Pengadilan Agung AS akan memeriksa keabsahan surat perintah geofence—teknik pengawasan yang digunakan penegak hukum untuk melacak data lokasi individu. Kasus ini dapat mengubah cara otoritas menggunakan alat investigasi berbasis lokasi, menimbulkan pertanyaan penting tentang hak privasi di era digital. Bagi komunitas Web3 dan kripto, putusan ini membawa implikasi signifikan: protokol yang berfokus pada privasi dan sistem terdesentralisasi sering kali memposisikan diri sebagai alternatif terhadap pengumpulan data terpusat. Keputusan pengadilan yang membatasi pengawasan geofence tanpa surat perintah dapat memperkuat argumen yang mendukung solusi blockchain yang berorientasi pada privasi. Hasilnya mungkin mempengaruhi bagaimana pemerintah mendekati standar privasi digital dan dapat menetapkan preseden untuk teknologi pemantauan yang digunakan di berbagai sektor.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PanicSeller
· 6jam yang lalu
Keren banget, sekarang pemerintah nggak semudah itu untuk menargetkan kita
Lihat AsliBalas0
AirdropSweaterFan
· 6jam yang lalu
Kembali lagi, pengadilan AS kali ini akan mengatur pengawasan geofencing? Sudah saatnya diatur, big data yang memanfaatkan data lama untuk keuntungan sendiri memang seperti ini jadinya.
Lihat AsliBalas0
RugpullTherapist
· 7jam yang lalu
Pemantauan geofence akhirnya dibawa ke pengadilan, sekarang argumen privasi di dunia kripto akhirnya mendapatkan dukungan hukum, kan
Lihat AsliBalas0
TooScaredToSell
· 7jam yang lalu
ngl kali ini hak privasi benar-benar akan menjadi perhatian, jika surat perintah geofence dikunci mati, web3 baru bisa benar-benar meluncur.
Lihat AsliBalas0
Degen4Breakfast
· 7jam yang lalu
Haha, surat perintah geofence ini sudah seharusnya diatur, privasi dijual habis-habisan nih
Lihat AsliBalas0
ProtocolRebel
· 7jam yang lalu
Kembali lagi dengan sistem geofencing? Sudah saatnya dihentikan, pengumpulan data terpusat sama sekali tidak ada harapan
Pengadilan Agung AS akan memeriksa keabsahan surat perintah geofence—teknik pengawasan yang digunakan penegak hukum untuk melacak data lokasi individu. Kasus ini dapat mengubah cara otoritas menggunakan alat investigasi berbasis lokasi, menimbulkan pertanyaan penting tentang hak privasi di era digital. Bagi komunitas Web3 dan kripto, putusan ini membawa implikasi signifikan: protokol yang berfokus pada privasi dan sistem terdesentralisasi sering kali memposisikan diri sebagai alternatif terhadap pengumpulan data terpusat. Keputusan pengadilan yang membatasi pengawasan geofence tanpa surat perintah dapat memperkuat argumen yang mendukung solusi blockchain yang berorientasi pada privasi. Hasilnya mungkin mempengaruhi bagaimana pemerintah mendekati standar privasi digital dan dapat menetapkan preseden untuk teknologi pemantauan yang digunakan di berbagai sektor.