Masalah utama para investor adalah masuk ke pasar tanpa rencana yang jelas. Hasilnya adalah modal hilang dan waktu terbuang. Pembagian segment pasar adalah alat yang memaksa untuk membantu Anda melihat gambaran umum siapa sebenarnya pelanggan, apa yang mereka butuhkan, dan dari mana keuntungan akan berasal.
Kebenaran tentang Segment Stratification di pasar
Pembagian segment pasar, atau dalam bahasa Thailand disebut การแบ่งส่วนตลาด, bukan sekadar mengelompokkan pelanggan secara sembarangan. Ini adalah identifikasi sejati dari kelompok orang yang memiliki kebutuhan dan perilaku yang sama. Setelah itu, sesuaikan strategi penjualan dan pemasaran secara khusus untuk kelompok tersebut.
Dalam pandangan investor, memahami segment berarti menganalisis permintaan dan penawaran untuk memprediksi perusahaan mana yang dapat menghasilkan keuntungan terbesar. Ini adalah dasar pengambilan keputusan investasi yang rasional.
5 informasi penting yang harus diketahui sebelum memilih Segment
1. Setiap Tipe Segment memiliki pembeli yang berbeda
Ketika Anda membagi segment pasar, Anda akan menemukan bahwa:
Manajer usia 35-50 tahun dan mahasiswa 20-25 tahun bukanlah kelompok yang sama, meskipun tinggal di kota yang sama
Mereka memiliki pendapatan berbeda, perilaku membeli berbeda, dan frekuensi pembelian berbeda
Jika Anda mencoba menjual satu produk ke kedua kelompok, hasilnya adalah tidak ada yang membeli
2. Tidak semua Segment menguntungkan
Saat mempertimbangkan segment, periksa:
Jumlah uang yang kelompok ini keluarkan per pembelian
Pendapatan total yang akan diperoleh dari kelompok
Harga rata-rata per transaksi
Frekuensi dan konsistensi pembelian
Jika kelompok besar tetapi tidak memiliki daya beli, Anda hanya membuang waktu
3. Segment berdasarkan geografis tidak cukup
Pembagian segment berdasarkan lokasi saja adalah metode kuno. Contoh:
AS, kota besar vs kota kecil, harus memiliki strategi berbeda
Pelanggan di pantai biasanya tertarik pada produk wellness dan wisata
Pelanggan di daerah high-tech biasanya tertarik produk digital
Namun ini hanyalah permulaan, harus lebih mendalam lagi
Siapa yang mencari “investasi saham” vs “penghasilan tambahan” = kelompok berbeda
Siapa yang membeli produk mahal pertama kali vs yang membeli harga murah berulang-ulang = tujuan berbeda
Data ini jauh lebih membantu daripada bertanya langsung karena orang bisa berbohong saat berbicara
5. Nilai pelanggan berubah dengan cepat
Pelanggan kesehatan, pelanggan lingkungan, pelanggan sosial memiliki tingkat minat terhadap keberlanjutan yang berbeda, dan minat ini berubah setiap tahun. Jadi, jangan terikat pada segment lama
5 metode membagi Segment
Metode 1: Segment Demografis (Demographic)
Pengelompokan berdasarkan faktor biologis:
Usia, jenis kelamin, pendapatan
Tingkat pendidikan, pekerjaan
Status pernikahan, ukuran keluarga
Cocok digunakan untuk: bisnis kecantikan, makanan, kesehatan yang kebutuhan berbeda sesuai usia pelanggan
Metode 2: Segment Geografis (Geographic)
Pengelompokan berdasarkan wilayah geografis:
Negara, wilayah, kota
Iklim dan topografi
Tingkat pembangunan wilayah
Cocok digunakan untuk: bisnis makanan, pariwisata, distributor yang produk harus disesuaikan dengan lokasi
Metode 3: Segment Perilaku (Behavioral)
Pengelompokan berdasarkan tindakan nyata:
Riwayat pencarian online
Riwayat pembelian dan frekuensi
