Sebuah perpecahan signifikan telah muncul di dalam komunitas kripto mengenai arah regulasi. Charles Hoskinson dari Cardano baru-baru ini menyuarakan kritik keras terhadap arsitek kebijakan Ripple—khususnya menentang dukungan terhadap kerangka Undang-Undang CLARITY yang diusulkan yang mengatur pasar aset digital. Perlawanan Hoskinson menyoroti perbedaan mendasar: sementara beberapa pemimpin industri melihat legislasi yang terstruktur sebagai jalan menuju adopsi institusional dan kejelasan regulasi, yang lain berpendapat bahwa beberapa usulan dapat menghambat inovasi atau memusatkan kekuasaan secara tidak menguntungkan. Undang-Undang CLARITY mewakili salah satu dari beberapa visi bersaing tentang bagaimana pemerintah harus mendekati regulasi kripto. Dukungan Ripple menandakan taruhan perusahaan pada penerimaan arus utama melalui regulasi formal, sementara oposisi Hoskinson menunjukkan kekhawatiran tentang mekanisme atau implikasi spesifik dari RUU tersebut untuk sistem terdesentralisasi. Perdebatan ini menegaskan bagaimana bahkan di tingkat kepemimpinan Web3, konsensus tentang kerangka regulasi tetap sulit dicapai—sebuah ketegangan penting saat pembuat kebijakan di seluruh dunia bergulat dengan pengawasan aset digital.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AlgoAlchemist
· 5jam yang lalu
ngl Hoskinson dan Ripple kembali berselisih... Kedua teman ini benar-benar memiliki pemahaman yang sangat berbeda tentang regulasi
Lihat AsliBalas0
DegenDreamer
· 5jam yang lalu
ngl ripple lagi mau menjual diri ke keuangan tradisional lagi, clarity act bukannya ingin memasukkan crypto ke dalam kandang?
哈,又是那套老剧本。Ripple ingin mengandalkan CLARITY Act untuk masuk pasar, Charles langsung memutuskan hubungan, grafik ini terlihat seperti kepala dan bahu.
---
Masalah regulasi... dari segi teknikal sinyal bearish sudah sangat jelas.
---
Saya sudah bilang, kerangka kerja yang didukung oleh institusi-institusi itu, lambat laun akan menjadi jebakan. Puncak tertinggi dalam sejarah selalu seperti ini.
---
Ripple ini sedang menanam ranjau untuk seluruh ekosistem, tidak bisa dilihat kah?
---
Mulai lagi pola baru untuk mengumpulkan keuntungan, CLARITY Act bukannya malah menambah sinyal bullish.
---
Benar-benar tidak suka dengan perpecahan seperti ini, kenapa tidak ada yang bisa mencapai kesepakatan, seluruh pasar jadi kacau.
---
Mencari dasar bottom? Tunggu MACD golden cross dulu, masuk sekarang sama saja menangkap pisau terbang.
---
Konsentrasi kekuasaan, inovasi terhambat, bukankah ini tanda awal dari siklus kemunduran? Indikator semua menunjuk ke bahaya.
Sebuah perpecahan signifikan telah muncul di dalam komunitas kripto mengenai arah regulasi. Charles Hoskinson dari Cardano baru-baru ini menyuarakan kritik keras terhadap arsitek kebijakan Ripple—khususnya menentang dukungan terhadap kerangka Undang-Undang CLARITY yang diusulkan yang mengatur pasar aset digital. Perlawanan Hoskinson menyoroti perbedaan mendasar: sementara beberapa pemimpin industri melihat legislasi yang terstruktur sebagai jalan menuju adopsi institusional dan kejelasan regulasi, yang lain berpendapat bahwa beberapa usulan dapat menghambat inovasi atau memusatkan kekuasaan secara tidak menguntungkan. Undang-Undang CLARITY mewakili salah satu dari beberapa visi bersaing tentang bagaimana pemerintah harus mendekati regulasi kripto. Dukungan Ripple menandakan taruhan perusahaan pada penerimaan arus utama melalui regulasi formal, sementara oposisi Hoskinson menunjukkan kekhawatiran tentang mekanisme atau implikasi spesifik dari RUU tersebut untuk sistem terdesentralisasi. Perdebatan ini menegaskan bagaimana bahkan di tingkat kepemimpinan Web3, konsensus tentang kerangka regulasi tetap sulit dicapai—sebuah ketegangan penting saat pembuat kebijakan di seluruh dunia bergulat dengan pengawasan aset digital.