Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Inggris Memimpin Implementasi Global Kerangka Pelaporan Aset Kripto
Mulai 1 Januari 2025, Inggris menjadi salah satu dari 48 negara pertama yang menerapkan arsitektur regulasi baru untuk aset digital. Ini adalah Kerangka Pelaporan Aset Kripto (CARF), standar internasional yang dikembangkan oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang bertujuan untuk menetapkan transparansi dan jejak transaksi kripto secara global.
Apa itu CARF dan bagaimana cara kerjanya?
Kerangka Pelaporan Aset Kripto mewajibkan bursa kripto utama untuk mendokumentasikan semua catatan transaksi pengguna mereka. Di Inggris, informasi ini harus dilaporkan ke HM Revenue and Customs (HMRC), otoritas pajak Inggris yang bertanggung jawab atas administrasi perpajakan.
Sistem ini mengumpulkan data rinci tentang setiap transaksi, termasuk jumlah, tanggal, identifikasi pengguna, dan tempat tinggal pajak mereka. Filosofi di balik CARF sederhana: memastikan pemerintah memiliki informasi yang dapat diverifikasi tentang pergerakan aset kripto di dalam yurisdiksi mereka.
Inggris sebagai pelopor: 48 negara maju
Posisi Inggris di antara 48 negara pertama yang mengimplementasikan CARF mencerminkan komitmennya terhadap konvergensi regulasi global. Adopsi awal ini menempatkan Inggris di pusat transformasi yang sedang mendefinisikan ulang cara pemantauan aset digital secara internasional.
Implementasi ini bukanlah kejadian terisolasi. Inggris bertindak sebagai bagian dari inisiatif terkoordinasi yang menghubungkan puluhan yurisdiksi yang berkomitmen untuk memperkuat tata kelola mata uang kripto. Posisi strategis ini juga menempatkan Inggris sebagai acuan regulasi dalam ekosistem kripto Eropa.
Jadwal aktivasi: dari 2025 hingga 2029
Kalender implementasi CARF dibagi menjadi beberapa fase. Setelah berlaku mulai 1 Januari 2025, tonggak berikutnya adalah tahun 2027, ketika HMRC akan mulai bertukar data yang dikumpulkan secara otomatis dengan otoritas pajak negara anggota lainnya.
Pertukaran informasi ini tidak terbatas di Eropa. Sesuai kesepakatan, HMRC akan berbagi data dengan negara peserta termasuk Brasil, Kepulauan Cayman, Afrika Selatan, dan negara anggota Uni Eropa. Selanjutnya, Amerika Serikat akan bergabung dengan sistem ini dengan menerapkan CARF pada 2028, dengan awal pertukaran data dijadwalkan pada 2029.
Jaringan global 75 negara: menuju transparansi kripto
Adopsi CARF melampaui batas Inggris. Sebanyak 75 negara telah berkomitmen untuk menerapkan kerangka ini di yurisdiksi mereka, menjadikannya standar internasional paling ambisius untuk regulasi aset kripto hingga saat ini.
Konvergensi regulasi ini menunjukkan tren yang jelas: pemerintah dunia tidak lagi memandang mata uang kripto sebagai fenomena periferal, melainkan sebagai komponen integral dari sistem keuangan yang menuntut harmonisasi internasional. Dengan menerapkan lebih awal, Inggris menempatkan dirinya sebagai pemimpin dalam penetapan standar global baru ini.