Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pasar prediksi belakangan ini menjadi pusat perhatian opini publik. 10 Januari, dunia politik di Amerika Serikat memulai diskusi tentang regulasi pasar prediksi—termasuk 30 tokoh politik, termasuk mantan Ketua DPR, yang mendorong sebuah RUU baru yang melarang pejabat terpilih melakukan transaksi terkait politik di pasar prediksi.
Semua ini berawal dari sebuah kejadian mengejutkan: tahun lalu, seseorang bertaruh di Polymarket tentang situasi politik mantan Presiden Venezuela, Maduro, dengan keuntungan tunggal mencapai 400.000 dolar AS. Taruhan besar ini langsung memicu pertanyaan tentang "perdagangan informasi dalam"—siapa yang memiliki informasi apa sehingga bisa begitu yakin?
Tak lama kemudian, anggota DPR New York, Richie Torres, secara resmi mengajukan "RUU Integritas Publik Pasar Prediksi Keuangan 2026" pada hari Jumat lalu. Inti dari RUU ini sangat sederhana: tokoh politik tidak boleh bertaruh tentang politik di pasar prediksi. Tampaknya sebagai langkah penutupan celah, tetapi sebenarnya mencerminkan masalah ketidakseimbangan informasi dalam aplikasi pasar prediksi di ranah politik.
Pasar prediksi seharusnya menjadi mekanisme penemuan harga, tetapi ketika tokoh politik menjadi trader, keadilan pasar pun terganggu. Ini juga salah satu alasan mengapa pasar kripto global semakin diawasi ketat—bukan karena teknologinya bermasalah, tetapi karena skenario penggunaannya membutuhkan aturan main yang lebih jelas.