Masalah data pelatihan kecerdasan buatan terus memicu konflik hukum yang signifikan. Baru-baru ini, gugatan class action menuduh Adobe menggunakan karya sastra penulis secara tidak sah dalam proses pengembangan sistem AI-nya, menimbulkan pertanyaan yang semakin mendesak tentang bagaimana perusahaan teknologi mengumpulkan dan menggunakan konten yang dilindungi hak cipta.
Adobe dalam sorotan: rincian kontroversi
Kasus ini berpusat pada model SlimLM dari perusahaan California tersebut. Menurut gugatan yang diajukan oleh Elizabeth Lyon, penulis dari Oregon yang mengkhususkan diri dalam buku panduan non-fiksi, Adobe diduga memanfaatkan versi bajakan dari sejumlah buku—termasuk karya dari penggugat sendiri—untuk pra-pelatihan SlimLM. Perusahaan menggambarkan proyek ini sebagai rangkaian model bahasa kompak, dirancang untuk mengoptimalkan tugas pengolahan dokumen di perangkat mobile.
Permasalahan ini berakar pada rangkaian dataset yang diproses. SlimLM diduga didasarkan pada SlimPajama-627B, sebuah dataset multi-korpus dan sumber terbuka yang dirilis oleh Cerebras pada Juni 2023. Namun, menurut gugatan, SlimPajama merupakan turunan yang dimanipulasi dari dataset RedPajama, yang pada gilirannya mencakup koleksi Books3—basis data berisi 191.000 volume yang digunakan untuk melatih sistem generatif AI.
Masalah sistemik dalam industri
Gugatan hukum ini merupakan babak lain dari sengketa yang melanda industri teknologi. Pada September lalu, Apple digugat dengan tuduhan serupa terkait model Apple Intelligence-nya, sementara pada Oktober gugatan ini juga meluas ke Salesforce. Kedua kasus tersebut berpusat pada penggunaan dataset yang mengandung materi yang dilindungi hak cipta tanpa izin maupun kompensasi kepada penulis asli.
Isu ini menjadi semakin penting mengingat kesepakatan yang dicapai antara Anthropic dan beberapa penulis: perusahaan tersebut setuju membayar 1,5 miliar dolar untuk menyelesaikan sengketa terkait penggunaan karya bajakan dalam pelatihan chatbot Claude. Transaksi ini dapat menjadi preseden penting untuk sengketa di masa depan di sektor ini.
Firefly dan strategi AI Adobe
Perlu ditekankan bahwa Firefly, rangkaian multimedia generatif yang diluncurkan oleh Adobe mulai tahun 2023, merupakan pusat dari strategi perusahaan menuju kecerdasan buatan. Namun, sengketa hukum ini berisiko merusak kredibilitas seluruh ekosistem solusi AI Adobe dan memicu pengawasan regulasi lebih ketat terhadap industri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lanskap hukum AI menjadi semakin kompleks: pertarungan hak cipta dalam pembelajaran mesin
Masalah data pelatihan kecerdasan buatan terus memicu konflik hukum yang signifikan. Baru-baru ini, gugatan class action menuduh Adobe menggunakan karya sastra penulis secara tidak sah dalam proses pengembangan sistem AI-nya, menimbulkan pertanyaan yang semakin mendesak tentang bagaimana perusahaan teknologi mengumpulkan dan menggunakan konten yang dilindungi hak cipta.
Adobe dalam sorotan: rincian kontroversi
Kasus ini berpusat pada model SlimLM dari perusahaan California tersebut. Menurut gugatan yang diajukan oleh Elizabeth Lyon, penulis dari Oregon yang mengkhususkan diri dalam buku panduan non-fiksi, Adobe diduga memanfaatkan versi bajakan dari sejumlah buku—termasuk karya dari penggugat sendiri—untuk pra-pelatihan SlimLM. Perusahaan menggambarkan proyek ini sebagai rangkaian model bahasa kompak, dirancang untuk mengoptimalkan tugas pengolahan dokumen di perangkat mobile.
Permasalahan ini berakar pada rangkaian dataset yang diproses. SlimLM diduga didasarkan pada SlimPajama-627B, sebuah dataset multi-korpus dan sumber terbuka yang dirilis oleh Cerebras pada Juni 2023. Namun, menurut gugatan, SlimPajama merupakan turunan yang dimanipulasi dari dataset RedPajama, yang pada gilirannya mencakup koleksi Books3—basis data berisi 191.000 volume yang digunakan untuk melatih sistem generatif AI.
Masalah sistemik dalam industri
Gugatan hukum ini merupakan babak lain dari sengketa yang melanda industri teknologi. Pada September lalu, Apple digugat dengan tuduhan serupa terkait model Apple Intelligence-nya, sementara pada Oktober gugatan ini juga meluas ke Salesforce. Kedua kasus tersebut berpusat pada penggunaan dataset yang mengandung materi yang dilindungi hak cipta tanpa izin maupun kompensasi kepada penulis asli.
Isu ini menjadi semakin penting mengingat kesepakatan yang dicapai antara Anthropic dan beberapa penulis: perusahaan tersebut setuju membayar 1,5 miliar dolar untuk menyelesaikan sengketa terkait penggunaan karya bajakan dalam pelatihan chatbot Claude. Transaksi ini dapat menjadi preseden penting untuk sengketa di masa depan di sektor ini.
Firefly dan strategi AI Adobe
Perlu ditekankan bahwa Firefly, rangkaian multimedia generatif yang diluncurkan oleh Adobe mulai tahun 2023, merupakan pusat dari strategi perusahaan menuju kecerdasan buatan. Namun, sengketa hukum ini berisiko merusak kredibilitas seluruh ekosistem solusi AI Adobe dan memicu pengawasan regulasi lebih ketat terhadap industri.