Pasar prediksi sedang mengalami perubahan penting. Ketika CEO Kalshi secara terbuka mendukung larangan perdagangan orang dalam oleh pemerintah, ini bukan hanya pernyataan dari satu platform, tetapi juga sinyal bahwa seluruh industri sedang menuju arus utama. Di balik ini, adalah proses alami dari pasar prediksi yang beralih dari zona abu-abu regulasi ke jalur resmi.
Inti RUU: Larangan Perdagangan Orang Dalam oleh Pejabat Pemerintah
Usulan “Undang-Undang Kepercayaan Publik Pasar Prediksi Keuangan 2026” yang diajukan oleh anggota DPR Ritchie Torres menargetkan satu masalah yang jelas: pejabat pemerintah tidak boleh memanfaatkan informasi non-publik yang mereka kuasai untuk melakukan perdagangan di pasar prediksi.
Poin RUU
Isi Spesifik
Sasaran
Pejabat federal terpilih, pejabat pengangkatan politik, pegawai administrasi
Larangan
Menggunakan informasi non-publik terkait perdagangan saat berpartisipasi dalam pasar prediksi
Tujuan Utama
Mencegah perdagangan orang dalam, melindungi keadilan pasar
Aturan yang tampaknya sederhana ini, sebenarnya menyentuh isu kunci tentang apakah pasar prediksi dapat diterima secara mainstream. Jika pejabat pemerintah saja bisa memanfaatkan posisi mereka untuk berdagang, pasar prediksi tidak akan mendapatkan kepercayaan.
Strategi Kepatuhan Kalshi: Menetapkan Batasan
Pernyataan CEO Kalshi, Tarek Mansour, memiliki makna mendalam. Ia menekankan dua poin:
Kalshi telah mengadopsi standar regulasi yang sejalan dengan NYSE dan NASDAQ
Menetapkan batasan dari platform offshore yang tidak diatur
Pernyataan ini bukan reaksi pasif, melainkan pilihan strategis yang aktif. Berdasarkan data terbaru, volume perdagangan historis Kalshi telah menembus 27 miliar dolar AS, dengan volume harian mencapai 16,6 juta dolar AS. Semakin besar skala platform, semakin penting untuk mengelola operasi secara teratur demi menjaga kepercayaan.
Insiden perdagangan orang dalam di Venezuela baru-baru ini terutama melibatkan platform offshore yang tidak diatur. Melalui dukungan terbuka terhadap RUU ini, Kalshi secara nyata mengirimkan sinyal ke pasar dan regulator: kami bukan platform seperti itu.
Latar Belakang Industri: Ledakan dan Regulasi Pasar Prediksi
Pada tahun 2025, pasar prediksi menjadi pusat pendanaan, dengan total pendanaan mencapai 25 miliar dolar AS. Kalshi dan Polymarket bersaing ketat, berusaha menarik lebih banyak mitra utama.
Kalshi sudah menjadi penyedia fitur pasar prediksi untuk aplikasi utama seperti Coinbase dan Robinhood. Polymarket juga telah menandatangani perjanjian distribusi data dengan media milik Dow Jones. Kerja sama ini sendiri menunjukkan kebutuhan akan regulasi yang lebih ketat.
Ketika pasar prediksi beralih dari niche ke arus utama, regulasi menjadi keharusan. Kalshi secara aktif mendukung regulasi, justru memperkuat posisinya sebagai “pasukan resmi”.
Signifikansi Pasar: Dari Pertumbuhan liar ke Arus Utama
Langkah mendukung RUU ini mencerminkan kedewasaan industri pasar prediksi.
Dampak terhadap platform: Regulasi meningkatkan hambatan masuk, tetapi juga melindungi pangsa pasar platform yang patuh
Dampak terhadap industri: Larangan perdagangan orang dalam meningkatkan kepercayaan pasar, menarik lebih banyak institusi dan trader ritel
Dampak terhadap regulasi: Platform yang pro-regulasi lebih mudah mendapatkan dukungan kebijakan
Kalshi tidak dipaksa menerima regulasi, melainkan secara aktif membentuk standar industri. Sikap ini sangat penting agar pasar prediksi diakui secara mainstream.
