Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Keamanan Farooq Abdullah Memicu Keributan di Parlemen, Nadda Berjanji Akan Menyelidiki
(MENAFN- AsiaNet News)
Pertarungan Politik di Parlemen Terkait Serangan
Beberapa anggota parlemen pada hari Kamis mengangkat isu serangan terhadap mantan Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Farooq Abdullah, di Parlemen. Presiden Kongres Mallikarjun Kharge menyampaikan kekhawatiran tentang keamanan mantan CM JK tersebut, menuding kendali pusat atas polisi lokal. Menteri Serikat JP Nadda membalas dan menyebutnya sebagai masalah serius serta menjamin penyelidikan.
Kharge mengatakan bahwa ada “bahaya terhadap keamanan Farooq Abdullah”. Ia menyebut bahwa Jammu-Kashmir sebelumnya adalah negara bagian penuh, dan polisi kini berada di bawah kendali pusat. Ia mengatakan “keamanan lokal menyelamatkannya” dan bertanya, “apakah niat pemerintah adalah agar pemimpin NC dibunuh.”
Nadda mengatakan bahwa upaya pembunuhan terhadap Farooq Abdullah adalah “masalah yang perlu diperhatikan dan serius”, dan “penyelidikan yang tepat akan dilakukan”. Ia menyebut tersangka telah ditangkap dan “langkah-langkah yang diperlukan” akan diambil untuk meningkatkan keamanan pemimpin NC tersebut. Nadda menegaskan “setiap masalah tidak seharusnya dipolitisasi” dan mengkritik Kharge atas tuduhannya terhadap pemerintah. Ia menyatakan, “Kongres mungkin memiliki niat seperti itu” dan mengangkat isu kematian Syama Prasad Mookerjee dalam tahanan di Jammu dan Kashmir.
Chaudhary Mohammad Ramzan dari National Conference juga mengangkat isu serangan terhadap Farooq Abdullah dan menyatakan bahwa tidak ada “kehadiran polisi” di tempat kejadian. Ia mengatakan Wakil CM JK Surinder Chaudhary “terluka dalam insiden tersebut, dan pelaku berhasil ditangkap oleh dia dan orang lain serta dibawa ke kantor polisi”. Ia menuntut pemulihan status negara bagian dan peningkatan keamanan Farooq Abdullah.
Rincian Serangan dan Tindakan Polisi
Serangan terjadi ketika seorang pria, diduga membawa pistol yang terisi, berusaha menembak Farooq Abdullah di sebuah pesta pernikahan di Royal Park Jammu, di daerah Greater Kailash. Menurut polisi, personel keamanan dari Pasukan Keamanan Nasional (NSG), yang ditempatkan bersama yang dilindungi, segera bertindak dan menggagalkan upaya tersebut.
Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Kamal Singh, telah ditangkap. Tersangka adalah penduduk Purani Mandi di Jammu. Senjata api yang digunakan dalam kejahatan juga telah disita dari tersangka, kata polisi, menambahkan bahwa penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung.
Omar Abdullah Pertanyakan Pelanggaran Keamanan
Pada hari Rabu, Omar Abdullah menyebut serangan terhadap ayahnya sebagai upaya pembunuhan dan mempertanyakan bagaimana pelaku bisa begitu dekat meskipun mantan CM tersebut mendapatkan perlindungan keamanan Z+ dari NSG. “Allah itu baik. Ayah saya selamat dari bahaya besar. Rinciannya saat ini masih samar, tetapi yang diketahui adalah bahwa seorang pria dengan pistol terisi diminta mendekat untuk menembak. Hanya tim perlindungan dekat yang mampu menghalau tembakan dan memastikan upaya pembunuhan tersebut gagal. Saat ini ada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, termasuk tetapi tidak terbatas pada bagaimana seseorang bisa begitu dekat dengan mantan CM yang dilindungi NSG berstatus Z+,” tulis Omar Abdullah di X. (ANI)
(Selain judul, cerita ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan dipublikasikan dari feed sindikasi.)