Kakakku tahun ini sudah hampir memasuki usia tiga puluhan. Saat Tahun Baru, ibu memaksanya untuk bertemu calon istri sebanyak tujuh atau delapan kali. Kemarin dia bertemu dengan seorang gadis yang bekerja di bank, dan keduanya mengobrol dengan canggung di ruang tamu rumahku.



Ibuku membawakan buah-buahan lalu bersembunyi di dapur.

Gadis itu orangnya cukup baik, hanya saja agak polos dan sangat serius tentang segala hal.

Saat mereka sedang mengobrol, kakakku merasa suasananya terlalu membosankan, jadi dia membuat lelucon:

"Sebenarnya tidak ada banyak persyaratan, nanti kalau kita menikah dan kamu sibuk tidak ada waktu menemani aku, aku bisa cari orang lain untuk menemani aku juga, aku tidak pilih-pilih kok."

Setelah berkata demikian, dia sendiri tertawa.

Gadis itu langsung memerah panim, menunduk dan tidak berbicara. Diam selama setengah jam, suasananya sangat canggung.

Tapi dua hari kemudian, perantara datang terburu-buru menemui kakakku dan berkata:

"Gadis itu pulang dan memikirkan satu malam, lalu dengan sangat serius bilang kepadaku:

Dia bisa menerima. Sahabatnya masih single dan orangnya juga baik, dia mau mengajak sahabatnya turut serta dan ketiganya hidup bersama dengan baik..."
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan