Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Peringatan AI Steve Eisman: Apakah Investasi Berlebihan Raksasa Teknologi akan Mengulangi Gelembung Internet
Investor legendaris Steve Eisman, yang terkenal karena prediksinya yang akurat terhadap krisis keuangan 2008, baru-baru ini kembali mengeluarkan peringatan—kali ini terhadap ledakan investasi di industri kecerdasan buatan (AI). Melalui saluran YouTube-nya, analis yang memiliki wawasan tajam tentang siklus pasar ini menyatakan bahwa skala investasi perusahaan teknologi terhadap AI saat ini sangat mengkhawatirkan. Jika inovasi tidak memenuhi janji-janji yang dibuat, seluruh pasar berpotensi menghadapi nasib yang serupa dengan pecahnya gelembung internet awal abad ke-21.
Dari peramal krisis ke peringatan pasar AI
Reputasi Steve Eisman di Wall Street dibangun di atas satu peristiwa penting dalam sejarah—dia berhasil memprediksi keruntuhan pasar hipotek subprime pada 2008 sebelum terjadi dan meraup keuntungan dari situ. Kini, investor ini mengamati perkembangan bidang AI dengan sikap waspada yang sama. Dia menegaskan bahwa meskipun inovasi teknologi sendiri bukanlah hal yang buruk, waktu dan skala investasi sama pentingnya—ini adalah pelajaran berharga dari sejarah yang harus diambil.
Kekhawatiran setelah investasi lebih dari 30 miliar dolar: kemiripan yang mencengangkan dengan masa lalu
Raksasa teknologi seperti Meta, Google, dan Amazon secara gabungan menginvestasikan lebih dari 30 miliar dolar untuk pengeluaran modal terkait AI (CapEx). Angka sebesar ini cukup besar untuk membuat siapa pun merenung. Steve Eisman membandingkan fenomena ini dengan gelembung internet tahun 1999—ketika para analis internet secara umum yakin akan potensi transformasi global dari jaringan. Prediksi mereka akhirnya terbukti benar. Namun, investasi berlebihan yang masuk saat itu akhirnya menjadi pendorong utama resesi tahun 2001. “Investasi terlalu banyak dan terlalu cepat”—itulah ringkasan Eisman tentang era tersebut, dan secara implisit dia menyiratkan bahwa pola serupa mungkin sedang terulang.
Tanda-tanda perlambatan inovasi: indikasi penurunan perkembangan teknologi
Meskipun Steve Eisman mengakui bahwa AI bukan bidang keahliannya, dia menunjukkan beberapa sinyal yang patut diperhatikan. Kritikus umumnya berpendapat bahwa pendekatan utama dalam pengembangan AI saat ini bergantung pada perluasan skala model bahasa besar secara terus-menerus. Namun, pendekatan ini perlahan kehilangan momentum. Versi terbaru ChatGPT 5.0 tampaknya menunjukkan peningkatan yang terbatas dibandingkan ChatGPT 4.0, yang mungkin menandakan bahwa jalan pengembangan yang hanya memperbesar parameter sedang mengalami hambatan.
Masa penyesuaian mendatang: risiko pengembalian investasi
Pertanyaan paling mendesak adalah—tak seorang pun dapat memprediksi secara akurat tingkat pengembalian dari investasi bernilai miliaran dolar ini. Jika akhirnya data menunjukkan bahwa hasil investasi (setidaknya di awal) tidak memenuhi harapan, ledakan investasi yang saat ini sedang berlangsung pasti akan melambat. Pasar pun akan memasuki fase konsolidasi yang menyakitkan. Gambaran ini sangat mirip dengan pengalaman tahun 2001—restrukturisasi besar-besaran modal, pembersihan pasar, dan penyesuaian industri.
Inti dari pandangan Steve Eisman bukanlah menolak nilai AI, melainkan menekankan pentingnya investasi secara rasional. Di antara revolusi teknologi dan gelembung keuangan, seringkali hanya terpaut satu garis tipis yang terbuat dari investasi berlebihan dan kurangnya kesabaran.