Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kota-kota paling mahal di dunia pada tahun 2025: Ranking dan analisis
Pada tahun 2025, panorama perkotaan global terus menunjukkan disparitas signifikan dalam biaya hidup. Menurut data Numbeo, kota termahal di dunia sebagian besar terkonsentrasi di Swiss, Amerika Serikat, dan beberapa metropolis strategis di Asia. Zurich, Jenewa, dan Basel memimpin peringkat dunia, tetapi banyak kota di Amerika dan Skandinavia juga menegaskan diri sebagai destinasi yang sangat mahal untuk dihuni. Kota termahal di dunia mencerminkan pusat keuangan, pusat teknologi, dan lokasi dengan daya beli lokal yang tinggi.
Bagaimana biaya hidup perkotaan diukur
Indeks yang digunakan oleh Numbeo mengacu pada New York City sebagai titik referensi, dengan skor dasar 100. Kota yang melebihi nilai ini dianggap lebih mahal, sedangkan yang di bawahnya dianggap lebih murah. Metodologi ini mempertimbangkan berbagai faktor: perumahan, makanan, transportasi, layanan esensial, hiburan, dan daya beli lokal. Setiap kategori mendapatkan penilaian khusus, yang kemudian digabungkan menjadi indeks komposit.
Misalnya, sebuah kota dengan skor 112 dianggap sekitar 12% lebih mahal dari New York, sementara skor 60 menunjukkan biaya sekitar 40% lebih rendah. Sistem ini memungkinkan perbandingan langsung dan transparan antar metropolis dunia.
Swiss: negara paling mahal untuk tinggal
Di antara enam posisi teratas dalam peringkat global, enam kota berasal dari Swiss, menegaskan negara ini sebagai negara paling mahal di dunia untuk dihuni. Zurich menempati posisi pertama dengan indeks 112.5, menjadikannya kota termahal secara global. Metropolis Ticino ini memusatkan aktivitas keuangan, perbankan, dan teknologi tingkat internasional, dengan harga tinggi di semua bidang: dari properti hingga restoran, dari transportasi hingga makanan.
Meskipun biaya yang tinggi, Zurich mempertahankan gaji tertinggi di planet ini, berkisar antara CHF 7.000 hingga 9.000 per bulan (sekitar $7.900-$10.170), yang menarik profesional berkualitas dan menyeimbangkan tekanan ekonomi pada penduduknya.
Jenewa mengikuti di posisi kedua dengan indeks 111.4, sebagai tempat berdirinya lembaga supranasional seperti PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia. Kota ini terkenal dengan jam tangan mewah, restoran kelas atas, dan komunitas ekspatriat yang besar, yang membantu menjaga tarif hidup di level tertinggi secara global.
Basel, yang menempati posisi ketiga dengan skor 110.7, adalah pusat bioteknologi dan farmasi penting Swiss, secara strategis terletak di perbatasan Jerman dan Prancis. Properti di sini sangat mahal, begitu juga layanan sehari-hari.
Kota-kota Swiss lain yang masuk peringkat termasuk Lausanne (110.5), Lugano (108.4), dan Bern (103.4), menegaskan dominasi Swiss di antara kota termahal di dunia.
Peringkat 25 kota termahal
Kota-kota Amerika di antara destinasi termahal
Amerika Serikat memiliki banyak kota di posisi atas peringkat dunia. New York menjadi patokan (indeks 100), menempati posisi ketujuh secara global dan sebagai kota termahal di Amerika Utara. Pengeluaran terbesar berasal dari properti, didorong oleh permintaan tinggi dari sektor teknologi dan keuangan.
Honolulu (indeks 94.4) tetap sangat mahal karena statusnya sebagai pusat pulau. San Francisco (90.7) dan Seattle (86) adalah pusat teknologi dengan tekanan hunian yang tinggi, sementara Boston (82.7) terkenal sebagai pusat akademik dan biotech. Di California Selatan, Los Angeles dan San Diego sama-sama memiliki indeks 76.3, mencerminkan properti mahal dan gaya hidup premium khas wilayah ini.
Asia dan pasar berkembang
Di Asia, Singapura muncul sebagai kota termahal, menempati posisi kedua belas dengan indeks 85.3. Kota negara ini menarik investor global dan profesional internasional, dengan biaya perumahan dan layanan yang sangat tinggi. Tel Aviv-Yafo (81.2) menonjol sebagai pusat teknologi dan keuangan Timur Tengah, sementara Hong Kong, meskipun tidak masuk 25 besar dalam analisis ini, tetap menjadi destinasi dengan biaya properti dan layanan yang sangat tinggi.
Analisis komparatif dan tren global
Distribusi geografis menunjukkan bahwa kota termahal di dunia tetap terkonsentrasi di ekonomi maju dan pusat strategis. Eropa mendominasi dengan banyak perwakilan, terutama Norwegia yang memiliki empat kota (Oslo, Trondheim, Bergen, Stavanger), sementara Belanda dan Denmark melengkapi panorama Eropa.
Dominasi Swiss di bagian atas peringkat menegaskan peran Swiss sebagai ekonomi unggulan dengan standar hidup yang tinggi. Di Amerika Serikat, konsentrasi kota mahal di pantai barat dan timur mencerminkan keberadaan industri teknologi tinggi dan layanan keuangan global.
Kota termahal di dunia mempertahankan posisi ini berkat faktor struktural: permintaan properti yang tinggi, keberadaan perusahaan multinasional, daya beli masyarakat yang tinggi, infrastruktur premium, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut karena metropolis global terus menarik talenta internasional dan investasi strategis.