Presidential Donald Trump menunjukkan tekad Amerika untuk menjadi pemimpin global di industri crypto, sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mencegah kemajuan China di sektor aset digital. Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, mantan presiden menyoroti bagaimana dukungannya terhadap undang-undang yang bertujuan memperkuat ekosistem crypto sebagai bagian dari kepentingan nasional negara.
Upaya ini dimulai tahun lalu (2024) saat dia menandatangani GENIUS Act yang menjadi tonggak sejarah, sebuah undang-undang yang fokus pada pemberian kerangka regulasi yang jelas untuk stablecoin dan aset digital lainnya. Ini bukan sekadar dukungan terhadap industri—melainkan langkah strategis dalam kompetisi geopolitik, menurut Trump.
Mengapa Crypto Penting dalam Strategi AS
Trump secara tegas menyatakan bahwa kebijakan crypto adalah salah satu prioritasnya karena dua alasan utama. Pertama, melihat keuntungan politik—perusahaan crypto dan pemangku kepentingannya memberikan dukungan besar, termasuk ratusan juta USD ke komite aksi politik yang memberikan sumbangan besar untuk pemilu 2024 dan mempersiapkan pemilu tengah tahun 2026.
Namun alasan yang lebih mendalam adalah geopolitik. Seperti industri AI, Trump percaya bahwa Amerika harus mengunci pasar crypto sebelum dikuasai China. Pesannya jelas: jika AS tidak bertindak, mereka akan menjadi pengikut di industri yang akan menjadi fundamental bagi ekonomi global.
GENIUS Act dan Langkah Selanjutnya di Pasar
Upaya administrasi tidak berhenti di GENIUS Act. Saat ini, Senat AS sedang meninjau legislasi struktur pasar yang lebih komprehensif melalui dua komite kongres. Para analis memperkirakan salah satu komite akan merilis draft RUU pada bulan April mendatang, sementara yang lain telah memberikan suara dan masih meninjau undang-undang tersebut.
Regulasi yang diusulkan bertujuan menciptakan kerangka yang konsisten di pasar, memberikan kejelasan bagi pelaku usaha dan investor. Trump menyatakan berharap undang-undang ini dapat ditandatangani “secepat mungkin,” menunjukkan momentum dalam proses legislatif.
Bagaimana SEC Mengatur Tokenized Asset
Seiring dengan upaya eksekutif dan legislatif, Securities and Exchange Commission (SEC) merilis panduan regulasi baru yang bertujuan menyederhanakan kerangka kerja untuk sekuritas tokenized. SEC membedakan secara tajam antara dua jenis produk tokenized:
Securities tokenized yang didukung penerbit – Ditawarkan langsung oleh perusahaan yang mewakili kepemilikan nyata (ekuitas). Produk ini lebih mudah disetujui dan diatur karena memiliki hubungan yang jelas dengan aset dasar dan akuntabilitas penerbit.
Produk sintetis pihak ketiga – Produk yang hanya menawarkan eksposur atau hak kustodian, bukan kepemilikan nyata. SEC lebih khawatir terhadap produk ini, terutama jika menargetkan investor ritel, karena profil risikonya lebih tinggi.
Filosofi regulasi ini jelas: mendorong tokenisasi yang dikendalikan penerbit dan sepenuhnya transparan sambil mengurangi proliferasi produk ekuitas sintetis di kalangan investor ritel. Ini adalah pendekatan seimbang—mendukung inovasi sekaligus melindungi konsumen.
Aplikasi Nyata: Pudgy Penguins sebagai Merek NFT-Native
Upaya ini terlihat dalam aplikasi dunia nyata di mana IP tradisional dan blockchain digabungkan. Pudgy Penguins menjadi salah satu merek NFT-native terkuat dalam siklus ini, beralih dari barang mewah digital spekulatif menuju platform IP konsumen yang komprehensif.
Strategi proyek ini canggih: pertama menarik pengguna utama melalui mainan dan kemitraan ritel, kemudian mengonversi mereka ke Web3 melalui game, NFT, dan token PENGU. Ekosistem ini mencakup produk phygital (penjualan ritel lebih dari $13 juta dan lebih dari 1 juta unit terjual), game dengan lebih dari 500K unduhan dalam dua minggu, dan airdrop token yang didistribusikan secara luas ke lebih dari 6 juta dompet.
Keberhasilan Pudgy membuktikan bahwa strategi tokenisasi yang tepat dapat menghasilkan penciptaan nilai berkelanjutan, di mana Web3 menjadi ekstensi alami dari keterlibatan konsumen, bukan pasar spekulatif terpisah.
Gambaran Lebih Besar: Sistem Upaya untuk Dominasi
Gabungan tindakan eksekutif (GENIUS Act), inisiatif legislatif (RUU struktur pasar), kejelasan regulasi (panduan SEC), dan inovasi bisnis (model Pudgy) menunjukkan upaya terkoordinasi dari AS untuk mendominasi lanskap crypto. Ini bukan kebetulan—melainkan strategi yang dirancang untuk merespons kompetisi global dan kebutuhan ekonomi digital.
