Ketika inflasi meningkat tinggi, investor biasanya mencari tempat penyimpanan uang yang aman dan emas menjadi pilihan utama karena dikenal sebagai komoditas utama yang menjaga nilai. Cara berinvestasi emas ada berbagai macam, tetapi yang paling populer adalah membeli emas batangan secara langsung dan berinvestasi melalui reksa dana emas. Jika berinvestasi langsung, terlihat sederhana, tetapi jika memilih reksa dana, harus memperhatikan lebih banyak detail karena ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil pengembalian kita.
Reksa Dana Emas adalah Perdagangan Emas yang Mudah
Reksa Dana Emas atau disebut juga reksa dana yang berinvestasi di emas adalah penggabungan dana dari berbagai orang, kemudian dikelola oleh perusahaan sekuritas yang disebut (LJK) untuk diinvestasikan ke dalam emas sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Metode utama kerja dari reksa dana emas adalah sebagai reksa dana pasif (Passive Fund) yang hasilnya mengikuti pergerakan harga emas di pasar dunia. Sebagian besar reksa dana memilih berinvestasi melalui SPDR Gold Trust, yaitu ETF terbesar yang berinvestasi di emas batangan. Beberapa reksa dana juga memilih membeli emas batangan secara langsung. Apapun metode yang dipilih, harga reksa dana emas akan mengikuti naik turunnya harga emas dunia.
Faktor Utama yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Reksa Dana Emas
Ketika melihat banyak reksa dana emas, akan ditemukan bahwa meskipun kebijakan investasinya serupa, hasil pengembaliannya tidak sama. Kenapa bisa begitu? Ada tiga hal penting:
Risiko dari nilai tukar - Keputusan besar sebelumnya
Harga emas di pasar dunia diukur dalam dolar AS. Ketika dikonversi kembali ke baht, nilai tukar berperan penting. Jika baht melemah, harga reksa dana (dalam baht) akan naik. Sebaliknya, jika baht menguat, harga akan turun.
Jika ingin menghindari risiko ini, kita harus memilih reksa dana yang memiliki perlindungan risiko (Hedge) yang akan membantu hasilnya mengikuti pergerakan emas secara murni (tanpa pengaruh dari nilai tukar).
Sebaliknya, jika kita mampu menerima risiko, memilih reksa dana tanpa perlindungan (Unhedge) mungkin memberikan hasil yang lebih baik saat baht melemah dan harga emas tinggi. Saat baht menguat, kerugian bisa lebih besar dari biasanya.
Kebijakan dividen - Faktor rahasia yang sering diabaikan
Beberapa reksa dana membayar dividen secara berkala, sehingga arus kas keluar. Ini menjadi alasan mengapa beberapa reksa dana memberikan hasil yang lebih rendah dibandingkan yang lain, meskipun sama-sama memiliki kebijakan perlindungan risiko.
Sedangkan reksa dana tanpa dividen, hasilnya tidak dipengaruhi oleh faktor ini.
Tempat transaksi - Pengaruh terhadap likuiditas
Beberapa reksa dana diperdagangkan di pasar saham New York, beberapa di Singapura. Perbedaannya adalah likuiditas; pasar New York memiliki likuiditas lebih tinggi, tetapi harga diumumkan satu hari terlambat (T+1) karena alasan waktu. Sedangkan Singapura waktunya lebih dekat dengan Thailand.
Mengenal Reksa Dana Emas yang Sesungguhnya
TMBGOLD - Induk dari reksa dana emas, berinvestasi di ETF SPDR Gold Trust yang diperdagangkan di New York. Tidak memiliki perlindungan (Unhedge), sehingga hasilnya akan meningkat saat baht melemah.
TMBGOLDS - Adik dari TMBGOLD, tetapi diperdagangkan di Singapura dan memiliki perlindungan risiko (Hedge). Cocok untuk yang tidak ingin khawatir soal nilai tukar.
TGoldBullion-H - Dari rumah Thanachart/Eastspring, berinvestasi langsung di emas batangan, memiliki perlindungan 90% ke atas, dan harga bisa sedikit berubah karena nilai tukar.
TGoldBullion-UH - Sama seperti TGoldBullion-H tetapi tanpa perlindungan (Unhedge). Harga tidak akan naik mengikuti emas batangan 100% karena dipengaruhi nilai tukar.
SCBGOLD - Dari Siam Commercial Bank, berinvestasi di ETF SPDR Gold Trust yang diperdagangkan di Singapura, tanpa perlindungan (Unhedge).
SCBGOLDH - Adik dari SCBGOLD, tetapi memiliki perlindungan 90% ke atas.
K-GOLD-A(A) - Dari Kasikornbank, berinvestasi di SPDR, perlindungan 90%, tanpa dividen.
K-GOLD-A(D) - Sama seperti K-GOLD-A(A), tetapi membayar dividen maksimal 4 kali setahun.
Investasi Reksa Dana Emas vs Perdagangan Emas CFD
Reksa Dana Emas cocok untuk:
Investor jangka menengah hingga panjang
Tidak punya banyak waktu mengikuti harga
Ingin dana dikelola oleh profesional
Tidak perlu membuka rekening di luar negeri sendiri
Kekurangannya, transaksi hanya sekali sehari pada harga NAV akhir hari dan ada biaya pengelolaan.
Perdagangan Emas CFD lebih cocok untuk:
Trader jangka pendek
Ingin memanfaatkan volatilitas harian
Menginginkan likuiditas dan kecepatan
Harga acuan dari pasar global secara real-time
Kesimpulan
Reksa dana emas adalah pilihan yang baik dan praktis untuk berinvestasi emas, tetapi keberhasilannya tergantung pada pemilihan yang tepat. Minimal harus memperhatikan perlindungan risiko, kebijakan dividen, dan tempat transaksi.
Bagi yang memiliki waktu terbatas dan menginginkan ketenangan, reksa dana emas adalah pilihan aman. Sedangkan trader berpengalaman yang ingin meningkatkan peluang keuntungan, CFD emas juga merupakan alternatif yang patut dicoba dan berpotensi besar
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa harus memilih "Dana Emas" dan cara menemukan yang sesuai
Ketika inflasi meningkat tinggi, investor biasanya mencari tempat penyimpanan uang yang aman dan emas menjadi pilihan utama karena dikenal sebagai komoditas utama yang menjaga nilai. Cara berinvestasi emas ada berbagai macam, tetapi yang paling populer adalah membeli emas batangan secara langsung dan berinvestasi melalui reksa dana emas. Jika berinvestasi langsung, terlihat sederhana, tetapi jika memilih reksa dana, harus memperhatikan lebih banyak detail karena ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil pengembalian kita.
Reksa Dana Emas adalah Perdagangan Emas yang Mudah
Reksa Dana Emas atau disebut juga reksa dana yang berinvestasi di emas adalah penggabungan dana dari berbagai orang, kemudian dikelola oleh perusahaan sekuritas yang disebut (LJK) untuk diinvestasikan ke dalam emas sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Metode utama kerja dari reksa dana emas adalah sebagai reksa dana pasif (Passive Fund) yang hasilnya mengikuti pergerakan harga emas di pasar dunia. Sebagian besar reksa dana memilih berinvestasi melalui SPDR Gold Trust, yaitu ETF terbesar yang berinvestasi di emas batangan. Beberapa reksa dana juga memilih membeli emas batangan secara langsung. Apapun metode yang dipilih, harga reksa dana emas akan mengikuti naik turunnya harga emas dunia.
Faktor Utama yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Reksa Dana Emas
Ketika melihat banyak reksa dana emas, akan ditemukan bahwa meskipun kebijakan investasinya serupa, hasil pengembaliannya tidak sama. Kenapa bisa begitu? Ada tiga hal penting:
Risiko dari nilai tukar - Keputusan besar sebelumnya
Harga emas di pasar dunia diukur dalam dolar AS. Ketika dikonversi kembali ke baht, nilai tukar berperan penting. Jika baht melemah, harga reksa dana (dalam baht) akan naik. Sebaliknya, jika baht menguat, harga akan turun.
Jika ingin menghindari risiko ini, kita harus memilih reksa dana yang memiliki perlindungan risiko (Hedge) yang akan membantu hasilnya mengikuti pergerakan emas secara murni (tanpa pengaruh dari nilai tukar).
Sebaliknya, jika kita mampu menerima risiko, memilih reksa dana tanpa perlindungan (Unhedge) mungkin memberikan hasil yang lebih baik saat baht melemah dan harga emas tinggi. Saat baht menguat, kerugian bisa lebih besar dari biasanya.
Kebijakan dividen - Faktor rahasia yang sering diabaikan
Beberapa reksa dana membayar dividen secara berkala, sehingga arus kas keluar. Ini menjadi alasan mengapa beberapa reksa dana memberikan hasil yang lebih rendah dibandingkan yang lain, meskipun sama-sama memiliki kebijakan perlindungan risiko.
Sedangkan reksa dana tanpa dividen, hasilnya tidak dipengaruhi oleh faktor ini.
Tempat transaksi - Pengaruh terhadap likuiditas
Beberapa reksa dana diperdagangkan di pasar saham New York, beberapa di Singapura. Perbedaannya adalah likuiditas; pasar New York memiliki likuiditas lebih tinggi, tetapi harga diumumkan satu hari terlambat (T+1) karena alasan waktu. Sedangkan Singapura waktunya lebih dekat dengan Thailand.
Mengenal Reksa Dana Emas yang Sesungguhnya
TMBGOLD - Induk dari reksa dana emas, berinvestasi di ETF SPDR Gold Trust yang diperdagangkan di New York. Tidak memiliki perlindungan (Unhedge), sehingga hasilnya akan meningkat saat baht melemah.
TMBGOLDS - Adik dari TMBGOLD, tetapi diperdagangkan di Singapura dan memiliki perlindungan risiko (Hedge). Cocok untuk yang tidak ingin khawatir soal nilai tukar.
TGoldBullion-H - Dari rumah Thanachart/Eastspring, berinvestasi langsung di emas batangan, memiliki perlindungan 90% ke atas, dan harga bisa sedikit berubah karena nilai tukar.
TGoldBullion-UH - Sama seperti TGoldBullion-H tetapi tanpa perlindungan (Unhedge). Harga tidak akan naik mengikuti emas batangan 100% karena dipengaruhi nilai tukar.
SCBGOLD - Dari Siam Commercial Bank, berinvestasi di ETF SPDR Gold Trust yang diperdagangkan di Singapura, tanpa perlindungan (Unhedge).
SCBGOLDH - Adik dari SCBGOLD, tetapi memiliki perlindungan 90% ke atas.
K-GOLD-A(A) - Dari Kasikornbank, berinvestasi di SPDR, perlindungan 90%, tanpa dividen.
K-GOLD-A(D) - Sama seperti K-GOLD-A(A), tetapi membayar dividen maksimal 4 kali setahun.
Investasi Reksa Dana Emas vs Perdagangan Emas CFD
Reksa Dana Emas cocok untuk:
Kekurangannya, transaksi hanya sekali sehari pada harga NAV akhir hari dan ada biaya pengelolaan.
Perdagangan Emas CFD lebih cocok untuk:
Kesimpulan
Reksa dana emas adalah pilihan yang baik dan praktis untuk berinvestasi emas, tetapi keberhasilannya tergantung pada pemilihan yang tepat. Minimal harus memperhatikan perlindungan risiko, kebijakan dividen, dan tempat transaksi.
Bagi yang memiliki waktu terbatas dan menginginkan ketenangan, reksa dana emas adalah pilihan aman. Sedangkan trader berpengalaman yang ingin meningkatkan peluang keuntungan, CFD emas juga merupakan alternatif yang patut dicoba dan berpotensi besar