Kesimpulan
Dukungan CEO Kalshi terhadap RUU larangan perdagangan orang dalam tampaknya hanya pernyataan kebijakan sederhana, tetapi sebenarnya menandai peralihan pasar prediksi dari zona abu-abu ke jalur resmi. Regulasi memang akan meningkatkan biaya operasional, tetapi bagi platform yang sudah besar, ini justru peluang untuk memperkuat posisi. Masa depan pasar prediksi tidak terletak pada menghindari regulasi, melainkan menjadi pasar resmi dalam kerangka regulasi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kalshi secara aktif merangkul regulasi: Titik balik dari pertumbuhan liar ke kepatuhan pasar prediksi
Pasar prediksi sedang mengalami perubahan penting. Ketika CEO Kalshi secara terbuka mendukung larangan perdagangan orang dalam oleh pemerintah, ini bukan hanya pernyataan dari satu platform, tetapi juga sinyal bahwa seluruh industri sedang menuju arus utama. Di balik ini, adalah proses alami dari pasar prediksi yang beralih dari zona abu-abu regulasi ke jalur resmi.
Inti RUU: Larangan Perdagangan Orang Dalam oleh Pejabat Pemerintah
Usulan “Undang-Undang Kepercayaan Publik Pasar Prediksi Keuangan 2026” yang diajukan oleh anggota DPR Ritchie Torres menargetkan satu masalah yang jelas: pejabat pemerintah tidak boleh memanfaatkan informasi non-publik yang mereka kuasai untuk melakukan perdagangan di pasar prediksi.
Aturan yang tampaknya sederhana ini, sebenarnya menyentuh isu kunci tentang apakah pasar prediksi dapat diterima secara mainstream. Jika pejabat pemerintah saja bisa memanfaatkan posisi mereka untuk berdagang, pasar prediksi tidak akan mendapatkan kepercayaan.
Strategi Kepatuhan Kalshi: Menetapkan Batasan
Pernyataan CEO Kalshi, Tarek Mansour, memiliki makna mendalam. Ia menekankan dua poin:
Pernyataan ini bukan reaksi pasif, melainkan pilihan strategis yang aktif. Berdasarkan data terbaru, volume perdagangan historis Kalshi telah menembus 27 miliar dolar AS, dengan volume harian mencapai 16,6 juta dolar AS. Semakin besar skala platform, semakin penting untuk mengelola operasi secara teratur demi menjaga kepercayaan.
Insiden perdagangan orang dalam di Venezuela baru-baru ini terutama melibatkan platform offshore yang tidak diatur. Melalui dukungan terbuka terhadap RUU ini, Kalshi secara nyata mengirimkan sinyal ke pasar dan regulator: kami bukan platform seperti itu.
Latar Belakang Industri: Ledakan dan Regulasi Pasar Prediksi
Pada tahun 2025, pasar prediksi menjadi pusat pendanaan, dengan total pendanaan mencapai 25 miliar dolar AS. Kalshi dan Polymarket bersaing ketat, berusaha menarik lebih banyak mitra utama.
Kalshi sudah menjadi penyedia fitur pasar prediksi untuk aplikasi utama seperti Coinbase dan Robinhood. Polymarket juga telah menandatangani perjanjian distribusi data dengan media milik Dow Jones. Kerja sama ini sendiri menunjukkan kebutuhan akan regulasi yang lebih ketat.
Ketika pasar prediksi beralih dari niche ke arus utama, regulasi menjadi keharusan. Kalshi secara aktif mendukung regulasi, justru memperkuat posisinya sebagai “pasukan resmi”.
Signifikansi Pasar: Dari Pertumbuhan liar ke Arus Utama
Langkah mendukung RUU ini mencerminkan kedewasaan industri pasar prediksi.
Kalshi tidak dipaksa menerima regulasi, melainkan secara aktif membentuk standar industri. Sikap ini sangat penting agar pasar prediksi diakui secara mainstream.
Kesimpulan
Dukungan CEO Kalshi terhadap RUU larangan perdagangan orang dalam tampaknya hanya pernyataan kebijakan sederhana, tetapi sebenarnya menandai peralihan pasar prediksi dari zona abu-abu ke jalur resmi. Regulasi memang akan meningkatkan biaya operasional, tetapi bagi platform yang sudah besar, ini justru peluang untuk memperkuat posisi. Masa depan pasar prediksi tidak terletak pada menghindari regulasi, melainkan menjadi pasar resmi dalam kerangka regulasi.