Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Bagaimana Kepulauan Marshall Menjadi Negara Pertama yang Meluncurkan Program UBI Berbasis Blockchain
Kepulauan Marshall baru saja mencapai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya: meluncurkan sistem pendapatan dasar universal on-chain pertama di dunia menggunakan teknologi blockchain. Melalui kemitraan dengan Stellar Development Foundation dan penyedia infrastruktur Crossmint, negara pulau ini meluncurkan USDM1, obligasi berdaulat yang bersifat digital asli, untuk menggantikan pengiriman uang tunai kuartalan dengan transfer digital instan kepada warga di seluruh komunitas pulau yang tersebar.
Inilah yang membuat ini luar biasa: Kepulauan Marshall menghadapi tantangan unik. Bayangkan puluhan pulau yang dihuni tersebar di seluruh jarak laut yang luas dengan infrastruktur fisik yang terbatas. Mengirim uang tunai kepada warga berarti pengiriman kuartalan yang mahal dan memakan waktu. Blockchain menyelesaikan ini secara elegan—dengan memungkinkan transfer langsung dan instan tanpa beban logistik.
Inovasi Teknis di Balik USDM1
USDM1 beroperasi sebagai obligasi berdaulat yang dinominasikan dalam dolar AS, sepenuhnya didukung oleh surat utang Treasury jangka pendek AS yang disimpan dalam trust independen. Warga menerima dana melalui Lomalo, aplikasi dompet digital yang dibangun khusus oleh Crossmint, langsung di jaringan Stellar. Sistem ini menggunakan struktur Brady-bond—kerangka kerja yang terbukti telah menjadi dasar keuangan berdaulat selama puluhan tahun—namun menerapkannya pada infrastruktur blockchain untuk pertama kalinya.
Struktur ini penting karena memisahkan program dari penerbitan mata uang. Seperti yang dijelaskan oleh Kementerian Keuangan Kepulauan Marshall, ENRA (nama lokal untuk program UBI) adalah “program distribusi fiskal, bukan inisiatif mata uang.” Setiap unit digital didukung secara satu-ke-satu oleh surat berharga Treasury, menjaga segregasi hukum penuh dan hak penebusan.
Mengapa Ini Penting untuk Inklusi Keuangan
Inisiatif Kepulauan Marshall menunjukkan sesuatu yang krusial: adopsi blockchain bukan tentang spekulasi atau hype. Ini tentang menyelesaikan masalah dunia nyata di mana sistem tradisional gagal. Ketika Anda tinggal di pulau dengan infrastruktur perbankan yang terbatas, transfer digital instan bukan hanya nyaman—tetapi juga transformatif.
CEO SDF Denelle Dixon mengungkapkannya dengan sempurna: program ini menjadi contoh “apa yang terlihat seperti adopsi teknologi blockchain,” memungkinkan akses keuangan sehari-hari di tempat yang sebelumnya tidak ada. Kepulauan Marshall tidak mengorbankan kedaulatan moneter maupun teknologi; mereka memanfaatkan blockchain sebagai alat praktis yang dirancang khusus untuk kendala geografis dan infrastruktur mereka.
Model ini bisa menjadi cetak biru bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa—membuktikan bahwa nilai sejati blockchain terletak pada penyelesaian masalah nyata, bukan menggantikan sistem yang sudah berjalan dengan baik.