Berikut adalah studi kasus yang menarik: Pemisahan perusahaan DuPont dirancang dengan satu tujuan yang jelas—memaksimalkan nilai pemegang saham. Tapi inilah masalahnya: strategi tersebut belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan oleh para investor. Kinerja saham perusahaan sebenarnya tertinggal dari pasar yang lebih luas meskipun telah melakukan langkah-langkah restrukturisasi yang agresif. Ini adalah contoh klasik bagaimana alokasi modal strategis tidak selalu berujung pada keberhasilan di pasar. Terkadang bahkan keputusan perusahaan yang berniat baik pun bisa meleset saat dihadapkan pada eksekusi di dunia nyata dan dinamika pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Blockblind
· 9jam yang lalu
Operasi DuPont kali ini benar-benar mengecewakan, janji untuk memaksimalkan nilai pemegang saham malah kalah dari pasar, bikin ngakak
Lihat AsliBalas0
MerkleTreeHugger
· 13jam yang lalu
Singkatnya, ini hanya omong kosong di atas kertas, operasi DuPont kali ini benar-benar mengecewakan
Lihat AsliBalas0
SchrodingerAirdrop
· 01-08 09:53
Kelihatannya semuanya benar, tapi hasilnya membantahnya.
Lihat AsliBalas0
GamefiGreenie
· 01-08 09:53
Peristiwa DuPont menunjukkan apa, bahkan rencana terbaik pun sia-sia di atas kertas
Membagi perusahaan untuk mencuri keuntungan terasa cukup kuat
Strategi tidak mengalahkan pasar utama, cukup memalukan
Hanya memikirkan dividen tidak cukup, harus melihat apakah pasar mau menerima strategi ini
Lihat AsliBalas0
MysteryBoxAddict
· 01-08 09:50
Haha, operasi DuPont kali ini lucu banget, benar-benar hanya teori di atas kertas
Ngomong-ngomong, trik pemisahan ini sekarang sudah umum banget, para kapitalis benar-benar berpikir dengan memotong satu bagian saja bisa mengubah logam menjadi emas?
DuPont tidak bisa mengalahkan pasar dan masih berani bilang ini demi pemegang saham... ngakak
Inilah alasan mengapa saya tidak menyentuh saham-saham yang rekaan dan rumit itu, kurangnya daya eksekusi memang buruk
Lihat AsliBalas0
FadCatcher
· 01-08 09:46
Masalah DuPont ini,典型的纸上谈兵,理论完美现实打脸
Kembali lagi, bahkan kerangka strategi yang paling indah pun tidak bisa mengalahkan ketidakpastian pasar
Jadi, restrukturisasi perusahaan besar sebenarnya tidak selalu bisa menyelamatkan harga saham
Ini benar-benar aneh, menghabiskan begitu banyak uang untuk restrukturisasi malah kalah dari pasar secara keseluruhan
Lihat AsliBalas0
LazyDevMiner
· 01-08 09:45
Langsung tahu bahwa DuPont lagi bikin masalah, janji pemisahan untuk kekayaan melimpah malah bikin keadaan makin buruk, ini benar-benar tidak masuk akal.
Lihat AsliBalas0
0xTherapist
· 01-08 09:38
Terlihat sangat sempurna di atas kertas, tetapi saat dieksekusi langsung menjadi contoh yang gagal total
Lihat AsliBalas0
AirdropworkerZhang
· 01-08 09:25
DuPont ini memang gagal total, janji memaksimalkan nilai pemegang saham malah kalah dari pasar...
---
Strategi terlihat bagus, tapi kalau mau dieksekusi tetap harus lihat kondisi pasar
---
Ini lagi satu contoh "rencana kita sangat sempurna" akhirnya kena kenyataan
---
Pengaturan modal yang bagus buat apa, kalau harga saham tidak naik berarti gagal
---
Inilah mengapa rencana di atas kertas dan operasi nyata selalu berbeda
---
Jelas saja, para eksekutif terlalu banyak berpikir, pasar memang begitu kejam
---
Pemecahan dan restrukturisasi terdengar profesional, tapi kalau tidak menghasilkan keuntungan cuma buang-buang waktu, contoh DuPont ini sangat tipikal
Berikut adalah studi kasus yang menarik: Pemisahan perusahaan DuPont dirancang dengan satu tujuan yang jelas—memaksimalkan nilai pemegang saham. Tapi inilah masalahnya: strategi tersebut belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan oleh para investor. Kinerja saham perusahaan sebenarnya tertinggal dari pasar yang lebih luas meskipun telah melakukan langkah-langkah restrukturisasi yang agresif. Ini adalah contoh klasik bagaimana alokasi modal strategis tidak selalu berujung pada keberhasilan di pasar. Terkadang bahkan keputusan perusahaan yang berniat baik pun bisa meleset saat dihadapkan pada eksekusi di dunia nyata dan dinamika pasar.