Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#美伊局势影响 Situasi Iran-AS meningkat tajam akhir-akhir ini akibat serangan militer gabungan AS dan Israel, dan telah memasuki status perang. Konflik ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa yang besar, tetapi juga melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur energi utama dunia, memberikan dampak besar terhadap pasar global.
⚔️ Inti situasi: Selat Hormuz menjadi pusat permainan kekuasaan
Iran setelah menerima serangan, mengambil strategi “balasan asimetris”, dengan tindakan utama memblokir Selat Hormuz. Selat ini mengangkut sekitar 20% konsumsi minyak dunia, dan jika pengiriman terhenti, akan langsung memutus jalur ekspor minyak dari Timur Tengah, memicu kepanikan pasokan energi global.
📉 Dampak pasar: Sentimen perlindungan dan lonjakan harga minyak
Harga minyak melonjak tajam: karena kekhawatiran gangguan pasokan, harga minyak internasional (WTI) sempat mendekati 78 dolar AS per barel. Jika Selat terus ditutup, harga minyak bisa menembus 100 dolar AS, bahkan memicu “krisis minyak terbesar dalam bertahun-tahun”.
Sentimen perlindungan meningkat: pasar saham global (termasuk A-shares) mengalami penyesuaian karena penurunan preferensi risiko, dana mengalir ke emas, industri militer, dan aset safe haven lainnya. Saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga juga tertekan akibat ekspektasi inflasi yang meningkat.
💡 Strategi investasi: fokus pada logika “keamanan” dan “kenaikan harga”
Dalam situasi saat ini, dana pasar terutama difokuskan pada dua garis utama:
Keamanan energi: eksplorasi dan produksi minyak dan gas (harga pengangkutan naik), serta produk kimia yang diuntungkan dari gangguan kapasitas Timur Tengah (seperti metanol, urea).
Pertahanan dan industri militer: konflik geopolitik secara langsung mendorong sektor industri militer, menjadi arah utama untuk lindung nilai dana.
Peringatan risiko: situasi sangat cepat berubah, jika pelayaran di Selat Hormuz kembali normal atau konflik mereda, sektor terkait mungkin mengalami koreksi cepat, perlu memantau perkembangan diplomasi secara ketat.