PM Australia Menandai Langkah-Langkah Baru untuk Melindungi dari Ketidakpastian Ekonomi Global

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN- IANS) Canberra, 18 Maret (IANS) Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada hari Rabu menandai langkah-langkah baru untuk melindungi rakyat negara itu dari ‘terburuk’ dari ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Dalam pidatonya di sebuah acara industri otomotif pada Rabu pagi, Albanese menggambarkan konflik di Timur Tengah sebagai “kejutan besar lain yang mengguncang ekonomi global” di tahun 2020-an setelah pandemi COVID-19 dan konflik Rusia-Ukraina.

“Kami ingin memastikan bahwa kami melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi ekonomi Australia, rumah tangga, dan bisnis dari ketidakpastian global yang paling parah,” katanya.

“Kami akan mengumumkan lebih banyak tentang langkah-langkah yang akan kami ambil dalam beberapa hari ke depan.”

Albanese mengumumkan bahwa dia telah memanggil pertemuan darurat dengan pemimpin negara bagian dan teritori pada hari Kamis untuk memastikan bahwa bahan bakar dari stok nasional didistribusikan ke tempat yang paling membutuhkan, terutama komunitas regional, dan menekankan perlunya negara membangun ketahanan diri.

“Kita harus membangun ekonomi yang lebih tangguh, lebih mandiri, dan sesuai dengan kekuatan nasional kita,” katanya.

Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Keuangan Jim Chalmers mengatakan kepada televisi Australian Broadcasting Corporation bahwa anggaran federal untuk 2026-27 yang akan dia sampaikan pada bulan Mei akan fokus pada inflasi, produktivitas, dan ketidakpastian ekonomi global, lapor Xinhua.

Pada 5 Maret lalu, Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi bahwa Australia telah mengerahkan aset militer ke Timur Tengah untuk membantu pemulangan warga negara.

Berbicara di parlemen, Albanese mengatakan bahwa pemerintah telah mengerahkan aset militer ke Timur Tengah awal minggu ini sebagai bagian dari perencanaan kontinjensi untuk membantu warga Australia yang terdampar di wilayah tersebut di tengah gangguan perjalanan yang meluas akibat konflik yang sedang berlangsung.

Media lokal melaporkan bahwa aset militer yang dikerahkan ke Timur Tengah adalah sebuah pesawat angkut dan pesawat pengisi bahan bakar.

Pemerintah mengumumkan bahwa mereka akan mengerahkan enam tim tanggap krisis dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan ke Timur Tengah untuk memberikan bantuan konsuler tambahan kepada warga negara.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan