Pejabat keuangan teratas Jepang memantau secara ketat pergerakan mata uang. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menandai bahwa otoritas sedang memantau situasi dengan urgensi yang cukup besar. Langkah ini menandakan peningkatan kewaspadaan dari lembaga keuangan Tokyo karena volatilitas pasar terus menarik perhatian dari pembuat kebijakan di seluruh dunia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
rekt_but_vibing
· 2jam yang lalu
Di Jepang sana lagi memperhatikan nilai tukar, rasanya setiap kali Federal Reserve bergerak besar, Asia harus ikut tegang
Lihat AsliBalas0
OnchainUndercover
· 2jam yang lalu
Satu lagi negara sedang memantau pasar, sepertinya semua orang menjadi gelisah
Lihat AsliBalas0
GasGuzzler
· 9jam yang lalu
Jepang kembali menjadi tegang... Fluktuasi nilai tukar benar-benar mimpi buruk bagi bank sentral di berbagai negara
Lihat AsliBalas0
TokenomicsDetective
· 01-23 09:55
Jepang kembali tegang, fluktuasi nilai tukar ini benar-benar tidak ada habisnya
Lihat AsliBalas0
WalletDetective
· 01-23 09:48
Bank of Japan kembali mulai tegang, gelombang fluktuasi di dunia kripto ini memang cukup keras
Lihat AsliBalas0
ImpermanentPhobia
· 01-23 09:46
Jepang kembali merasa cemas, fluktuasi nilai tukar yang begitu tajam membuat siapa pun sulit tidur nyenyak...
Lihat AsliBalas0
NotFinancialAdviser
· 01-23 09:46
Jepang kembali tegang, setiap kali nilai tukar bergerak harus keluar dan berteriak, pola ini sudah saya bosan dengan itu
Lihat AsliBalas0
LiquidationSurvivor
· 01-23 09:32
Yen lagi ribut lagi, para bank sentral benar-benar cemas
Pejabat keuangan teratas Jepang memantau secara ketat pergerakan mata uang. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menandai bahwa otoritas sedang memantau situasi dengan urgensi yang cukup besar. Langkah ini menandakan peningkatan kewaspadaan dari lembaga keuangan Tokyo karena volatilitas pasar terus menarik perhatian dari pembuat kebijakan di seluruh dunia.