Kepercayaan terhadap merek
Respon terhadap promosi
Cocok digunakan untuk: bisnis e-commerce, digital, layanan keanggotaan yang data perilaku melimpah
Metode 4: Segment Psikografis (Psychographic)
Pengelompokan berdasarkan nilai dan kepribadian:
Nilai pribadi, kepercayaan
Sikap dan gaya hidup
Minat dan hobi
Minat terhadap lingkungan, agama, sosial
Cocok digunakan untuk: perhiasan, fashion, produk berkelanjutan yang dipilih pelanggan karena nilai mereka sendiri
Metode 5: Segment Organisasi (Firmographic)
Pengelompokan berdasarkan karakteristik perusahaan (B2B):
Industri dan jenis usaha
Ukuran perusahaan, jumlah karyawan
Pendapatan tahunan dan kapasitas
Peran pembeli
Cocok digunakan untuk: perusahaan perangkat lunak, layanan B2B yang targetnya jelas
6 langkah membangun Segment yang sukses
Langkah awal: Fokus pada keuntungan, bukan ukuran kelompok
Lupakan ukuran, fokuslah pada keuntungan:
Kelompok kecil dengan daya beli tinggi > kelompok besar yang miskin
Periksa nilai LTV (lifetime value) dari setiap kelompok
Pilih kelompok yang bisa melakukan pembelian ulang
Langkah kedua: Kumpulkan data dari berbagai sumber, bukan hanya survei
Jangan hanya mengandalkan survei:
Gunakan alat analisis digital (Google Analytics, CRM)
Lakukan diskusi kelompok (focus group) untuk wawasan mendalam
Wawancarai pelanggan secara langsung
Pantau perilaku nyata melalui social listening
Langkah ketiga: Pelajari kompetitor, tentukan posisi Anda
Sebelum masuk ke segment:
Seberapa besar kompetitor takut terhadap segment ini?
Strategi apa yang mereka gunakan?
Kelemahan kompetitor apa?
Apa keunggulan Anda yang berbeda?
Langkah keempat: Uji coba dengan kelompok kecil sebelum ekspansi penuh
Tidak ada strategi yang sempurna:
Jual ke 100-200 pelanggan dalam satu kelompok, lihat berapa persen yang membeli
Pelajari dari kesalahan, sesuaikan
Perhatikan feedback
Baru kemudian perluas ke kelompok yang lebih besar
Langkah kelima: Rancang produk dan harga sesuai kelompok
Sekarang Anda tahu targetnya, buat strategi khusus:
Produk apa yang harus dibuat?
Berapa harganya?
Dijual di mana? (online atau offline)
Promosi apa yang akan digunakan?
Pesan penjualan seperti apa?
Langkah terakhir: Pantau dan sesuaikan terus-menerus
Pasar selalu berubah:
Pantau KPI dari kelompok
Perilaku pelanggan bisa berubah
Nilai pelanggan juga berubah
Perbarui segment Anda setiap 6-12 bulan
5 kesalahan yang menyebabkan segment gagal
❌ Kesalahan 1: Segment terlalu kecil (Over-segmentation)
Jika membagi terlalu kecil:
50 orang benar-benar tidak berarti
Statistik tidak dapat diandalkan
Biaya pemasaran lebih mahal dari anggaran
Solusi: Segment harus memiliki ≥ 1.000-5.000 orang agar hasilnya bisa diukur
❌ Kesalahan 2: Memilih segment tanpa daya beli
Kelompok besar tapi miskin = buang waktu:
Jika mereka tidak punya anggaran, mereka tidak akan membeli
Meski mereka membutuhkan produk
Solusi: Analisis daya beli kelompok secara nyata terlebih dahulu
❌ Kesalahan 3: Terikat pada segment lama, tidak diperbarui
Kebutuhan berubah:
Pelanggan 2020 ≠ pelanggan 2024
Nilai berkembang
Saluran pembelian berubah
Solusi: Perbarui data segment secara rutin
❌ Kesalahan 4: Produk tidak sesuai kebutuhan kelompok
Jika segment tidak diperbarui, produk juga tidak sesuai:
Keputusan produksi berdasarkan tebakan, bukan riset nyata
Produk tidak menyelesaikan masalah kelompok
Solusi: Minta feedback asli sebelum produksi penuh
❌ Kesalahan 5: Segment efektif, pangsa pasar tidak
Kadang pesaing sudah menguasai pasar:
Anda terlambat masuk
Kompetitor sudah menguasai pasar
Anda hanya menjadi pemain kecil yang berhasil
Solusi: Analisis seberapa besar pangsa pasar kompetitor sebelum ekspansi
Keuntungan sebenarnya dari membagi segment
✅ Manfaat 1: Mengakses target secara akurat
Tidak sia-sia:
Menargetkan yang benar-benar membutuhkan, tidak perlu iklan ke luar negeri
Penawaran sesuai kebutuhan, tingkat perhatian tinggi
ROI iklan bisa diukur
✅ Manfaat 2: Hemat anggaran pemasaran
Jika segment digunakan dengan baik:
Tidak perlu menarik orang yang salah
Anggaran digunakan secara efisien
Menemukan 1.000 pelanggan nyata, bukan 1.000 pelanggan palsu
✅ Manfaat 3: Pemahaman pasar yang mendalam
Dengan mengetahui segment:
Anda memahami pelanggan lebih dalam daripada kompetitor
Produk bisa dikembangkan tepat sasaran
Tidak perlu banyak modifikasi dari awal
✅ Manfaat 4: Membangun loyalitas merek jangka panjang
Pelanggan dari segment yang tepat:
Merasa bahwa merek memahami mereka
Pembelian ulang tinggi
Memberikan word-of-mouth yang baik
Nilai seumur hidup tinggi
Contoh dunia nyata penggunaan Segment
Contoh B2B: Perusahaan perangkat lunak
Segment 1: Perusahaan kecil 10-50 orang, anggaran 5.000-20.000 per bulan, harga mulai rendah
Segment 2: Perusahaan menengah 100-500 orang, anggaran 50.000-200.000 per bulan, support 24/7
Segment 3: Perusahaan besar 5.000+ orang, solusi kustom dan konsultasi
Contoh B2C: Brand fashion
Segment 1: Remaja 16-25 tahun, harga murah, tren terbaru, aktif di media sosial
Segment 2: Dewasa 26-40 tahun, kualitas tinggi, status
Segment 3: Lansia 50+ tahun, keamanan bahan, peduli kesehatan
Kesimpulan: Segment adalah investasi cerdas
Pembagian segment pasar bukan hanya pekerjaan marketing semata. Ini adalah alat analisis yang membantu investor melihat keuntungan nyata dari bisnis. Jika ingin investasi berhasil, harus memahami segment pasar, memilih kelompok dengan daya beli dan kebutuhan yang jelas, lalu merancang strategi khusus.
Pembagian segment bukanlah kesalahan, melainkan ilmu yang harus dipelajari, diuji, dan disesuaikan terus-menerus. Ketika Anda benar-benar memahami segment pasar, keuntungan pun akan mengikuti.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa perlu memahami segmentasi pasar sebelum melakukan investasi
Masalah utama para investor adalah masuk ke pasar tanpa rencana yang jelas. Hasilnya adalah modal hilang dan waktu terbuang. Pembagian segment pasar adalah alat yang memaksa untuk membantu Anda melihat gambaran umum siapa sebenarnya pelanggan, apa yang mereka butuhkan, dan dari mana keuntungan akan berasal.
Kebenaran tentang Segment Stratification di pasar
Pembagian segment pasar, atau dalam bahasa Thailand disebut การแบ่งส่วนตลาด, bukan sekadar mengelompokkan pelanggan secara sembarangan. Ini adalah identifikasi sejati dari kelompok orang yang memiliki kebutuhan dan perilaku yang sama. Setelah itu, sesuaikan strategi penjualan dan pemasaran secara khusus untuk kelompok tersebut.
Dalam pandangan investor, memahami segment berarti menganalisis permintaan dan penawaran untuk memprediksi perusahaan mana yang dapat menghasilkan keuntungan terbesar. Ini adalah dasar pengambilan keputusan investasi yang rasional.
