【BA】Boeing dilaporkan berpotensi mendapatkan pesanan 500 pesawat dari China, menjadi salah satu pesanan terbesar dalam sejarah grup

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Produsen pesawat Amerika, Boeing (kode saham: BA), dilaporkan berpeluang memperoleh pesanan sebanyak 500 pesawat dari China, menjadi salah satu pesanan terbesar dalam sejarah perusahaan. Jika kesepakatan akhirnya tercapai, hal ini akan menandai akhir dari negosiasi yang berlangsung selama bertahun-tahun antara Boeing dan maskapai penerbangan China.

Bloomberg mengutip laporan yang menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan segera mengunjungi China, dan pada saat itu akan diumumkan pesanan sebanyak 500 unit pesawat Boeing 737 Max.

Sedang dalam pembicaraan mengenai 100 pesawat wide-body

Laporan juga menyebutkan bahwa kedua belah pihak sedang melakukan negosiasi mengenai penjualan pesawat wide-body, meliputi sekitar 100 unit model Boeing 787 dan 777X, namun kesepakatan untuk pesawat wide-body kemungkinan akan diumumkan lebih lambat, dan diperkirakan tidak akan diumumkan secara resmi dalam pertemuan pemimpin kedua negara yang akan datang.

Trump berencana mengunjungi China dari tanggal 31 bulan ini hingga 2 bulan depan. Boeing menolak berkomentar, Kementerian Perdagangan China tidak membalas permintaan komentar di luar jam kerja. Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan segera.

Negosiasi Bisa Berubah, AS Mengharapkan Komitmen Jelas

Laporan menyebutkan bahwa di tengah ketegangan geopolitik saat ini, pesanan besar Boeing ini tidak pasti. Karena perang dengan Iran masih berlangsung, jadwal Trump juga bisa ditunda. Negosiasi pun berpotensi menemui jalan buntu, dan kesepakatan akhirnya mungkin tidak tercapai.

Faktanya, pemimpin China dan AS tahun lalu dan tahun 2023 juga pernah hampir mencapai kesepakatan serupa. Mengutip sumber, laporan menyatakan bahwa kedua belah pihak masih bernegosiasi mengenai rincian pernyataan, dan pihak AS berharap mendapatkan komitmen yang jelas, bukan hanya angka pesanan yang menarik perhatian.

Laporan juga menyebutkan bahwa sebelum KTT, China dan AS masih memiliki perbedaan terkait isu lain di bidang penerbangan, termasuk pembatasan ekspor mesin dan teknologi lainnya ke China. Hal ini sangat penting bagi pesawat narrow-body C919 milik COMAC China.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan