「Perpecahan di medan kontrak berkelanjutan」Hyperliquid menjadi pilihan utama trader, setelah platform pesaing yang melakukan airdrop menjadi kurang diminati setelah meredup

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Dalam upaya mencapai leverage tinggi dan desentralisasi dalam permainan, trader secara bertahap mulai menggunakan uang nyata untuk voting. Kompetisi kontrak perpetual DEX yang sengit ini telah menunjukkan pemenangnya—Hyperliquid dengan pengalaman trading yang luar biasa dan kedalaman likuiditasnya, dengan cepat menjadi pilihan utama trader, sementara platform seperti Aster, Lighter, dan lainnya, setelah hype airdrop mereda, menghadapi masalah likuiditas yang cepat menyusut.

Indikator yang Benar-benar Dipedulikan Trader: Open Interest Jauh Mengungguli Volume Perdagangan

Secara kasat mata, skor utama dalam kompetisi ini adalah volume perdagangan. Berdasarkan data CryptoRank dan DefiLlama, dalam 7 hari terakhir, volume perdagangan kontrak perpetual Hyperliquid mencapai 40,7 miliar dolar AS, secara signifikan mengungguli Aster dengan 31,7 miliar dolar dan Lighter dengan 25,3 miliar dolar. Namun, angka-angka ini hanyalah puncak gunung es.

Indikator yang benar-benar menentukan kemenangan adalah “Open Interest”—angka yang tampak rumit ini sebenarnya mencerminkan apakah trader bersedia terus menanggung risiko, atau hanya mengejar keuntungan jangka pendek. Dalam 24 jam terakhir, Open Interest Hyperliquid mencapai 9,57 miliar dolar AS; sementara itu, total DEX yang mencakup Aster, Lighter, Variational, edgeX, dan Paradex hanya sekitar 7,34 miliar dolar AS.

Makna dari data ini sangat jelas: trader menunjukkan dengan tindakan bahwa Hyperliquid telah menjadi platform pilihan mereka untuk mengunci posisi risiko, bukan sekadar tempat lalu lintas sementara. Trader yang aktif dan bersedia menanggung risiko posisi mereka semuanya berada di Hyperliquid.

Perangkap Mekanisme Insentif: Ledakan Lalu Lintas Jangka Pendek Tidak Bisa Menjaga Keterikatan Jangka Panjang

Di balik perbedaan ini tersembunyi sebuah kenyataan yang perlu diwaspadai: banyak DEX terlalu bergantung pada insentif token untuk menarik lalu lintas, tetapi sulit mengubah hype jangka pendek menjadi aktivitas trading jangka panjang.

Sebagai contoh, Lighter. Platform ini sempat mengalami lonjakan volume trading sementara menjelang airdrop Desember 2025; tetapi setelah distribusi token selesai, hype pasar dengan cepat meredup, volume trading mingguan dari 600 juta dolar AS di bulan Desember merosot tajam menjadi sekitar 200 juta dolar—berkali-kali lipat turun. Ini bukan kasus tunggal.

CEO BitMEX Stephan Lutz pernah memperingatkan di Token2049 bahwa insentif token pada dasarnya adalah “menggunakan uang untuk membeli iklan”—mampu menghasilkan ledakan lalu lintas sesaat, tetapi tidak selalu mampu membangun trader nyata yang bersedia menanggung risiko jangka panjang. Setelah insentif kembali ke level normal, likuiditas pun akan cepat menghilang. Inilah yang sedang dialami oleh platform seperti Lighter, Aster, dan lainnya.

Keunggulan Hyperliquid: Mengapa Trader Memilih Bertahan

Sebaliknya, Hyperliquid tidak bergantung pada insentif berlebihan, tetapi mampu mempertahankan Open Interest tertinggi di industri. Apa artinya ini? Bahwa trader bukan tertarik karena insentif, melainkan karena pengalaman trading yang lebih baik dan kedalaman likuiditas yang lebih dalam.

Fasilitas pencocokan order yang efisien, slippage rendah, dan kedalaman likuiditas yang cukup, adalah nilai nyata bagi trader profesional. Keunggulan ini tidak bisa diimbangi hanya dengan airdrop, dan tidak mudah ditiru oleh pesaing.

Keterputusan Harga Token dan Kegunaan: Dari Keberhasilan Operasional ke Masalah Investasi

Namun, meskipun Hyperliquid secara operasional unggul secara nyata, performa harga token HYPE tidak mengikuti secara sepadan. Ini mencerminkan masalah mendalam: pasar saat ini masih memiliki keraguan mendasar terhadap model distribusi token DeFi, mekanisme akumulasi nilai, dan manfaat ekonomi jangka panjangnya.

Dengan kata lain, pasar telah memisahkan “kegunaan platform dan volume trading” dari “nilai investasi token”. Hyperliquid memenangkan kepercayaan dan pilihan trader, tetapi belum mampu mengubah keunggulan ini menjadi manfaat ekonomi jangka panjang bagi pemegang token.

Ini juga menandai tantangan berikutnya: apakah bisa membangun model ekonomi yang berkelanjutan, di mana trader dan pemegang token sama-sama mendapatkan manfaat, menjadi kunci utama agar Hyperliquid bisa menjadi pemenang akhir dalam kompetisi DEX kontrak perpetual.

HYPE-0,31%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan