Pernah mendengar sebuah pandangan yang sangat menarik: ketika "mengunggah ke blockchain" sendiri menjadi akhir dari segalanya, justru itu adalah awal dari masalah.
RWA dalam dua tahun terakhir memang sedang hangat, tetapi ada sebuah mantra — terlalu banyak proyek terjebak dalam lubang yang sama: berusaha keras menekankan kepatuhan identitas, posisi di chain, hasilnya? Menjadi sekadar "pameran yang patuh", terlihat keren dan mewah, tetapi saat harus melakukan transaksi, likuiditasnya sangat tipis dan mengejutkan.
Inilah inti permasalahannya. RWA seharusnya tidak berhenti hanya dengan mengunggah ke blockchain. Itu hanyalah dasar. Yang penting adalah pasar transaksi di belakangnya, penemuan harga, likuiditas nyata — hal-hal ini yang menjadi nyawa dari RWA agar bisa hidup dan berkembang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Blockchainiac
· 8jam yang lalu
Benar sekali, mengunggah ke blockchain sebenarnya baru awal, bukan akhir. Sekarang banyak proyek RWA hanya berpikir untuk mendapatkan tag kepatuhan saja, lalu likuiditasnya bagaimana? Sama sekali tidak ada yang melakukan transaksi.
Masalah sebenarnya adalah proyek-proyek ini lupa satu hal, bahwa blockchain sebenarnya dibuat untuk meningkatkan efisiensi, tetapi hasilnya malah menjadi museum digital.
Bagus sekali, logika bahwa semuanya selesai setelah di-chain seharusnya sudah dipatahkan sejak lama. Saya setiap hari melihat di grup semacam "pameran kepatuhan" ini, likuiditasnya mati seperti apa pun, apa gunanya? Hanya sekumpulan angka yang cantik saja. RWA yang sebenarnya harus hidup, bukan hanya berbaring di chain sebagai hiasan.
Lihat AsliBalas0
RektRecorder
· 8jam yang lalu
Sejujurnya, on-chain sendiri sudah menjadi kedok, banyak proyek yang menganggap "kepatuhan" sebagai tameng
Likuiditas adalah kunci utama, RWA yang tidak ada yang membelinya hanyalah koleksi museum
Lihat AsliBalas0
ContractBugHunter
· 8jam yang lalu
Benar sekali, mengunggah ke blockchain hanyalah awal, bukan akhir. Saat ini terlalu banyak proyek RWA yang salah arah, hanya fokus pada promosi dengan mengandalkan kepatuhan, hasilnya tidak banyak orang yang melakukan jual beli. Likuiditas adalah kunci utama.
Lihat AsliBalas0
FOMOmonster
· 8jam yang lalu
Tidak ada yang salah, on-chain sendiri hanyalah sebuah kedok, pertarungan sebenarnya ada di likuiditas.
---
Sekali lagi proyek PPT yang banyak, meskipun tertulis sesuai regulasi sebaik apapun, apa gunanya, tidak ada yang mau membayar.
---
Likuiditas adalah kunci utama, tanpa itu semuanya sia-sia.
---
Lini RWA sekarang hanyalah permainan kosong, meskipun terlihat gemerlap di luar, di baliknya semua adalah kedalaman transaksi yang lemah.
---
Saya hanya ingin tahu seberapa dalam kedalaman transaksi dari proyek RWA yang paling banyak dipuji?
---
Haha, pamer regulasi terlalu hebat, memang hanya keramaian palsu.
---
Jadi sekarang masuk ke proyek RWA hanyalah taruhan apakah likuiditas bisa bertahan hidup, seberapa besar peluangnya.
---
Ini adalah inti dari masalahnya, semua orang hanya berpikir tentang on-chain, tidak ada yang benar-benar membangun pasar.
Pernah mendengar sebuah pandangan yang sangat menarik: ketika "mengunggah ke blockchain" sendiri menjadi akhir dari segalanya, justru itu adalah awal dari masalah.
RWA dalam dua tahun terakhir memang sedang hangat, tetapi ada sebuah mantra — terlalu banyak proyek terjebak dalam lubang yang sama: berusaha keras menekankan kepatuhan identitas, posisi di chain, hasilnya? Menjadi sekadar "pameran yang patuh", terlihat keren dan mewah, tetapi saat harus melakukan transaksi, likuiditasnya sangat tipis dan mengejutkan.
Inilah inti permasalahannya. RWA seharusnya tidak berhenti hanya dengan mengunggah ke blockchain. Itu hanyalah dasar. Yang penting adalah pasar transaksi di belakangnya, penemuan harga, likuiditas nyata — hal-hal ini yang menjadi nyawa dari RWA agar bisa hidup dan berkembang.