Pesan dari Trump dan pemerintah AS adalah bahwa crypto bukan sekadar aset spekulatif, melainkan infrastruktur penting untuk masa depan. Upaya mengendalikan dan memimpin ruang ini akan menjadi kompetisi utama dalam dekade mendatang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Upaya Trump untuk Menjadikan Crypto sebagai Kekuatan Amerika Serikat Melawan China
Presidential Donald Trump menunjukkan tekad Amerika untuk menjadi pemimpin global di industri crypto, sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mencegah kemajuan China di sektor aset digital. Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, mantan presiden menyoroti bagaimana dukungannya terhadap undang-undang yang bertujuan memperkuat ekosistem crypto sebagai bagian dari kepentingan nasional negara.
Upaya ini dimulai tahun lalu (2024) saat dia menandatangani GENIUS Act yang menjadi tonggak sejarah, sebuah undang-undang yang fokus pada pemberian kerangka regulasi yang jelas untuk stablecoin dan aset digital lainnya. Ini bukan sekadar dukungan terhadap industri—melainkan langkah strategis dalam kompetisi geopolitik, menurut Trump.
Mengapa Crypto Penting dalam Strategi AS
Trump secara tegas menyatakan bahwa kebijakan crypto adalah salah satu prioritasnya karena dua alasan utama. Pertama, melihat keuntungan politik—perusahaan crypto dan pemangku kepentingannya memberikan dukungan besar, termasuk ratusan juta USD ke komite aksi politik yang memberikan sumbangan besar untuk pemilu 2024 dan mempersiapkan pemilu tengah tahun 2026.
Namun alasan yang lebih mendalam adalah geopolitik. Seperti industri AI, Trump percaya bahwa Amerika harus mengunci pasar crypto sebelum dikuasai China. Pesannya jelas: jika AS tidak bertindak, mereka akan menjadi pengikut di industri yang akan menjadi fundamental bagi ekonomi global.
GENIUS Act dan Langkah Selanjutnya di Pasar
Upaya administrasi tidak berhenti di GENIUS Act. Saat ini, Senat AS sedang meninjau legislasi struktur pasar yang lebih komprehensif melalui dua komite kongres. Para analis memperkirakan salah satu komite akan merilis draft RUU pada bulan April mendatang, sementara yang lain telah memberikan suara dan masih meninjau undang-undang tersebut.
Regulasi yang diusulkan bertujuan menciptakan kerangka yang konsisten di pasar, memberikan kejelasan bagi pelaku usaha dan investor. Trump menyatakan berharap undang-undang ini dapat ditandatangani “secepat mungkin,” menunjukkan momentum dalam proses legislatif.
Bagaimana SEC Mengatur Tokenized Asset
Seiring dengan upaya eksekutif dan legislatif, Securities and Exchange Commission (SEC) merilis panduan regulasi baru yang bertujuan menyederhanakan kerangka kerja untuk sekuritas tokenized. SEC membedakan secara tajam antara dua jenis produk tokenized:
Securities tokenized yang didukung penerbit – Ditawarkan langsung oleh perusahaan yang mewakili kepemilikan nyata (ekuitas). Produk ini lebih mudah disetujui dan diatur karena memiliki hubungan yang jelas dengan aset dasar dan akuntabilitas penerbit.
Produk sintetis pihak ketiga – Produk yang hanya menawarkan eksposur atau hak kustodian, bukan kepemilikan nyata. SEC lebih khawatir terhadap produk ini, terutama jika menargetkan investor ritel, karena profil risikonya lebih tinggi.
Filosofi regulasi ini jelas: mendorong tokenisasi yang dikendalikan penerbit dan sepenuhnya transparan sambil mengurangi proliferasi produk ekuitas sintetis di kalangan investor ritel. Ini adalah pendekatan seimbang—mendukung inovasi sekaligus melindungi konsumen.
Aplikasi Nyata: Pudgy Penguins sebagai Merek NFT-Native
Upaya ini terlihat dalam aplikasi dunia nyata di mana IP tradisional dan blockchain digabungkan. Pudgy Penguins menjadi salah satu merek NFT-native terkuat dalam siklus ini, beralih dari barang mewah digital spekulatif menuju platform IP konsumen yang komprehensif.
Strategi proyek ini canggih: pertama menarik pengguna utama melalui mainan dan kemitraan ritel, kemudian mengonversi mereka ke Web3 melalui game, NFT, dan token PENGU. Ekosistem ini mencakup produk phygital (penjualan ritel lebih dari $13 juta dan lebih dari 1 juta unit terjual), game dengan lebih dari 500K unduhan dalam dua minggu, dan airdrop token yang didistribusikan secara luas ke lebih dari 6 juta dompet.
Keberhasilan Pudgy membuktikan bahwa strategi tokenisasi yang tepat dapat menghasilkan penciptaan nilai berkelanjutan, di mana Web3 menjadi ekstensi alami dari keterlibatan konsumen, bukan pasar spekulatif terpisah.
Gambaran Lebih Besar: Sistem Upaya untuk Dominasi
Gabungan tindakan eksekutif (GENIUS Act), inisiatif legislatif (RUU struktur pasar), kejelasan regulasi (panduan SEC), dan inovasi bisnis (model Pudgy) menunjukkan upaya terkoordinasi dari AS untuk mendominasi lanskap crypto. Ini bukan kebetulan—melainkan strategi yang dirancang untuk merespons kompetisi global dan kebutuhan ekonomi digital.
Pesan dari Trump dan pemerintah AS adalah bahwa crypto bukan sekadar aset spekulatif, melainkan infrastruktur penting untuk masa depan. Upaya mengendalikan dan memimpin ruang ini akan menjadi kompetisi utama dalam dekade mendatang.