Ketika investor merasa tidak pasti tentang valuasi pasar saham, mereka biasanya beralih ke logam mulia untuk perlindungan. Dalam beberapa bulan terakhir, baik emas maupun perak telah mengalami reli yang luar biasa, tetapi pertanyaannya tetap: investasi mana yang layak masuk dalam portofolio Anda saat ini?
Kesenjangan kinerja antara kedua logam ini sangat mencolok. Tahun lalu, ETF SPDR Gold Shares (GLD) naik 64%, sementara iShares Silver Trust (SLV) melonjak mengesankan 145%. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan penting tentang keberlanjutan dan nilai—apakah salah satu logam siap mengungguli yang lain di tahun 2026?
Kedua Logam Mulia Mendekati Ambang Harga Sejarah
Minggu-minggu awal tahun 2026 telah membawa emas dan perak ke wilayah rekor. Hingga pertengahan Januari, harga perak mendekati $94 per ons, sementara emas berada di sekitar $4.700 per ons. Perhitungannya menarik: perak hanya membutuhkan kenaikan 6% untuk menembus angka $100, dan emas membutuhkan reli serupa untuk mencapai $5.000.
Mengingat kekhawatiran pasar yang terus-menerus dan pertanyaan tentang ketahanan ekonomi, investor mungkin akan terus mengalihkan modal ke aset safe-haven tradisional ini sepanjang tahun. Namun, ada pertimbangan lain yang layak dipikirkan. Setelah kenaikan yang sangat pesat dalam waktu singkat, kedua logam ini bisa menghadapi tekanan pengambilan keuntungan. Jika mereka mencapai target harga psikologis ini, kemungkinan akan terjadi koreksi dengan cepat.
Rasio Emas-Perak Menyampaikan Cerita yang Menarik
Meskipun emas dan perak sering bergerak bersamaan—keduanya berfungsi sebagai asuransi portofolio selama masa tidak pasti—harga relatif mereka menunjukkan cerita yang berbeda. Rasio emas-perak mengukur berapa ons perak yang dibutuhkan untuk setara dengan satu ons emas, mengungkapkan logam mana yang menawarkan nilai lebih baik.
Sebagian besar dekade terakhir, rasio ini berada di sekitar 70:1 atau lebih tinggi. Terakhir kali turun di bawah 70 adalah pada musim panas 2021, saat kekhawatiran inflasi meningkat dan valuasi saham terlihat sangat tinggi. Pada Agustus itu, indeks S&P 500 belum mengalami penurunan 19% berikutnya—suatu kejadian yang menguatkan kekhawatiran investor terhadap saham.
Menariknya, selama koreksi 2021 itu, harga perak hampir tidak bergerak (naik hanya 2%) sementara emas datar. Rasio saat ini menunjukkan cerita yang berbeda. Saat ini sekitar 50:1, level ini belum terlihat sejak 2011. Ini menunjukkan bahwa emas diperdagangkan dengan diskon signifikan dibandingkan perak—berpotensi menjadikannya pilihan nilai yang lebih baik menjelang paruh kedua tahun 2026.
Mengapa Emas Mungkin Memiliki Keunggulan atas Perak Saat Ini
Jika harus memilih antara kedua logam ini di tahun 2026, emas tampak lebih menarik. Berikut alasannya: kenaikan pesat perak sebesar 145% tahun lalu menunjukkan bahwa logam ini mungkin terlalu panas dan siap untuk koreksi. Pilihan yang lebih berisiko untuk 2026 mungkin sebenarnya adalah logam putih ini, bukan emas.
Emas memiliki faktor fundamental yang mendukungnya. Rasio emas-perak menunjukkan bahwa emas relatif undervalued. Lebih penting lagi, emas tetap menjadi aset utama saat ketidakpastian meningkat. Selama periode pasar yang benar-benar menantang, investor secara konsisten beralih ke emas dibandingkan logam mulia lainnya. ETF SPDR Gold Shares kemungkinan akan menjadi pilihan yang lebih bijaksana di antara keduanya.
