Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Menguasai aturan trading dengan baik agar dapat menjaga akun.
Beberapa waktu lalu, ada cerita seorang trader yang membuat saya berpikir cukup lama: arah tradingnya benar-benar tepat, bertahan memegang posisi selama empat hari, melihat pasar akan segera melambung, tetapi hasilnya dana secara paksa dipotong sebesar 1000U, dan akhirnya terpaksa menutup posisi. Betapa menyakitkannya pelajaran itu—menonton pasar yang menjadi milik sendiri, tetapi justru jatuh sebelum fajar.
Cerita seperti ini terjadi setiap hari di pasar kontrak perpetual. Banyak orang mengira masalahnya terletak pada kesalahan dalam menilai pasar, padahal sebenarnya pedang yang sesungguhnya tersembunyi di balik aturan-aturan yang tak terlihat. Hari ini, berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dalam trading, mari kita kupas tuntas lubang-lubang yang paling mudah dilalui oleh pemula.
**Biaya Dana: Lubang Hitam Tanpa Suara dalam Biaya Trading**
Banyak orang yang memusatkan perhatian pada grafik K-line, tetapi mengabaikan hal yang satu ini—biaya dana. Pada kontrak perpetual tanpa tanggal kedaluwarsa, biaya dana adalah mekanisme yang digunakan untuk menyamakan harga kontrak dengan harga spot.
Singkatnya, biaya dana adalah transfer antara posisi long dan short. Saat suasana pasar sedang bullish, harga kontrak cenderung naik di atas harga spot, saat itulah long harus membayar short; sebaliknya juga berlaku. Artinya, saat pasar sedang melonjak, melakukan posisi long sebenarnya berarti terus-menerus mengalami kerugian darah.
Saya sudah melihat banyak kasus: arah pasar memang benar, posisi juga mampu menahan volatilitas, tetapi karena membayar biaya dana itu setiap minggu, margin terkuras habis, dan akhirnya posisi dipaksa likuidasi.
**Bagaimana menghindari lubang ini?** Sebelum menekan tombol beli, pastikan untuk memeriksa berapa tingkat biaya dana saat ini. Terutama saat biaya dana melonjak tinggi, jangan buru-buru melakukan posisi long. Jika ingin memegang posisi untuk mengikuti tren jangka panjang, pilihlah pasangan trading dengan biaya dana yang relatif stabil, atau hindari waktu settlement setiap 8 jam.
**Garis Likuidasi: Lebih Rapuh dari yang Kamu Bayangkan**
Kesalahan umum yang sering dilakukan pemula adalah mengira bahwa dengan leverage 10x, baru akan likuidasi jika turun 10%. Haha, kenyataannya tidak semudah itu. Mekanisme likuidasi yang ditetapkan platform sebenarnya jauh dari "murah hati" seperti yang dibayangkan.