5 informasi penting yang harus diketahui sebelum memilih Segment
1. Setiap Tipe Segment memiliki pembeli yang berbeda
Ketika Anda membagi segment pasar, Anda akan menemukan bahwa:
2. Tidak semua Segment menguntungkan
Saat mempertimbangkan segment, periksa:
Jika kelompok besar tetapi tidak memiliki daya beli, Anda hanya membuang waktu
3. Segment berdasarkan geografis tidak cukup
Pembagian segment berdasarkan lokasi saja adalah metode kuno. Contoh:
Namun ini hanyalah permulaan, harus lebih mendalam lagi
4. Perilaku segment menunjukkan kebenaran
Riwayat pencarian, riwayat pembelian, frekuensi kunjungan website adalah “sidik jari” pelanggan:
5. Nilai pelanggan berubah dengan cepat
Pelanggan kesehatan, pelanggan lingkungan, pelanggan sosial memiliki tingkat minat terhadap keberlanjutan yang berbeda, dan minat ini berubah setiap tahun. Jadi, jangan terikat pada segment lama
5 metode membagi Segment
Metode 1: Segment Demografis (Demographic)
Pengelompokan berdasarkan faktor biologis:
Cocok digunakan untuk: bisnis kecantikan, makanan, kesehatan yang kebutuhan berbeda sesuai usia pelanggan
Metode 2: Segment Geografis (Geographic)
Pengelompokan berdasarkan wilayah geografis:
Cocok digunakan untuk: bisnis makanan, pariwisata, distributor yang produk harus disesuaikan dengan lokasi
Metode 3: Segment Perilaku (Behavioral)
Pengelompokan berdasarkan tindakan nyata:
Cocok digunakan untuk: bisnis e-commerce, digital, layanan keanggotaan yang data perilaku melimpah
Metode 4: Segment Psikografis (Psychographic)
Pengelompokan berdasarkan nilai dan kepribadian:
Cocok digunakan untuk: perhiasan, fashion, produk berkelanjutan yang dipilih pelanggan karena nilai mereka sendiri
Metode 5: Segment Organisasi (Firmographic)
Pengelompokan berdasarkan karakteristik perusahaan (B2B):
Cocok digunakan untuk: perusahaan perangkat lunak, layanan B2B yang targetnya jelas
6 langkah membangun Segment yang sukses
Langkah awal: Fokus pada keuntungan, bukan ukuran kelompok
Lupakan ukuran, fokuslah pada keuntungan:
Langkah kedua: Kumpulkan data dari berbagai sumber, bukan hanya survei
Jangan hanya mengandalkan survei:
Langkah ketiga: Pelajari kompetitor, tentukan posisi Anda
Sebelum masuk ke segment:
Langkah keempat: Uji coba dengan kelompok kecil sebelum ekspansi penuh
Tidak ada strategi yang sempurna:
Langkah kelima: Rancang produk dan harga sesuai kelompok
Sekarang Anda tahu targetnya, buat strategi khusus:
Langkah terakhir: Pantau dan sesuaikan terus-menerus
Pasar selalu berubah:
5 kesalahan yang menyebabkan segment gagal
❌ Kesalahan 1: Segment terlalu kecil (Over-segmentation)
Jika membagi terlalu kecil:
Solusi: Segment harus memiliki ≥ 1.000-5.000 orang agar hasilnya bisa diukur
❌ Kesalahan 2: Memilih segment tanpa daya beli
Kelompok besar tapi miskin = buang waktu:
Solusi: Analisis daya beli kelompok secara nyata terlebih dahulu
❌ Kesalahan 3: Terikat pada segment lama, tidak diperbarui
Kebutuhan berubah:
Solusi: Perbarui data segment secara rutin
❌ Kesalahan 4: Produk tidak sesuai kebutuhan kelompok
Jika segment tidak diperbarui, produk juga tidak sesuai:
Solusi: Minta feedback asli sebelum produksi penuh
❌ Kesalahan 5: Segment efektif, pangsa pasar tidak
Kadang pesaing sudah menguasai pasar:
Solusi: Analisis seberapa besar pangsa pasar kompetitor sebelum ekspansi
Keuntungan sebenarnya dari membagi segment
✅ Manfaat 1: Mengakses target secara akurat
Tidak sia-sia:
✅ Manfaat 2: Hemat anggaran pemasaran
Jika segment digunakan dengan baik:
✅ Manfaat 3: Pemahaman pasar yang mendalam
Dengan mengetahui segment:
✅ Manfaat 4: Membangun loyalitas merek jangka panjang
Pelanggan dari segment yang tepat:
Contoh dunia nyata penggunaan Segment
Contoh B2B: Perusahaan perangkat lunak
Contoh B2C: Brand fashion
Kesimpulan: Segment adalah investasi cerdas
Pembagian segment pasar bukan hanya pekerjaan marketing semata. Ini adalah alat analisis yang membantu investor melihat keuntungan nyata dari bisnis. Jika ingin investasi berhasil, harus memahami segment pasar, memilih kelompok dengan daya beli dan kebutuhan yang jelas, lalu merancang strategi khusus.
Pembagian segment bukanlah kesalahan, melainkan ilmu yang harus dipelajari, diuji, dan disesuaikan terus-menerus. Ketika Anda benar-benar memahami segment pasar, keuntungan pun akan mengikuti.