Namun, perlu diingat, sebuah kata peringatan. Meskipun emas dan perak baru-baru ini berkinerja luar biasa, sejarah menunjukkan bahwa lonjakan ini tidak berlangsung selamanya. Apresiasi yang cepat dalam waktu yang terbatas dapat menyebabkan pembalikan tajam dan volatilitas yang meningkat. Daripada menempatkan portofolio Anda secara berlebihan pada logam mulia, anggaplah mereka sebagai salah satu alat di antara banyak lainnya.
Membangun Strategi Logam Mulia yang Lebih Cerdas
Diversifikasi melalui saham dividen, dana indeks, dan saham undervalued menawarkan perlindungan tambahan jika Anda khawatir tentang turbulensi pasar. Emas dan perak tentu dapat membantu mendiversifikasi kepemilikan Anda, tetapi kinerja terbaru mereka jauh dari tipikal. Jangan berasumsi bahwa kenaikan ini akan berlanjut—pola historis menunjukkan sebaliknya.
Pilihan antara emas dan perak akhirnya bergantung pada toleransi risiko dan jangka waktu investasi Anda. Bagi yang mencari stabilitas dan karakter safe-haven tradisional, emas menawarkan kasus yang lebih meyakinkan di tahun 2026. Bagi yang mengejar momentum, perak mungkin menarik—tapi ingat bahwa apa yang naik tajam cenderung turun dengan cepat pula.
Ingatlah bahwa tidak satu pun dari logam mulia ini merupakan pengganti portofolio yang terdiversifikasi dengan baik. Gunakan mereka secara strategis, pantau rasio emas-perak sebagai panduan valuasi, dan hindari godaan untuk overallocasi saat harga sedang melonjak. Di saat itulah risiko nyata muncul.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas vs Perak: Aset Perlindungan Nilai Mana yang Menawarkan Nilai Lebih Baik di Awal 2026?
Ketika investor merasa tidak pasti tentang valuasi pasar saham, mereka biasanya beralih ke logam mulia untuk perlindungan. Dalam beberapa bulan terakhir, baik emas maupun perak telah mengalami reli yang luar biasa, tetapi pertanyaannya tetap: investasi mana yang layak masuk dalam portofolio Anda saat ini?
Kesenjangan kinerja antara kedua logam ini sangat mencolok. Tahun lalu, ETF SPDR Gold Shares (GLD) naik 64%, sementara iShares Silver Trust (SLV) melonjak mengesankan 145%. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan penting tentang keberlanjutan dan nilai—apakah salah satu logam siap mengungguli yang lain di tahun 2026?
Kedua Logam Mulia Mendekati Ambang Harga Sejarah
Minggu-minggu awal tahun 2026 telah membawa emas dan perak ke wilayah rekor. Hingga pertengahan Januari, harga perak mendekati $94 per ons, sementara emas berada di sekitar $4.700 per ons. Perhitungannya menarik: perak hanya membutuhkan kenaikan 6% untuk menembus angka $100, dan emas membutuhkan reli serupa untuk mencapai $5.000.
Mengingat kekhawatiran pasar yang terus-menerus dan pertanyaan tentang ketahanan ekonomi, investor mungkin akan terus mengalihkan modal ke aset safe-haven tradisional ini sepanjang tahun. Namun, ada pertimbangan lain yang layak dipikirkan. Setelah kenaikan yang sangat pesat dalam waktu singkat, kedua logam ini bisa menghadapi tekanan pengambilan keuntungan. Jika mereka mencapai target harga psikologis ini, kemungkinan akan terjadi koreksi dengan cepat.
