【链文】Kebijakan stablecoin Korea Selatan kembali menunjukkan perkembangan baru. Berdasarkan RUU revisi terbaru yang diajukan, Komisi Layanan Keuangan Korea Selatan (FSC) kini mendukung skema bank sentral—hak penerbitan stablecoin akan dibatasi pada aliansi yang dipimpin oleh bank dan memiliki kendali mayoritas.
Apa artinya ini? Bank harus memegang saham mayoritas, tetapi perusahaan teknologi juga memiliki peluang untuk berpartisipasi—asalkan mereka menjadi pemegang saham tunggal terbesar, dan bank tetap mempertahankan kendali keseluruhan. Kedengarannya seperti sebuah keseimbangan, yang memberi suara kepada lembaga keuangan tradisional sekaligus memberi ruang untuk inovasi teknologi.
Namun, itu belum semuanya. Hari-hari bursa akan menjadi lebih ketat. Peraturan baru akan meningkatkan standar stabilitas teknologi informasi, mewajibkan kompensasi atas kerugian akibat serangan hacker, dan denda bisa mencapai 10% dari pendapatan tahunan. Dengan kata lain, celah keamanan tidak lagi sekadar masalah teknis, tetapi berbiaya nyata.
Ambang masuk bagi penerbit stablecoin juga telah ditetapkan—setidaknya membutuhkan modal disetor sebesar 5 miliar won Korea (sekitar 3,7 juta dolar AS). Seiring perkembangan pasar, angka ini mungkin akan ditingkatkan.
Yang menarik, pandangan partai pemerintah, otoritas pengawas keuangan, dan bank sentral terhadap skema ini tidak sepenuhnya sama, dan para anggota parlemen sedang menyiapkan kelompok kerja khusus untuk membahas alternatif. Arah kebijakan akhirnya akan bergantung pada pertarungan berikutnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
bridgeOops
· 01-10 06:16
Bank harus dikendalikan mayoritas? Bukankah ini adalah monopoli terselubung yang dilakukan oleh keuangan tradisional di Web3, dan keterlibatan perusahaan teknologi juga telah diabaikan, terdengar cukup ironis.
Lihat AsliBalas0
ser_aped.eth
· 01-09 08:30
Bank harus dikendalikan mayoritas? Lagi lagi, trik lama dari keuangan tradisional, yaitu ingin mengunci perusahaan teknologi.
Kembali menciptakan monopoli, para bos bank pasti sangat senang. Perusahaan teknologi hanyalah pelengkap, dengarkan saja.
Lihat AsliBalas0
SnapshotBot
· 01-08 10:08
Kembali lagi, apakah bank harus memegang kendali besar? Bukankah ini sama saja dengan kehadiran penjaga pintu tradisional di Web3... Keterlibatan perusahaan teknologi juga tidak berguna, pada akhirnya kekuasaan tetap berada di tangan bank
Lihat AsliBalas0
unrekt.eth
· 01-08 10:03
Kembali membuat "keseimbangan", pada akhirnya tetap bank yang menentukan, kan?
Lihat AsliBalas0
SchrodingerProfit
· 01-08 10:00
Aturan baru untuk memanen keuntungan lagi? Bank harus mengendalikan mayoritas, bukankah ini secara tidak langsung monopoli... perusahaan teknologi ikut campur apa sih
Lihat AsliBalas0
BearMarketNoodler
· 01-08 09:56
Bank mengembangkan stablecoin? Lucu banget, ini cuma trik dari keuangan tradisional—kelihatannya terbuka sebenarnya cuma jebakan. Perusahaan teknologi ikut campur apa sih, akhirnya kendali tetap di tangan bank? Desain aturan ini benar-benar brilian, memberi harapan lalu menendangnya lagi.
Lihat AsliBalas0
ContractFreelancer
· 01-08 09:54
Bank lagi mau memanen lagi, perusahaan teknologi paling banter cuma membantu sedikit, ini yang benar-benar disebut "keseimbangan" ahahaha
Peraturan baru tentang stablecoin Korea Selatan: bank harus mengendalikan mayoritas, denda bursa hingga 10% dari pendapatan tahunan
【链文】Kebijakan stablecoin Korea Selatan kembali menunjukkan perkembangan baru. Berdasarkan RUU revisi terbaru yang diajukan, Komisi Layanan Keuangan Korea Selatan (FSC) kini mendukung skema bank sentral—hak penerbitan stablecoin akan dibatasi pada aliansi yang dipimpin oleh bank dan memiliki kendali mayoritas.
Apa artinya ini? Bank harus memegang saham mayoritas, tetapi perusahaan teknologi juga memiliki peluang untuk berpartisipasi—asalkan mereka menjadi pemegang saham tunggal terbesar, dan bank tetap mempertahankan kendali keseluruhan. Kedengarannya seperti sebuah keseimbangan, yang memberi suara kepada lembaga keuangan tradisional sekaligus memberi ruang untuk inovasi teknologi.
Namun, itu belum semuanya. Hari-hari bursa akan menjadi lebih ketat. Peraturan baru akan meningkatkan standar stabilitas teknologi informasi, mewajibkan kompensasi atas kerugian akibat serangan hacker, dan denda bisa mencapai 10% dari pendapatan tahunan. Dengan kata lain, celah keamanan tidak lagi sekadar masalah teknis, tetapi berbiaya nyata.
Ambang masuk bagi penerbit stablecoin juga telah ditetapkan—setidaknya membutuhkan modal disetor sebesar 5 miliar won Korea (sekitar 3,7 juta dolar AS). Seiring perkembangan pasar, angka ini mungkin akan ditingkatkan.
Yang menarik, pandangan partai pemerintah, otoritas pengawas keuangan, dan bank sentral terhadap skema ini tidak sepenuhnya sama, dan para anggota parlemen sedang menyiapkan kelompok kerja khusus untuk membahas alternatif. Arah kebijakan akhirnya akan bergantung pada pertarungan berikutnya.