Pagi ini, posisi long Bitcoin saya meledak, harus saya telusuri baik-baik di mana masalahnya.
Lubang pertama adalah karena terbakar semangat. Melihat tren yang cukup bagus, saya terlalu terburu-buru masuk tanpa menunggu volume transaksi membesar dan konfirmasi sinyal seperti garis bayangan muncul. Hasilnya? Risiko sama sekali belum terkonfirmasi, tapi saya sudah masuk pasar.
Lebih fatal lagi adalah lubang kedua—pengaturan stop loss yang sama saja seperti tidak mengaturnya. Melihat kerugian mengambang membesar, saya malah secara manual menggeser posisi stop loss sebanyak tiga kali. Ini benar-benar seperti bunuh diri, setiap kali menggeser membuat kerugian berlipat ganda, dan akhirnya situasinya tidak bisa dikendalikan. Disiplin stop loss memang sesuatu yang tidak boleh dilanggar, sekali melanggar, semua akan kalah.
Masalah ketiga terletak pada alokasi dana. Seharusnya membangun posisi secara bertahap dan terencana, tapi kenyataannya peluru langsung habis sejak awal. Ketika peluang untuk menambah posisi dan membeli saat harga rendah muncul, saya malah menyadari kantong sudah kosong, tidak bisa menambah posisi.
Melihat ke belakang, penghalang terbesar dalam trading bukanlah pasar, melainkan orang di cermin. Disiplin diri dan kesabaran, jika salah satu hilang, pasti akan merugi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AirdropChaser
· 01-11 10:20
Aduh, berhenti kerugian ini langsung berantakan, aku juga pernah tertipu beberapa kali
Lihat AsliBalas0
StakoorNeverSleeps
· 01-11 03:28
Henti rugi diubah tiga kali, si mas ini ingin membunuh dirinya sendiri ya
Lihat AsliBalas0
StakeTillRetire
· 01-08 10:50
Menghentikan kerugian ini benar-benar bisa membuat orang gila, sekali ubah posisi saja semuanya selesai
Lihat AsliBalas0
ChainMaskedRider
· 01-08 10:49
Aduh, lagi-lagi pelajaran pahit. Stop loss ini memang jangan sembarangan, sekali salah ubah langsung berantakan.
Saya juga, setiap kali merasa bisa membalik kerugian menjadi keuntungan, hasilnya malah makin dalam. Akhirnya baru sadar disiplin jauh lebih penting dari apa pun.
Bro ini benar, pasar selalu ada di sana, tapi tantangan terberat adalah diri sendiri.
Manajemen dana benar-benar harus direncanakan sebelumnya, kalau tidak di saat kritis akan jadi memalukan.
Kadang-kadang saya berpikir, kenapa harus mengikuti pergerakan pasar? Tidak bisa menunggu saja.
Mental ini, ngomong gampang, tapi prakteknya sulit, teman-teman.
Lihat AsliBalas0
liquidation_watcher
· 01-08 10:47
Menghindari kerugian benar-benar hal yang tidak boleh dilakukan sekali pun, jika tidak, semuanya akan hilang dalam sekejap. Pelajaran dari teman ini layak diingat dan diukir di dalam ingatan.
Lihat AsliBalas0
HappyToBeDumped
· 01-08 10:25
Aduh, masalah lama dengan stop loss bergerak, kali ini kerugiannya lebih parah lagi
Pagi ini, posisi long Bitcoin saya meledak, harus saya telusuri baik-baik di mana masalahnya.
Lubang pertama adalah karena terbakar semangat. Melihat tren yang cukup bagus, saya terlalu terburu-buru masuk tanpa menunggu volume transaksi membesar dan konfirmasi sinyal seperti garis bayangan muncul. Hasilnya? Risiko sama sekali belum terkonfirmasi, tapi saya sudah masuk pasar.
Lebih fatal lagi adalah lubang kedua—pengaturan stop loss yang sama saja seperti tidak mengaturnya. Melihat kerugian mengambang membesar, saya malah secara manual menggeser posisi stop loss sebanyak tiga kali. Ini benar-benar seperti bunuh diri, setiap kali menggeser membuat kerugian berlipat ganda, dan akhirnya situasinya tidak bisa dikendalikan. Disiplin stop loss memang sesuatu yang tidak boleh dilanggar, sekali melanggar, semua akan kalah.
Masalah ketiga terletak pada alokasi dana. Seharusnya membangun posisi secara bertahap dan terencana, tapi kenyataannya peluru langsung habis sejak awal. Ketika peluang untuk menambah posisi dan membeli saat harga rendah muncul, saya malah menyadari kantong sudah kosong, tidak bisa menambah posisi.
Melihat ke belakang, penghalang terbesar dalam trading bukanlah pasar, melainkan orang di cermin. Disiplin diri dan kesabaran, jika salah satu hilang, pasti akan merugi.