Rasio Emas-Perak Menyampaikan Cerita yang Menarik
Meskipun emas dan perak sering bergerak bersamaan—keduanya berfungsi sebagai asuransi portofolio selama masa tidak pasti—harga relatif mereka menunjukkan cerita yang berbeda. Rasio emas-perak mengukur berapa ons perak yang dibutuhkan untuk setara dengan satu ons emas, mengungkapkan logam mana yang menawarkan nilai lebih baik.
Sebagian besar dekade terakhir, rasio ini berada di sekitar 70:1 atau lebih tinggi. Terakhir kali turun di bawah 70 adalah pada musim panas 2021, saat kekhawatiran inflasi meningkat dan valuasi saham terlihat sangat tinggi. Pada Agustus itu, indeks S&P 500 belum mengalami penurunan 19% berikutnya—suatu kejadian yang menguatkan kekhawatiran investor terhadap saham.
Menariknya, selama koreksi 2021 itu, harga perak hampir tidak bergerak (naik hanya 2%) sementara emas datar. Rasio saat ini menunjukkan cerita yang berbeda. Saat ini sekitar 50:1, level ini belum terlihat sejak 2011. Ini menunjukkan bahwa emas diperdagangkan dengan diskon signifikan dibandingkan perak—berpotensi menjadikannya pilihan nilai yang lebih baik menjelang paruh kedua tahun 2026.
Mengapa Emas Mungkin Memiliki Keunggulan atas Perak Saat Ini
Jika harus memilih antara kedua logam ini di tahun 2026, emas tampak lebih menarik. Berikut alasannya: kenaikan pesat perak sebesar 145% tahun lalu menunjukkan bahwa logam ini mungkin terlalu panas dan siap untuk koreksi. Pilihan yang lebih berisiko untuk 2026 mungkin sebenarnya adalah logam putih ini, bukan emas.
Emas memiliki faktor fundamental yang mendukungnya. Rasio emas-perak menunjukkan bahwa emas relatif undervalued. Lebih penting lagi, emas tetap menjadi aset utama saat ketidakpastian meningkat. Selama periode pasar yang benar-benar menantang, investor secara konsisten beralih ke emas dibandingkan logam mulia lainnya. ETF SPDR Gold Shares kemungkinan akan menjadi pilihan yang lebih bijaksana di antara keduanya.
Namun, perlu diingat, sebuah kata peringatan. Meskipun emas dan perak baru-baru ini berkinerja luar biasa, sejarah menunjukkan bahwa lonjakan ini tidak berlangsung selamanya. Apresiasi yang cepat dalam waktu yang terbatas dapat menyebabkan pembalikan tajam dan volatilitas yang meningkat. Daripada menempatkan portofolio Anda secara berlebihan pada logam mulia, anggaplah mereka sebagai salah satu alat di antara banyak lainnya.
Membangun Strategi Logam Mulia yang Lebih Cerdas
Diversifikasi melalui saham dividen, dana indeks, dan saham undervalued menawarkan perlindungan tambahan jika Anda khawatir tentang turbulensi pasar. Emas dan perak tentu dapat membantu mendiversifikasi kepemilikan Anda, tetapi kinerja terbaru mereka jauh dari tipikal. Jangan berasumsi bahwa kenaikan ini akan berlanjut—pola historis menunjukkan sebaliknya.
Pilihan antara emas dan perak akhirnya bergantung pada toleransi risiko dan jangka waktu investasi Anda. Bagi yang mencari stabilitas dan karakter safe-haven tradisional, emas menawarkan kasus yang lebih meyakinkan di tahun 2026. Bagi yang mengejar momentum, perak mungkin menarik—tapi ingat bahwa apa yang naik tajam cenderung turun dengan cepat pula.
Ingatlah bahwa tidak satu pun dari logam mulia ini merupakan pengganti portofolio yang terdiversifikasi dengan baik. Gunakan mereka secara strategis, pantau rasio emas-perak sebagai panduan valuasi, dan hindari godaan untuk overallocasi saat harga sedang melonjak. Di saat itulah risiko nyata muncul.