Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB: Konflik Teluk Persia Mengguncang Rantai Pasokan Pangan dan Energi Global
Pada tanggal 16 waktu setempat, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dalam laporan terbarunya memperingatkan bahwa ketegangan regional yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah mulai mengguncang rantai pasokan energi, pupuk, dan pertanian global, dan berpotensi meningkatkan biaya produksi pangan lebih lanjut. Dalam laporan tersebut, FAO menyatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung di Teluk Persia telah memberikan dampak besar terhadap sistem energi, pupuk, dan pertanian global. Salah satunya, karena produksi pupuk nitrogen sangat bergantung pada gas alam sebagai bahan baku, penutupan Selat Hormuz menyebabkan kenaikan harga energi yang semakin meningkatkan biaya produksi. Jika konflik ini berlanjut, harga pupuk global diperkirakan akan naik rata-rata 15% hingga 20% pada semester pertama tahun ini. Laporan juga menunjukkan bahwa kenaikan harga energi sedang meningkatkan biaya seluruh rantai pasokan pertanian. Selain mempengaruhi pasar komoditas utama, konflik ini juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas. (CCTV News)