Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Otoritas Federal vs Kekuasaan Negara Bagian: Pertempuran Pasar Prediksi Andrea Campbell Bisa Mengubah Regulasi di AS
Industri pasar prediksi Amerika menghadapi persimpangan regulasi mendasar, dengan Massachusetts memainkan peran penting dalam menentukan apakah pemerintah federal atau negara bagian yang mengendalikan sektor yang sedang berkembang ini. Tantangan hukum terbaru dari Polymarket menargetkan pendekatan penegakan hukum pemerintah negara bagian, dan pusat dari sengketa ini adalah Andrea Campbell, Jaksa Agung Massachusetts, yang kantor hukumnya mengambil sikap agresif terhadap platform pasar prediksi yang beroperasi di negara bagian tersebut.
Kasus yang Memulai Segalanya: Dari Kalshi ke Polymarket
Peningkatan ketegangan dimulai ketika pengadilan Massachusetts mengeluarkan larangan sementara terhadap Kalshi, salah satu pesaing utama Polymarket, menganggap kontrak terkait olahraga sebagai operasi perjudian tanpa izin. Keputusan ini mendorong Polymarket untuk meningkatkan strategi hukumnya, berargumen bahwa pemerintah federal—khususnya Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC)—memiliki yurisdiksi eksklusif atas “kontrak acara.” Menurut posisi Polymarket, derivatif berbasis acara seperti pasar prediksi olahraga dan politik termasuk dalam domain regulasi federal, bukan otoritas negara bagian.
Argumen Hukum Inti: CFTC vs Pemerintah Negara Bagian
Tantangan hukum Polymarket secara langsung menantang strategi penegakan hukum Andrea Campbell, menyatakan bahwa Massachusetts tidak memiliki wewenang untuk secara independen mengatur atau melarang platform ini. Perusahaan berpendapat bahwa Kongres telah menyerahkan pengawasan eksklusif atas kontrak acara kepada CFTC, menjadikannya regulator yang sah secara nasional. Ini menciptakan bentrokan langsung antara regulasi pasar derivatif federal dan interpretasi hukum perjudian tingkat negara bagian—dua kerangka hukum berbeda yang diterapkan pada platform yang sama.
Mengapa Negara Bagian Seperti Massachusetts Menolak
Sementara CFTC memandang platform ini sebagai pasar derivatif khusus, jaksa agung negara bagian seperti Andrea Campbell berpendapat bahwa operator pasar prediksi memanfaatkan celah regulasi untuk menghindari perlindungan perjudian tradisional negara bagian. Massachusetts dan Nevada muncul sebagai penentang paling vokal, menyatakan bahwa pasar prediksi beroperasi secara identik dengan taruhan olahraga tanpa izin dan harus menghadapi pembatasan yang sama. Perbedaan filosofi ini telah memicu berbagai gugatan dan larangan pengadilan di berbagai negara bagian.
Jalan ke Depan: Dari Pengadilan Federal ke Mahkamah Agung
Hasil dari pertarungan hukum ini jauh melampaui Polymarket. Jika posisi Massachusetts yang dipimpin Andrea Campbell bertahan, platform pasar prediksi mungkin akan menghadapi regulasi yang beragam di puluhan negara bagian, masing-masing dengan aturan berbeda. Sebaliknya, jika Polymarket menang, wewenang eksklusif CFTC dapat membebaskan platform ini dari penegakan hukum perjudian negara bagian secara nasional. Para pakar hukum menyarankan bahwa sengketa ini berpotensi meningkat hingga ke Mahkamah Agung AS, secara fundamental merestrukturisasi cara pasar prediksi beroperasi di Amerika. Penyelesaian kasus ini akan menentukan apakah industri pasar prediksi AS akan berkembang sebagai ekosistem derivatif nasional atau terpecah-pecah di bawah regulasi negara bagian yang bersaing.