengahnya — dari 10.000 menjadi 5.000 dolar. Namun, penting dipahami bahwa “asuransi” ini juga mengurangi potensi keuntungan dalam skenario menguntungkan.
Pemula sering melakukan kesalahan dengan membuka dua posisi berukuran sama, mengira ini akan melindungi mereka dari risiko apa pun. Faktanya, keuntungan satu posisi sepenuhnya diimbangi kerugian posisi lain, dan biaya komisi membuat strategi ini menjadi merugi.
Likuidasi: apa itu dan bagaimana menghindarinya
Likuidasi adalah penutupan posisi secara paksa, yang terjadi saat perdagangan menggunakan leverage. Likuidasi terjadi saat pergerakan harga yang tajam menyebabkan margin (jaminan) tidak cukup untuk mempertahankan posisi.
Sebelum likuidasi, platform mengirimkan margin call — peringatan bahwa perlu menambah margin. Jika tidak dilakukan, posisi akan otomatis ditutup saat mencapai level harga tertentu, sering kali dengan kerugian.
Menghindari likuidasi dapat dilakukan dengan mengelola risiko secara baik, memantau level margin secara terus-menerus, dan mampu mengelola beberapa posisi sekaligus.
Kelebihan dan kekurangan posisi long dan short
Keuntungan membuka posisi long:
Kesulitan dengan short:
Kedua pendekatan ini sering digunakan dengan leverage untuk meningkatkan potensi keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko. Penggunaan leverage memerlukan pengawasan ketat terhadap margin dan pemahaman mekanisme likuidasi.
Kesimpulan: long sebagai alat utama perdagangan
Long tetap menjadi salah satu strategi paling mudah diakses dan dipahami oleh trader dari semua level. Berdasarkan prediksi mereka, peserta pasar memilih antara posisi long (untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan) atau short (untuk meraih laba dari penurunan harga).
Dalam praktiknya, posisi ini dibuka melalui kontrak futures, yang memungkinkan trading tanpa kepemilikan langsung aset dan menggunakan leverage. Namun, penting diingat bahwa penggunaan leverage meningkatkan potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian secara signifikan. Perdagangan yang sukses membutuhkan disiplin, pengelolaan modal yang tepat, dan pemahaman mendalam tentang cara kerja posisi long, short, serta mekanisme perlindungan dari kerugian.