Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Azerbaijan Meluncurkan Penyidikan Kriminal Terhadap Serangan Drone di Nakhchivan
(MENAFN- Trend News Agency) ** BAKU, Azerbaijan, 5 Maret.** Kasus pidana telah dilaporkan terkait serangan drone terhadap infrastruktur sipil di Nakhchivan, Azerbaijan, menurut pernyataan Kantor Jaksa Agung, dilaporkan oleh Trend.
Menurut pernyataan tersebut, pada 5 Maret, serangan dilakukan terhadap fasilitas infrastruktur sipil di Republik Otonom Nakhchivan menggunakan dua pesawat tanpa awak (UAV) yang dilengkapi dengan kepala peledak yang dikendalikan dari jarak jauh dari wilayah Iran.
Informasi tersebut menyebutkan bahwa penyelidikan awal mengungkapkan bahwa salah satu drone menabrak bangunan terminal Bandara Internasional Nakhchivan, dan yang lainnya menabrak dekat sebuah lembaga pendidikan di desa Shakarabad, distrik Babek.
Akibat insiden tersebut, kerusakan signifikan terjadi pada fasilitas infrastruktur sipil, yaitu gedung administrasi dan operasional Bandara Internasional Nakhchivan, dan layanan bandara secara sengaja dan ilegal terganggu, memaksa pesawat sipil yang seharusnya mengoperasikan penerbangan nomor 264 dari Nakhchivan ke Baku untuk kembali ke Baku demi alasan keamanan.
Selain itu, sebagai akibat dari insiden tersebut, empat warga sipil, termasuk karyawan Bandara Nakhchivan, mengalami berbagai tingkat luka:
Reyhana Valiyeva, lahir tahun 1986,
Zulfugar Zulfugarli, lahir tahun 1996,
Mehdi Asgarov, lahir tahun 1996, dan
Asad Jafarov, penumpang yang menunggu untuk naik pesawat, lahir tahun 1998.
Para korban diberikan bantuan medis yang sesuai dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit di bawah pengawasan mereka.
Jaksa Agung Azerbaijan telah memulai kasus pidana terkait kejadian ini berdasarkan pasal-pasal terkait dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan menyerahkan penyelidikan kepada departemen penyelidikan Kantor Jaksa Agung.
Saat ini, kantor kejaksaan bersama badan negara terkait telah memeriksa lokasi kejadian, mengumpulkan bukti materiil, mengambil pernyataan awal dari korban dan saksi, memerintahkan ahli terkait, dan melakukan berbagai tindakan penyelidikan.
Selain itu, penyelidikan teknis sedang dilakukan terhadap asal-usul dan jalur kendali UAV.
Dalam kerangka penyelidikan awal, semua keadaan serangan ini terhadap wilayah Azerbaijan, yang dilakukan dengan melanggar norma dan prinsip hukum internasional, akan diselidiki secara objektif, lengkap, dan menyeluruh, serta langkah-langkah yang diperlukan akan diambil untuk menegakkan keadilan terhadap pihak yang bersalah sesuai hukum.
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa menargetkan populasi sipil dan fasilitas infrastruktur strategis merupakan pelanggaran besar terhadap prinsip-prinsip dasar hukum kemanusiaan internasional.
Langkah-langkah penyelidikan dan operasional yang diperlukan terus dilaksanakan dalam kasus pidana ini, dan informasi tambahan akan disampaikan kepada publik.
** Tetap ikuti berita terbaru di Trend News Agency melalui saluran WhatsApp**