Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Krisis Kekurangan Tembaga Muncul: Mengapa Pertambangan Harus Mempercepat Produksi Tembaga
Pasar global sedang bersiap menghadapi tantangan pasokan yang kritis. Pemimpin industri pertambangan, termasuk pengusaha terkenal Robert Friedland, memperingatkan tentang kekurangan tembaga yang akan datang yang dapat mengubah sektor industri dan energi di seluruh dunia. Masalah utama sangat jelas: untuk memenuhi permintaan yang diproyeksikan dari infrastruktur kecerdasan buatan dan transisi energi terbarukan, produksi tembaga harus meningkat secara drastis dalam dua dekade mendatang.
Tantangan Produksi yang Menghancurkan di Depan
Pertumbuhan permintaan tembaga sangat luar biasa. Menurut wawasan dari analisis industri, sektor pertambangan menghadapi tantangan luar biasa: memproduksi sebanyak-banyaknya tembaga dalam 18 tahun ke depan sama dengan yang telah diekstraksi manusia selama 10.000 tahun terakhir. Kekurangan tembaga ini bukan hanya hambatan pasokan, tetapi juga kendala mendasar terhadap industrialisasi dan upaya elektrifikasi global. Robert Friedland menekankan bahwa jalur produksi saat ini tidak cukup untuk mendukung transformasi yang dibutuhkan oleh kemajuan teknologi dan aksi iklim.
Bagaimana AI dan Energi Bersih Mengubah Pasar Tembaga
Dua tren besar sedang bersatu menciptakan tekanan pasokan ini. Pertumbuhan pesat pusat data dan aplikasi AI membutuhkan infrastruktur tembaga yang besar untuk distribusi daya dan sistem pendingin. Pada saat yang sama, transisi ke energi terbarukan—turbin angin, instalasi surya, dan jaringan pengisian kendaraan listrik—memerlukan tembaga secara eksponensial lebih banyak daripada infrastruktur bahan bakar fosil tradisional. Bersama-sama, kekuatan ini memicu apa yang disebut para pengamat industri sebagai “super siklus tembaga,” di mana permintaan secara fundamental melebihi tingkat pasokan historis.
Implikasi Lebih Luas untuk Perkembangan Global
Kekurangan tembaga tidak hanya akan mempengaruhi harga komoditas. Implikasinya meluas ke kemampuan setiap negara untuk membangun infrastruktur hijau, memodernisasi jaringan listrik, dan meng elektrifikasi jaringan transportasi. Pasar berkembang yang bergantung pada pembangunan infrastruktur energi menghadapi kerentanan khusus. Tanpa ekspansi pertambangan yang agresif dan inisiatif daur ulang, dunia bisa menghadapi penundaan signifikan dalam mencapai tujuan teknologi dan iklim.