Akhir-akhir ini saya melihat banyak orang menekankan pentingnya mempelajari AI, tetapi ada satu pertanyaan kritis di sini — apakah jawaban yang diberikan AI benar-benar dapat diandalkan?
Ini adalah tempat yang selalu saya perhatikan. Ada sebuah proyek bernama Mira yang khusus menangani hal ini: membiarkan AI saling meninjau dan memverifikasi satu sama lain. Konsepnya cukup menarik, logika intinya adalah memecah jawaban AI menjadi fakta-fakta yang dapat diverifikasi, kemudian memeriksa akurasi setiap itemnya satu per satu.
Saya mulai mengikuti proyek ini sejak sebelum mereka meluncurkan token, alasannya sangat sederhana — apa yang mereka lakukan benar-benar berbeda. Bukan sekadar optimasi tingkat alat, tetapi mengatasi masalah fundamental mengenai kredibilitas AI. Pemikiran semacam ini masih jarang ditemukan di Web3.
Daripada secara membabi buta mempercayai AI, lebih baik membuat sistem itu sendiri memiliki kemampuan untuk melakukan koreksi diri. Itulah kemajuan yang sesungguhnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
22 Suka
Hadiah
22
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CommunityLurker
· 01-10 06:50
Jadi AI saling cek untuk verifikasi, begitu? Lumayan menarik sih
---
Pemikiran Mira memang fresh, tapi bisa benar-benar diimplementasikan atau enggak nih jadi pertanyaannya
---
Yang masuk lebih awal ke proyek udah pada untung, tinggal lihat kali ini bisa buat inovasi apa
---
Bagian validasi di layer dasar emang jadi bottleneck, setuju
---
Mending biarkan pasar sendiri yang evolusi daripada nunggu regulasi resmi, Web3 harus main kayak gini
---
Memisahkan jadi fakta yang bisa diverifikasi itu langkah krusial, kalau enggak tetap jadi foto palsu
---
Masuk sebelum ada token, berani juga
---
Masalah kredibilitas AI cepat atau lambat mesti diselesaikan, Mira buka lubang ini tetap ada nilainya
---
Sistem yang punya kemampuan self-correction kuat baru bisa bertahan lama, logikanya sih oke
Lihat AsliBalas0
DeFi_Dad_Jokes
· 01-09 16:22
Baiklah, ini baru disebut menemukan masalah yang sebenarnya. Saya yakin dengan logika verifikasi saling AI ini, jauh lebih baik daripada optimisasi yang hanya berpenampilan saja.
Lihat AsliBalas0
CountdownToBroke
· 01-08 07:58
Sudah bilang sebelumnya, jawaban AI itu tidak bisa dipercaya, ide Mira ini memang benar-benar inovatif
Lihat AsliBalas0
MEV_Whisperer
· 01-08 07:56
Bohong belaka, sekarang konten yang dibuat AI setengahnya adalah ilusi. Ide Mira memang bisa dipakai, tapi masalahnya siapa yang akan mengaudit AI ini?
Lihat AsliBalas0
FarmHopper
· 01-08 07:52
Bohong banget, sekarang AI semua lagi ngarang sembarangan, ide Mira ini memang segar
Memang ada orang yang sudah lama memperhatikan ini, masalah mendasar harus diatasi dengan tepat
Akhir-akhir ini saya melihat banyak orang menekankan pentingnya mempelajari AI, tetapi ada satu pertanyaan kritis di sini — apakah jawaban yang diberikan AI benar-benar dapat diandalkan?
Ini adalah tempat yang selalu saya perhatikan. Ada sebuah proyek bernama Mira yang khusus menangani hal ini: membiarkan AI saling meninjau dan memverifikasi satu sama lain. Konsepnya cukup menarik, logika intinya adalah memecah jawaban AI menjadi fakta-fakta yang dapat diverifikasi, kemudian memeriksa akurasi setiap itemnya satu per satu.
Saya mulai mengikuti proyek ini sejak sebelum mereka meluncurkan token, alasannya sangat sederhana — apa yang mereka lakukan benar-benar berbeda. Bukan sekadar optimasi tingkat alat, tetapi mengatasi masalah fundamental mengenai kredibilitas AI. Pemikiran semacam ini masih jarang ditemukan di Web3.
Daripada secara membabi buta mempercayai AI, lebih baik membuat sistem itu sendiri memiliki kemampuan untuk melakukan koreksi diri. Itulah kemajuan yang sesungguhnya.