Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Federal Reserve Shifts to Quantitative Easing: Apa Arti Peluncuran QE
Setelah 4 tahun menjalankan kebijakan pengetatan kuantitatif (QT), Federal Reserve akhirnya mengubah arah kebijakannya tahun ini. Mulai September, mereka menurunkan suku bunga dan secara bersamaan meluncurkan kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE), yang menandai perubahan mendasar dalam lingkungan likuiditas pasar. Bagi para investor, memahami apa itu QE dan bagaimana pengaruhnya terhadap pasar telah menjadi pengetahuan yang sangat penting saat ini.
Bagaimana bank sentral menyuntikkan dana ke pasar melalui QE
Pelonggaran kuantitatif (QE) adalah alat kebijakan moneter non-konvensional. Ketika ruang untuk menurunkan suku bunga secara tradisional terbatas, bank sentral akan langsung masuk ke pasar keuangan dengan membeli aset dalam jumlah besar, seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan aset lainnya. Pembelian besar-besaran ini akan meningkatkan jumlah dana yang tersedia dalam sistem keuangan secara keseluruhan, meningkatkan likuiditas, dan selanjutnya menurunkan biaya pinjaman. Bank dan perusahaan menjadi lebih mudah mendapatkan pinjaman murah, sementara konsumen pun lebih bersedia meminjam untuk konsumsi atau investasi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Inilah sebabnya mengapa QE biasanya akan mendorong kenaikan pasar saham—karena uang di pasar bertambah, dana yang mencari imbal hasil pun mengalir ke berbagai aset.
Mekanisme yang sepenuhnya berlawanan antara QE dan QT
Jika QE adalah “menyuntikkan” uang ke pasar, maka QT (pengetatan kuantitatif) adalah “mengambil” uang dari pasar. Dalam empat tahun terakhir, Federal Reserve terus menerapkan kebijakan QT: menjual aset atau tidak membeli aset baru saat aset jatuh tempo. Tindakan ini akan mengurangi likuiditas pasar, menyebabkan biaya pinjaman meningkat, dan baik perusahaan maupun konsumen akan mengurangi investasi dan konsumsi, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi. Dari sudut pandang pasar, selama periode QT, harga aset cenderung tertekan karena berkurangnya dana akan memperketat kompetisi di pasar. Sebaliknya, selama periode QE, harga aset biasanya naik—ini adalah efek langsung dari peningkatan likuiditas.
Pengaruh peluncuran QE terhadap berbagai aset
Peluncuran kebijakan QE akan memberikan efek berbeda di berbagai pasar. Pasar saham biasanya menjadi penerima manfaat paling langsung karena peningkatan likuiditas akan mendorong kenaikan harga saham. Di pasar obligasi, penurunan suku bunga jangka panjang akan menarik minat investasi obligasi. Pasar mata uang kripto juga secara historis sering mendapatkan dampak positif dari QE, karena lingkungan likuiditas yang longgar mendorong investor mencari aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Selain itu, QE akan meningkatkan tekanan inflasi—karena bank sentral mengeluarkan lebih banyak uang, daya beli setiap unit uang akan menurun, yang merupakan efek samping jangka panjang dari QE.
Mengapa pasar saat ini optimistis terhadap siklus QE
Perubahan kebijakan Federal Reserve mencerminkan sebuah penilaian penting: ekonomi membutuhkan dukungan, bukan pembatasan. Peluncuran QE kali ini disertai penurunan suku bunga, menciptakan situasi “dobel pelonggaran”. Bagi pasar aset, ini berarti likuiditas yang melimpah, biaya pinjaman yang rendah, dan daya tarik aset risiko yang meningkat. Banyak investor tetap optimistis terhadap perubahan ini, dengan harapan memasuki periode kenaikan harga aset. Dari Bitcoin hingga saham, dari obligasi hingga komoditas, berbagai jenis aset berpotensi mendapatkan ruang untuk naik dalam lingkungan QE. Inilah sebabnya mengapa pasar secara umum tetap optimistis setelah Federal Reserve meluncurkan QE.