Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pertahanan Udara Arab Saudi Berhasil Menghalau Serangan Rudal dan Drone
(SAYA) Arab Saudi menyatakan pada hari Rabu bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan ke arah wilayah Al-Kharj, yang terletak di selatan ibu kota, Riyadh.
Juru bicara Kementerian Pertahanan melaporkan bahwa puing-puing dari hasil intercept tersebut jatuh di dekat Pangkalan Udara Prince Sultan, tetapi tidak ada kerusakan atau korban yang dilaporkan.
Kementerian Pertahanan juga mengonfirmasi bahwa sejak awal hari Rabu, pertahanan udara Saudi telah menembak jatuh satu rudal balistik beserta 15 drone yang menargetkan wilayah negara tersebut.
Ketegangan regional meningkat setelah serangan militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang telah menewaskan sekitar 1.300 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran melakukan serangan drone dan rudal yang ditujukan ke Israel, serta Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk. Teheran menyatakan bahwa serangan ini diarahkan terhadap aset militer AS. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan gangguan terhadap pasar global serta penerbangan.
Uni Emirat Arab menjadi negara yang paling banyak diserang, diikuti oleh Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Yordania. Sementara itu, Oman—yang sebelumnya terlibat dalam negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran sebelum konflik—mencatat jumlah serangan terendah.